Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
350


“A-ariana!” Nafas tersenda-sendat. Mendengar ucapan sang putri. Amarah jos hilang begitu saja bagai pasir tersapu ombak.


Rahang yang tadinya mengeras karena amarah perlahan mengendur. Tatapan tajam yang tadi ia layangkan pada Ariana perlahan berubah menjadi sendu.


Jantungnya terasa di remas. Ia tak menyangka, bahwa Ariana mengetahui bahwa Gabby dan Gabriel anak kandungannya. Bagaimana Ariana bisa tau, sedangkan ia dan Briana sudah menutup rahasia ini rapat-rapat.


“Kenapa?” Ariana memandang Josh dengan getir. Tatapan matanya penuh luka. Jika di pikir, ini pertama kalinya ia berbicara panjang lebar pada sang ayah. “Kau kaget karena aku tau Gabby dan Gabriel adalah anakmu juga.” Sekuat apa pun Ariana menahan tangisnya. Pada akhirnya, tangisnya kembali luruh.


Ini adalah hal yang menyakitkan bagi Ariana, mengungkit kembali luka lama yang bahkan luka itu belum mengering sampai sekarang.


Dan kini, Josh bertanya tentang soal mengakui atau tidak di akui, bukankah itu lucu? Kenapa Ariana harus terlahir dari benih Josh. Orang yang sangat egois.


“Kau tau, aku selalu ingin memanggilmu Daddy. Aku selalu ingin menghabiskan waktu dengan kalian. Aku selalu ingin memberikan hadiah. Tapi, setiap aku ingin melakukannya. Tatapan kalian cukup membuatku sadar. Bahwa aku tak bisa melakukan itu. Kau mengasingkanku sejak kecil dengan dalih melindungiku. Ya, mungkin saat itu kau benar-benar ingin melindungiku. Tapi, hanya sampai saat itu. Karena semua berubah setelah Carla lahir.” Ariana menghentikan sejenak ucapannya, kemudian menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.


“Jika aku bisa merubah takdir, aku tak ingin di lahirkan cacat, aku ingin seperti orang lain pada umumnya, di banggakan, dicintai. Tapi, aku sadar ... Ini takdirku. Aku tidak pernah membenci Carla, dia adikku. Tapi, setelah Carla lahir. Dunia kalian hanya ada Carla. Pernah kah aku menjadi salah satu prioritas kalian? Tidak, sekali saja, hanya sekali ... Pernahkah kalian memprioritaskanku!”


“Apa yang tak aku mengerti?” Ariana berteriak. Kesabarannya sudah habis. Emosi melanda Ariana. Lihatlah, betapa egoisnya sang ayah. Bahkan, ketika ia sudah mengeluarkan semua keluh kesahnya dan berusaha membuat Josh sadar, itu semua ... Percuma! Sang ayah tetap tak akan mengakui kesalahannya.


Butuh kekuatan besar dan rasa sabar tertinggi ketika ia mengeluarkan apa yang di rasakan selama ini. Karena ini semua bagai mengungkit luka lamanya. Ia sudah berbicara panjang lebar, dan Josh tetap tak sadar dan malah menganggapnya tidak mengerti. Bukankah ini lucu!


“Daddy sudah berusaha adil pada kalian! Daddy memberimu ....”


“Kenapa kau tak mau membuka matamu dan menyadari kesalahanmu!” Lagi-lagi, Ariana memotong ucapan Josh. Kali ini, Ariana berucap pelan. Ariana rasa, ini titik kesabarannya yang paling akhir. “Kau tau, apa harapanku setiap aku ulang tahun. Aku selalu meminta agar aku bisa merubah darahku agar tak ada jejak DNA mu di dalam tubuhku. Tapi kini, aku tak perlu berdoa lagi hal yang sama. Karena kini, suamiku telah mengabulkan doaku ... Kalian tak perlu repot-repot lagi mencariku, tak perlu repot -repot menyembunyikanku pada dunia. Karena mulai detik ini. Aku memutuskan hubungan kita. Aku tak ingin mendoakan kalian dan aku pun tak mengutuk kalian. Hanya saja, aku percaya, kalian akan memanen apa yang kalian tanam.”


Scrooll lagi gak 🤣🤣 Scroll lah masa enggak


Ga komen ga flend pokonya.