
Audrey menghembuskan napas lega saat Zidan memberikan ponsel tanpa melihat layar. Ia langsung menerima ponsel tersebut dan langsung menaruh di samping tubuhnya.
Ia tak mungkin menerima panggilan karena Zidan masih ada di ruangan.
"Aku permisi nona Audrey," ucap Zidan yang mengerti bahwa Audrey ingin mengangkat teleponnya.
"Hallo, Sima," ucap Audrey saat mengangkat panggilannya.
"Tidak ... Kelly akan lebih aman bersamaku. Dia sudah bebas dari penjara, dan dia baru saja menemuiku. Dia bilang, dia akan pergi ke Argentina. Jadi, sebelum dia pergi menemukan kalian, bawa Kelly kemari," jawab Audrey saat mendengat pertanyaan orang yang di telponnya.
"Siapkan semua! Aku akan menjemput kalian di bandara!" ucap Audrey lagi. Setelah mengatakan itu, Audrey pun mematikan telponnya.
Setelah mematikan panggilannya. Audrey melihat layar ponselnya, ia tersenyum saat melihat foto putrinya yang kini berusia 7 tahun.
Tiba-tiba, bulir bening mengalir dari pelupuk matanya saat mengingat Kelly, putrinya.
Audrey adalah mantan seorang anak buah Mafia, sepak terjangnya di dunia hitam sudah tak bisa di ragukan lagi.
Saat usia Audrey 14 tahun, ia di jual oleh sang ayah yang merupakan penjudi kelas kakap. Audrey menjalani kehidupan masa remajanya dengan suram. Kekerasan, siksaan, bahkan pelecehan sexual sering ia alami.
Saat usianya menginjak 20 tahun, Audrey kabur karena takut di jual oleh grup yang biasa menjual wanita untuk di jadikan wanita penghibur.
Ia bergabung dengan grup mafia yang sangat di takuti. Ia sengaja masuk ke grup mafia tersebut agar grup yang akan menjualnya takan bisa lagi menangkapnya.
Tentu saja tak mudah bagi Audrey untuk masuk ke grup Mafia yang terkenal dengan kekejamannya. Ia harus mempunya fisik yang kuat dan keberanian yang besar. Beberapa kali mengikuti test akhirnya Audrey lolos. Hanya dalam beberapa tahun, Audrey berhasil menjadi anak buah terbaik di grup Mafia tersebut.
Saat itu, Josh datang untuk menyewa seorang bodyguard untuk dirinya yang akan pergi ke Rusia. Dan saat itu, Audrey lah yang terpilih.
Namun, setelah masa kontrak Audrey dan Josh selesai. Josh kembali memerpanjang masa kontraknya. Ia menugaskan Audrey untuk mengawasi keponakannya yang akan pergi ke Korea.
Namun, petaka itu terjadi. Petaka saat Zidan mabuk dan Audrey membawa Zidan pulang ke hotel.
Saat itu, Zidan begitu depresi. Ia begitu lelah dengan hidupnya. Urusan keluarga, pekerjaan yang berat, serta lingkungan yang baru begitu membenaninya.
Zidan yang benar-benar dalam kondisi depresi mencoba pergi ke Bar, dan itu adalah pertama kalinya ia meminum minuman beralkohol.
Dan ia nekad meminum dalam jumlah banyak, dan saat Audrey mengantarnya ke hotel. petaka itu terjadi. Saat Audrey melepaskan sepatu Zidan, Zidan malah menarik tangan Audrey. Hingga dosa besar itu terjadi.
Entah siapa yang memulai, mereka akhirnya menanggalkan pakaian mereka dan terjadilah yang seharusnya tak terjadi.
Beberapa jam setelahnya, Audrey terbangun dalam dekapan Zidan, ia tak menyangka, ia dan Zidan bisa melakukan sebuah dosa besar. Ia melihat pakaian Zidan tergeletak di lantai. Dan dengan cepat, ia memakaikan pakaian Zidan kembali, berharap, Zidan tak sadar dengan apa yang baru saja terjadi.
Sebelum Audrey meninggalkan hotel, ia melihat lekat-lekat wajah Zidan. Ia tersenyum. Nyatanya ia sudah menyukai Zidan saat pertama kali melihat Zidan, di tambah lagi ia merasa nasibnya dan Zidan sama-sama tragis.
Saat Audrey melepaskan sepatu Zidan, Zidan malah menarik tangan Audrey. Hingga dosa besar itu terjadi.
Sampai ....
Babang Zidan udah nyolong star duluan 🤣🤣
Hai gengsss, mau minta maaf nih, kondisi otor lagi kurang sehat. jadi kayanya baru bisa khilaf nanti senin. Jadi besok ama minggu paling bisa update satu part dulu.
Masa lalu Zidan sama Audrey di bahas besok ya, termasuk kenapa Zidan ga inget dll. jadi jangan nerka2 dulu ya gengs
Hate komen : Blok 🤣🤣