
"Bibi, bukankah bibi datang seminggu sekali dan tadi bibi sudah memasak, kenapa bibi datang lagi?" tanya Simma. Membuat wajah Fany menegang.
"Nonna Audrey memerintahkan saya untuk datang tiap hari, Nona," dustanya, padahal jelas-jelas ... Stuard yang memerintahkannya.
"Bukankah tadi pagi bibi sudah datang, kenapa bibi datang lagi?" tanya Simma lagi. Membuat Fanny kebingungan. "Maaf, Bi. Silahkan lanjutkan," ucap Simma lagi. Simma tak ingin banyak berpikir, tubuhnya sudah terasa lemas. Ia membutuhkan istrahat secepatnya.
Setelah Simma meninggalkan dapur. Fanny merogoh sakunya. Ia mengeluarkan bubuk serbuk yang di berikan oleh Stuard. Bubuk itu adalah vitamin terbaik untuk ibu hamil, tentu saja Stuard sudah berkonsultasi dengan dokter kandungan terbaik.
Simma membaringkan dirinya, ia menatap kosong kedepan. Lalu ia memukul-mukul dadanya, karena sesak itu masih terasa. Ia butuh tempat bersandar. Ia butuh seseorang untuk mendengarkan keluh kesahnya. Tapi Simma sadar, ia tak punya siapa-siapa. Hidupnya bagai orang tak tentu arah
Jika saja Josh tak menyinggung statusnya yang hanya sebagai pengasuh Kelly, tentu Simma masih berani menjadikan Audrey tempat bersandar. Tapi, karena penghinaan Josh, Simma kehilangan satu-satunya tempat bersandar. Setelah puas bergulat dengan pikirannya sendiri, mata Simma mulai memberat, perlahan ... Matanya mulai terpejam.
•••
Stuard tersenyum saat melihat ponselnya. Rupanya Fanny mengirimi Stuard foto Simma yang sedang makan, terlihat jelas Simma baru terbangun karena rambutnya masih acak-acakan.
Setelah membuntuti pulang dari taman dan mengikuti Simma pulang ke apartemennya. Stuard pun kembali ke kantornya. Tak lupa ia mengganti pakaian dan stylenya.
Karena jika bertemu Simma, Stuard akan berdandan biasa dengan rambut yang sedikit berantakan layaknya seorang pengangguran. Tapi saat dia pergi ke kantor, ia akan memakai setelan terbaik, dari bawah hingga atas.
Tak lama pintu di ketuk, sosok Rain sang sekretaris muncul membawa beberapa dokumen.
"Ini yang anda minta Tuan," ucap Rain sambil memberikan map pada Stuard.
Stuard memeriksanya dengan seksama. Ia mengangguk-nganggukan kepalanya karena puas dengan hasil yang di bawa oleh Rain.
"Jadwalkan pertemuan dengan Tuan Josh besok. Agendakan untuk menyepakati kerja sama yang akan berlangsung," titah Stuard. Matanya memerah saat menyebut nama Josh. Ia sungguh ingin menghancurkan Josh karena telah membuat wanitanya menangis.
Rain pun mengangguk. Lalu berlalu pergi meninggalkan ruangan Stuard. Stuard pun kembali melanjutkan pekerjaannya.
•••
Waktu menunjukan pukul 16.00 waktu Rusia. Simma mematut diri di cermin, memastikan tampilannya sudah rapih. Ia berencana untuk mememui Audrey.
40 menit kemudian, Simma pun sampai di alamat yang di berikan oleh Audrey. Keningnya mengkerut bingung saat ia turun di alamat yang Audrey masuk.
"Caffe La'Shimma," lirih Simma saat membaca cafe di depannya. Baru saja ia akan merogoh sakunya untuk menelpon Audrey. Pintu caffe terbuka dan Audrey keluar dari caffe tersebut.
"Simma!" panggil Audrey. Membuat Simma menoleh.
"Aku ingin menunjukan sesuatu padamu," jawab Audrey sambil menarik tangan Simma untuk masuk kedalam
Saat Simma masuk kedalam. Matanya berbinar takjub melihat dekorasi cafee yang begitu mewah. 'Audrey untuk apa kita di sini?" tanya Simma yang masih bingung.
Audrey pun mengajak Simma untuk duduk. Lalu dan kini, mereka duduk bersebelahan.
"Audrey, kau sungguh membuatku bingung," ucap Simma. Namun, Audrey hanya tersenyum. Lalu tak lama ia menggenggam tangan Simma.
"Simma, berjanjilah. Untuk kali ini kau akan menurut padaku!" titah Audrey dan Simma pun mengangguk dengan polosnya.
"Simma, kita memang tak mempunyai hubungan darah. Tapi saat aku menemukanmu dan mengobatimu, aku amat menyayangimu dan menganggap kau sebagai adikku. Selama ini, kau sudah menemaniku, membantukku, menyayangi Kelly dan memberi Kelly yang terbaik. Dan sebagai rasa terimakasih kami, kami memberikan caffe ini untukmu," ucap Audrey, membuat Simma langsung menutup mulut karena tak peracaya.
"A-Audrey ...." Mata Simma tampak berkaca-kaca. Ia terharu sekaligus takut.
"Barusan kau sudah berjanji untuk menurut padaku bukan ... Kau tak boleh menolak.Caffe ini milikmu
Simma
Josh Rush
Stuard Josepin
Khaira Simma
Kisah Simma ini pasti akan sesuai dengan keinginan kalian dan akan ada karma yang tak terduga untuk Josh. wkwk karena aku ga mau berbelit-belit jadi karma buat Josh sebentar lagi ya.
Cinta tulus setelah bercerai udah update, ya, di sebelah 😘
Hate komen Blok , 😎