Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
Bertemu di pemakaman


Tring!


Satu pesan masuk kedalam ponsel Gabriel. Gabriel membuka pesan itu kemudian tersenyum, ternyata sang Ibu mengiriminya foto Grisya. Ia kembali mengalihkan tatapannya ke arah luar, di mana Grisya sedang bermain bersama Gabby.


Ia kembali melihat foto Grisya, kemudian membelai layar ponselnya, seolah ia sedang membelai wajah putrinya.


“Kau cantik sekali,” lirih Gabriel dengan hati yang pedih. Setitik bulir bening terjatuh dari pelupuk matanya, kemudian ia mengadahkan kepalanya ke belakang, agar tangisnya tidak luruh . Ia berusaha untuk tak menangis, karena itu semakin membuat hatinya perih.


Gabriel melihat jam di dinding, kemudian ia berjalan dengan pelan ke walk-in closet, untuk mengambil jaket. Hari ini, ia akan pergi ke makam putranya.


Untuk pertama kalinya, setelah ia mengetahui semuanya. Ia memutuskan untuk ke makam Selome, mendiang putranya. Awalnya, ia tak mempunyai keberanian untuk datang. Bahkan untuk sekedar menatap Nissan putranya saja ia sungguh malu.


Tapi sidang akan digelar dua hari lagi dan Gabriel akan dijatuhi hukuman, itu berarti. ia tak punya kesempatan untuk melihat makam putranya, maka dari itu ia memutuskan untuk memberanikan diri datang ke makan Selome.


“Kau mau ke mana?” tanya Stuard ketika Gabriel keluar dari kamarnya. Stuard yang akan menghampiri Gabriel langsung menghentikan langkahnya ketika pintu kamar Gabriel terbuka, dan Gabriel keluar dari kamarnya.


Sejujurnya, ada rasa was-was dalam diri Stuart ketika Gabriel keluar dari mansion ini, ia takut Gabriel nekad atau kembali pergi dan melakukan hal ceroboh. Apalagi sekarang, tampilkan Gabriel sudah rapih.


“ Dad aku ingin mengunjungi makam putraku,” jawab Gabriel. Dada Stuart berdesir, ketika melihat ekspresi Gabriel, Terdengar nada malu-malu dari nada bicaranya, ketika Gabriel menyebutkan akan pergi ke makam putranya.


Stuard tersenyum, kemudian menepuk pundak Gabriel. “Supir Daddy, akan mengantarmu,” ucap Stuard, Gabriel pun mengangguk, karena memang ia tak bisa menyetir seorang diri.


Setelah melewati perjalanan yang cukup jauh, akhirnya Gabriel sampai di pemakaman mewah di mana tempatnya tempat putranya dikuburkan.


Saat akan memasuki gerbang, Gabriel terdiam. Rasa sesak menghantam dadanya, jantungnya terasa di sayat-sayat oleh pisau yang tajam. Ia sungguh ingin masuk. Tapi terlalu malu untuk menatap nisan sangputra. Gabriel menghela nafas, kemudian menghembuskannya. ia menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Lalu mulai melangkahkan kakinya.


Gabriel terdiam, ia termenung saat menatap nisan yang bertuliskan nama Selomi Josephine. Sudah 10 menit Gabriel berdiri. Tapi ia tidak melakukan apapun, matanya hanya fokus menatap nisan sang putra.


Dunia Gabriel seketika berhenti berputar, semuanya menggelap, ketika ia secara langsung melihat nama putranya terpampang di nisan. Dan sekarang, Gabriel sudah tak bisa menahan dirinya lagi, ia bersimpuh kemudian memegang nisan makam putranya. lalu mencium nisan tersebut dan menangis histeris.


20 menit berlalu, akhirnya Gabriel bisa mengendalikan diri. Selama di makam, ia hanya menumpahkan tangisannya. Tanpa berkata sepatah katapun dan setelah 20 menit berlalu


Akhirnya Gabriel bangkit dari jongkoknya dan memutuskan untuk pulang.


Tak lupa, sebelum pulang ia mencium nisan sangputra. setelah itu Gabriel berbalik kemudian berjalan dengan pelan memakai tongkat untuk keluar dari area pemakaman, ia memutuskan untuk langsung pulang. Ada rasa lega yang di rasakan Gabriel, setelah ia menghampiri makam putranya.


Saat ia akan keluar, langkahnya terhenti ketika melihat Amelia turun dari mobil, ternyata Amelia pun juga ingin mengunjungi makam putranya


Dan kini, kedua pasangan itu saling menatap dalam jarak yang tak terlalu jauh. Hingga ...


Lagi down banget karena anak sakit. Kayanya butuh komentar yang Banyak. Yoks komen, yang banyak bsok malem aku update 3 bab