
Justin tak menjawab ucapan Ariana. Ia menaikkan kaki Ariana ke ranjang. Lalu membantu Ariana untuk berbaring.
Saat Ariana sudah berbaring, ia pun ikut berbaring. lalu mengelus rambut istrinya. “Aku sungguh mencintaimu Sayang. Aku benar-benar mencintaimu. Aku takkan pernah berpikir apa yang kau pikirkan. Kau hidupku dan kau adalah segalanya. jadi berpikir bahwa aku akan meninggalkanmu,” ucap Justin. tangannya tergerak untuk mengelus perut istrinya. “Di sini, ada anak kita. Dan mereka pasti akan sangat bangga mempunyai ibu sepertimu, ibu yang sangat baik hati dan sangat cantik. kami akan sangat mencintaimu dan menyayangimu sampai kapanpun. Jadi, tolong Jangan berkecil hati,” kata Justin. Ia terus mengelus perut Ariana membuat tangis Ariana kembali pecah.
”Baik, kita temui keluargamu tapi dengan satu syarat!” kata Justin, Ariana yang sedang menangis sambil memejamkan matanya langsung membuka kembali lagi membuka matanya.
“Mulai besok, jika kau ingin sesuatu katakan padaku. Jika kau sedang mengidam apapun katakan padaku. Seberapa sulit pun itu, aku akan melakukannya untukmu,” kata Justin lagi, Ariana pun mengangguk dengan tangis yang berderai.
“Tidurlah! ini sudah malam. Lusa kita akan melihat keluargamu!” kata Justin lagi. tangannya mengelus kepala istrinya dan satu tangan yang lagi masih membelai perut istrinya.
Perlahan, tangis Ariana mulai mereda. ia memejamkan matanya dan tak lama terdengar helaan nafas Ariana sudah teratur pertanda Ariana sudah tertidur. Justin bangkit dari duduknya kemudian ia menatap Ariana lekat-lekat. Pandangannya, langsung tertuju pada kaki istrinya.
Ia mengangkat gaun tidur istrinya, kemudian ia meringis saat melihat beberapa titik di kaki istrinya membiru dan ia yakin istrinya pasti memukul kaki-kaki nya seperti biasa.
Justin turun dari ranjang, dengan pelan ..
Ia mengambil minyak zaitun kemudian memija lembut kaki istrinya.
Setelah selesai, Justin mendongak melihat ke atas. Ia kembali meringis saat Ariana terlihat gelisah walaupun sedang tertidur.
Justin mmencium perut istrinya. ”kita pasti bisa membahagiakan, Mommy,” kata Justin seolah ia telah berbicara dengan kedua anaknya.
Setelah itu, ia kembali turun dari ranjangnya untuk pergi ke kamar mandi.
“Hu-hubby!” panggil Ariana saat Justin sedang duduk di sofa. Hari ini, mereka berencana untuk pergi melihat Brianna dan Josh seperti janji Justin sebelumnya.
Justin yang sedang melamun tersadar. kemudian ia tersenyum, dipikiran lelaki tampan itu, sedang memikirkan bagaimana caranya menjelaskan pada Ariana tentang apa yang terjadi kepada orang tuanya tentu saja ia sangat khawatir Ariana mengetahui apa yang dilakukan olehnnya.
Justin memanjangkan tangannya lalu merangkul tubuh Ariana dan mendudukkan istrinya Ariana di pangkuannya.
“Kau udah siap?” tanya Justin. Ia mengelus perut istrinya dan mencium pipi Ariana bertubi-tubi.
“Hubby, kau terlihat seperti banyak pikiran sekali. Aa Kau keberatan kita pergi? Kalau keberatan kita tak usah pergi atau kita bisa menundanya lain kali?” tanya Ariana namun Justin menggeleng. “Tidak kita akan tetap pergi sekarang. Tapi ... Justin menghentikan ucapannya karena bingung harus mengatakan apa pada Ariana.
Sepertinya, Ariana tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Justin ia mengecup pipi Justin hingga Justin menoleh. “Tidak apa-apa, aku sudah tahu semuanya. Aku tahu apa yang kau lakukan kepada orang tuaku,” ucap Ariana lagi
membuat mata Justin membulat.
Tiba-tiba, lututnya melemas. Bagaimana jika Ariana takut kepadanya. “Aku tidak apa-apa, sungguh. Aku tahu kau melakukannya karena mempunyai alasan. aku hanya akan melihat mereka saja dan kita bisa kembali lagi ke sini,” ucap Ariana membuat Justin menghela nafas lega.
Saat sampai, Ariana menutup matanya saat melihat kondisi Briana yang ....
Gengs, lapak cinta suci Zalila juga udah update ya.