
"Kau mau apa, Sayang. Daddy akan memberikannya padamu," jawab Zayn, ia senang jika Ariana meminta sesuatu padnya. Sebab, selama inii, Ariana selalu menolak jika dia menawarkan sesuatu.
Ariana tampak terdiam, ia sungguh malu mengatakan keinginannya. Tapi ia tak punya pilihan lain, hanya pada Zayn ia berani meminta.
"Dad, jika kau tak keberatan bisakah kau mendaftarkanku ke sekolah khusus anak cacat. Aku ingin sekolah. Tapi, aku malu jika harus bersekolah di sekolah biasa, pasti akan banyak yang mengejekku," kata Ariana, ia tersenyum. Namun, matanya berkaca-kaca.
Zayn memalingkan tatapannya ke arah lain, ia ingin sekali menangis saat mendengar ucapan Ariana. bahkan, lelaki sekuat Zayn dan searogan Zayn ingin meneteskan air mata saat mendengar permintaan Ariana.
Sungguh, saat ini ia ingin menghajar Josh bahkan ingin membunuh pamannya, karenanya Ariana harus menderita seperti ini.
Mata Ariana memanas saat Zayn memalingkan tatapannya ke arah lain. Gadis kecil itu menyangka Zayn tak bisa mengabulkan keinginan.
"Permintaan ku pasti tak masuk akal, kan, Dad," ucap Ariana mata gadis kecil itu sudah berair, satu kali kedipan saja. Bisa di pastikan tangisnya sudah mengalir. "Maafkan aku, Daddy. Daddy tak usah menuruti kemauanku. Seharusnya aku sadar, bahwa hal itu mustahil," sambung Ariana lagi sambil tersenyum, kemudian menunduk.
Zayn tersadar, dengan cepat, ia kembali mengalihkan pandangannya pada Ariana. Matanya membulat saat melihat Ariana sudah tertunduk.
"Ti-tidak, Sayang. Da-Daddy ...."
"Daddy terimakasih atas makanannya. Terimakasih atas waktu Daddy. Maaf aku lelah, kalau begitu aku permisi ke kamar." Ucap Ariana yang memotong ucapan Zayn. Tanpa menoleh lagi pada Zayn, Ariana turun dari kursi dan berjalan.
Zayn mengutuk dirinya sendiri. Ia lupa, Ariana adalah orang yang sangat perasa. Saat Ariana turun, Zayn bangkit dari duduknya. Ia langsung menghadang langkah Ariana, dan berdiri di depan gadis kecil yang sudah menangis.
Zayn menekuk kakinya, ia menyetarakan diri dengan Ariana. Lalu membawa gadis kecil itu kedalam dekapannya. "Ariana, menangislah di pelukan Daddy," kata Zayn. Ia tau, yang di butuhkan gadis kecil di depannya ini adalah sebuah pelukan. Perlahan, tangis yang berupa hanya isakan itu, mengencang. Ariana merebahkan kepalanya di pundak Zayn, dan merangkul leher Zayn. Ia menangis sesegukan.
Mungkin, bagi sebagian orang berpikir. Ariana hanya anak-anak yang di bujuk pun pasti akan luluh. Jika mereka berpikir begitu, lantas kenapa Ariana masih tak bisa memaafkan kedua orang tuanya.
Itu semua, karena luka yang di berikan kedua orang tuanya begitu membekas. Saat anak sebaya Ariana mendapat kasih sayang berlimpah, Ariana hanya mendapat kasih kekecewaan dan rasa kesepian.
Ia terlalu kecil untuk mengerti apa yang di lakukan oleh Josh. Diasingkan, di pisahkan dengan sang ibu. Tau apa yang paling membuat hati Ariana terluka? Ketika dia tau, bahwa sang ayah berkata pada dunia bahwa dia sudah mati.
Jantung Josh serasa di tikam ribuan jarum saat mendengar percakapan Ariana dan keponakannya. Ya, sedari tadi, Josh menguping dan mendengar semuanya.
Ia tak bisa menahannya lagi, ia langsung masuk dan berjalan kedalam. "A-ariana ...."
Scroll lagi iesss
Harus dan wajib banget tinggalin komen
Ini asli, waktu ngetik Ariana pengen sekolah aku nangis.
Gengs jadi pasti banyak yang bilang, kenapa Ariana susah banget buat maafin Josh.
Kalian udah ngikutin kisah Ariana dari awal, jadi aku rasa kalian tau gimana sakitnya Ariana.