Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
hujan


Dada Amelia, terasa sesak ketika melihat wajah Gabriel yang pucat. Bahkan, mata Gabriel terlihat sangat sayurm.


“Amelia.Tidak apa-apakan kita menginap di hotel. Grisya juga sedang menginap di rumah ibu,” ucap Gabriel. Tanpa pikir panjang, Amelia pun mengangguk. Karena rasanya, ia tak tega melihat Gabriel.


”Gabriel, pindahlah kebelakang. Biar aku yang menyetir” ucap Amelia. Namun, Gabriel menggeleng. “Tidak apa-apa, kau istirahat saja,” ucap Gabriel sambil tersenyum. Dia mengelus perut Amelia, membuat Amelia terpaku. Setelah itu, Gabriel pun mulai memutar arah mobil, kemudian ia menuju hotel yang ada di seberang.


Setelah memesan hotel, mereka pun naik ke atas.Dan setelah masuk ke dalam, Gabriel langsung berjalan ke kamar mandi. Sedangkan Amelia langsung mendudukkan diri di sofa.


Amelia memeluk tubuhnya karena terasa dingin. Ia menepuk keningnya, karena ia tidak membawa pakaian. Begitupun Gabriel.


10 menit kemudian, Gabriel keluar dengan menggunakan bathrobe, ia juga membawakan bathrobe untuk Amelia.


“Amelia, pakailah!” titah Gabriel. Ia menyodorkan bathrobe untuk Amelia.


“Tidak apa-apa, disini hanya ada aku saja. Pakailah!” titah Gabriel saat Amelia ragu memakai bathrobe, karena bathrobe itu begitu tipis dan begitu pendek.


Mungkin jika di pakai, oleh Amelia, hanya sebatas paha. Mau tak mau, Amelia pun mengambil bathrobe tersebut. karena rasanya, tak nyaman di jika memakai seragam.


Setelah Amelia pergi, Gabriel langsung mendudukkan diri di sofa. Ia langsung mengadahkan kepalanya ke atas dan memejamkan matanya. Kepalanya terasa berputar-putar.


Gabriel kembali menegakan tubuhnya karena mengingat sesuatu. Ia langsung menelpon pihak hotel untuk membawakan pesanannya yang tadi sudah dipesan sebelum ia masuk ke kamarnya.


10 menit kemudian, Amelia pun keluar. Ia menutup pahanya dengan tangan, karena bathrobe itu begitu pendek.


Sepuluh menit berselang, Amelia menoleh kebelakang. Ia melihat Gabriel, karena tidak ada pergerakan dari suaminya. Ternyata, Gabriel masih dengan posisi yang sama. Tapi sekarang, sepertinya Gabriel sedang terlelap.


Hati Amelia terasa tak enak, ketika melihat keringat di wajah Gabriel dan Gabriel pun terlihat gelisah. Perlahan, Amelia bangkit dari berbaringnya. Kemudian turun dari ranjang lalu menghampiri Gabriel.


“ Gabriel!” panggil Amelia. Namun, Gabriel tidak menjawab. “Gabriel!” panggil Amelia lagi. Dan kali ini, Gabriel membuka matanya.


“Ada apa? apa kau ingin sesuatu? apa kau butuh sesuatu? Sebentar, aku akan menelpon pihak hotel untuk menanyakan makanan kita,” jawab Gabriel. Namun, Amelia menggeleng.


Wajah Gabriel begitu pucat, secara alami. Amelia langsung memegang kening Gabriel. “Gabriel, kau panas sekali,” ucap Amelia dengan terkejut. Tidak apa-apa, tidurlah lagi. Aku akan menunggu makanan dan membangunkanmu,” ucap Gabriel. Namun Amelia menggeleng.


“Gabriel, ayo tidur. Kau butuh istirahat yang banyak,” kata Amelia dengan semburat malu-malu. wajah Gabriel berbinar, ketika mendengar ucapan Amelia. Ini pertama kalinya, Amelia memerhatikannya.


“Ayo!” ajak Amelia lagi, kemudian ia berbalik karena ia merasa malu telah mengajak Gabriel. Dengan semangat, Gabriel pun mengikuti langkah Amelia. Kemudian, ia membaringkan diri di ranjang menyusul istrinya.


••••


Waktu menunjukan pukul dua malam, Amelia yang sedari tadi tidur membelakangi Gabriel, langsung berbalik karena rasanya ia begitu pegal. Saat ia berbalik, ia terpekik kaget, ketika Gabriel masih membuka matanya.


“Ga-Gabriel kau tidak tidur?” ucap Amelia terbata-bata.


Gabriel scroll Gengs