
Desahannn demi desahannn terderngar dari kamar itu, ini percintaan mereka yang hebat, hingga rasanya Stuard tak ingin berhenti dan ingin terus bermain, mengerjai istrinya.
"Dad, aku lelah!" kata Simma dengan nada sedikit kencang. Setelah selesai, Stuard berencana mengulang lagi percintaan mereka. Namun, secepat kilat, Simma merebahkan dirinya dan menutup sekujur tubuhnya dengan selimut. karena takut Stuard akan menyerangnya lagi.
Stuard terkekeh, ia membatalkan niatnya. Lalu membaringkan diri di sebelah Simma.
Keesokan harinya.
"Dimana dia?" tanya Stuard pada Rain, lewat sambungan telpon.
"Aku akan datang 15 menit lagi."setelah mengatakan itu, Stuart mematikan panggilannya.
"Kau akan keluar, Dad?" tanya Simma saat ia masuk ke kamar. Stuard berusaha menetralkan napasnya. Ia tak ingin istrinya tau bahwa ia akan menemui Kareen dan memberi Kareen pelajaran.
"Aku hanya akan pergi sebentar, Sayang. Tolong bilang pada anak-anak. Aku akan segera kembali dan mengajak mereka pergi membeli mainan." Setelah mengatakan itu Stuard langsung keluar dari kamar, membuat Simma memgernyitkan keningnya.
•••
Stuard mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh, tangannya mencengkram erat kemudi, ia sungguh tak sabar untuk memberikan pelajaran pada Kaka iparnya.
Setelah sampai di tempat, Stuard keluar dari mobil. Emosinya berkobar hebat, matanya berapi-api, darahnya berdesir. Jika mengingat perlakuan Kareen pada istrinya, rasanya ia ingin menghancurkan Kareen sehancur-hancurnya.
•••
Tubuh Kareen terikat di kursi, ia meronta-ronta mencoba melepaskan tali yang melilit tubuhnya. Tapi tak bisa, tali itu begitu kuat melilit tubuhnya.
Saat Kareen melamun, ia terperanjat kaget saat ada yang memukul kepalanya dari belakang dengan balok kayu. Di tengah rasa sakitnya, ia menoleh kebelakang, matanya membeliak saat melihat Stuard tersenyum Devil padanya.
Tak lama, beberapa orang menghampiri Stuard. "Buka ikatan dia!" titah Stuard pada orang-orang tersebut.
"Apa kau marah padaku karena wanita sial itu?" tanya Kareen yang menyangka bahwa Stuard menghajarnya karena Simma.
Mendengar ucapan Kareen, darah Stuard semakin mendidih. Secepat kilat, ia langsung menendang kursi hingga tubuh Kareen terjungkal kebelakang. Saat Kareen terkapa di lantai. Stuard langsung menerjang kareen..Ia menaiki tubuh Kareen lalu menghajar kareen tanpa ampun
"Bajingannn!" teriak Stuard, matanya menatap nyalang pada Kareen. Tak lama, Kareen menggulingkan Stuard. Ia langsung berdiri, begitu pun Stuard.
"Ayo kita bertarung, Brengsekkk!" teriak Kareen yang juga mulai terpancing emosi.
Tanpa menjawab ucapan Kareen, Stuard langsung maju dan menghajar kareen. Mereka saling menghajar satu sama lain.
Perkelahian Kareen dan Stuard cukup sengit. Mereka berkelahi dengan ganas dan saling menyerang tanpa ampun. Hingga akhirnya, Stuard berhasil melumpuhkan Kareen.
Di wajah kedua orang itu sudah berlumuran darah, Stuard mendorong tubuh Kareen ke dinding dan memegang kerah baju kareen.
"Berani sekali kau menghina istriku dan berniat menyimpan anak-anakku di panti asuhan!" teriak Stuard, ia kembali memberikan bogem mentah di wajah Kaka iparnya.
Saat kareen akan menegakan kepalanya, matanya menatap Simma sedang berdiri di belakang tubuh Stuard.
Simma menutup mulutnya saat melihat apa yang terjadi di depannya. Karena merasa curiga, ia mengikuti Stuard diam-diam.
"Heh, bodoh! katakan pada suamimu untuk melepaskanku!" teriak Kareen, membuat Stuard menoleh kebelakang.
Stuard ....
Udah 3 bab ye Bun. Awas aja kalau bilang sedikit .