Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
109


"Albert kau marah?" tanya Sonya. Saat ini, mereka sedang berada di mobil. Sonya heran pada suaminya yang terus terdiam setelah mereka meninggalkan makam Aida.


Albert menghela napas sejenak, lalu meminggirkan mobilnya. Ia membuka seatbelnya dan melihat ke arah Sonya.


"Sonya!" panggil Albert. Ia menarik lembut tangan Sonya dan menggenggamnya.


"Hmm," jawab Sonya. Ia bisa melihat mimik wajah milik suaminya di penuhi raut khawatir.


"Sonya, kenapa kau merasa bersalah?" tanya Albert. Batinnya terasa tercubit saat mendengar perkataan Sonya di depan makam Aida.


Sonya menunduk, "Albert, Aku manusia biasa, tentu selama 27 tahun kebelakang aku selalu mengutukmu dan Aida karena kalian tega mengkhianatiku. Tapi setelah kau jujur pada ku tentang semuanya. Aku merasa bersalah pada Aida. Seandainya aku tak hadir di tengah-tengah kalian. Kalian akan bersama dan membesarkan Zidan dan Zayn dengan penuh cinta."


Setelah menyelesaikan kalimatnya. Sonya memalingkan wajahnya ke arah lain, bulir bening tergelincir dari pelupuk matanya.


Albert menghela napas sejenak, hidup bersama Sonya bertahun-tahun, membuat ia tau sifat Sonya. Istrinya, begitu baik. Sonya juga terluka. Tapi, dia malah menyalahkan dirinya sendiri.


Albert menarik tangan Sonya dan membawa Sonya kedalam pelukannya.


"Sonya, kita tak bisa mengulang waktu, semua sudah terjadi. Kau dan Aida sama-sama korban di sini. Akulah yang bersalah," ucap Albert. Seketika tangis Sonya pecah di pelukan Albert.


"Yang perlu kau ingat saat ini adalah, aku mencintaimu sangat mencintaimu. Aku akan menebus waktu selama 27 tahun kebelakng dengan terus mencintaimu."


Mendengar ucapan Albert, Sonya mendongak, ia melepaskan pelukan Albert dan menghapus air matanya. "Albert kau sungguh pandai menggombal," ucap Sonya. Seketika Albert mengulum senyum, kata-kata manisnya tak berlaku untuk Sonya.


••


Wajah Zayn kian memerah saat sadar istrinya memermainkannya. Untuk hal ini, seorang Zayn smith tak bisa di ajak main-main.


Ia pun berjalan ke arah ranjang, dan membuka selimut yang menutupi tubuh istrinya. Zayn langsung menarik lembut bahu Gia hingga kini Gia menghadap ke arahnya, dan dengan cepat, Zayn menindih tubuh istrinya.


"Kau tau bukan, bagaimana permainanku? Kau takan bisa bermain-main denganku, Sayang," ucap Zayn. Tangannya tengah bergerak kesana kemari menggoda istrinya.


Gia menautkan tangannya ke leher suaminya, lalu menarik tengkuk Zayn dan menciumnya sekilas. "Maaf, Dad. Kali ini, anakmu menolak kunjunganmu," ucap Gia. Ia melepaskan lagi tangannya dan berniat merubah posisi menyamping.


Namun, tentu saja Zayn takan membiarkan istrinya lolos. Ia menahan tubuh Gia, lalu ia menarik selimut, dan menutupi tubuh istrinya juga tubuhnya. Setelah tubuh mereka tertutup selimut, Zayn pun menurunkan tubuhnya, ia mencium perut istrinya, hingga ciuman itu, terus turun, turun dan ... dan ... dan ... dan


•••


Beberapa hari kemudian.


Waktu menunjukan pukul 5 sore. Zayn menutup laptopnya. Pekerjaannya masih banyak. Namun, ia harus menjemput istrinya yang berada di restoran.


Gia mengabarkan bahwa ia di jemput mommy Sonya, dan mommy Sonya mengajaknya untuk makan di luar.


30 menit kemudian. Ia pun sampai di restoran. Keningnya mengkerut bingung saat masuk kedalam. Tak ada siapa pun di restoran itu. Dari pintu sebelah kiri, Zidan pun ikut masuk.


Kini kaka beradik itu memandang dengan jarak yang cukup jauh.


Tiba-tiba, ponsel Zayn dan Zidan berdering secara bersamaan.


"Nikmatilah waktu kalian berdua!" tulis Sonya dalam pesannya. Rupanya ia sengaja mengatur agar Zayn dan Zidan berbicara tentang hubungan mereka.


lapak Gani sama Mahira udah update ya 🤗


Jangan protes bilang dikit ya anak-anak. Hari minggu adalah hari libur nulis. Tapi berhubung bocah lagi pada tidur aku sempetin ngetik walau dikit. Ingatya otor perlu libur karena otor pun manusia 🤣🤣🤣🤣