Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
389


keesokan harinya.


Ariana terduduk di ranjang. Matanya lurus kedepan. Ia melihat hamparan laut yang terlihat dari jendela kamarnya. Hari ini, ia sedang menunggu psikiater akan tiba sebentar lagi..


Saat bangun tidur, dengan lemah lembut, Justin meminta agar Ariana menemui psikiater.


Dan Ariana tak punya pilihan lain, selain menuruti kemauan suaminya.


15 menit berlalu, pintu kamar terbuka. Ariana menoleh. Muncul sosok wanita cantik, memakai jas dokter dan Ariana tau, itu adalah prisikater.


“Selamat siang Nona Ariana,” kata dokter tersebut saat menghampiri Ariana. Ariana tersenyum.


“Selamat siang,” balas Ariana denhan ramah.


“Bisakah kita mulai di sini?” tanya Ariana. Dokter yang bernama Angel pun mengangguk.


“Nona, Ariana. Bisakah anda menatap saya?” tanya Angel, Ariana merubah posisinya hingga kini, dia duduk menyamping dan menghadap pada Angel.


“Nona Ariana. kita mulai sekarang?” tanya Angel. Ariana mengangguk. “Anda boleh menceritakan semua keluh kesah anda pada saya,” Kata Angel. Ariana tampak terdiam. Membuat Angel tampak berpikir. Sepertinya tak akan mudah membujuk Ariana.


“Apa yang paling membahagiakan di dalam hidup anda Nona?” tanya Angel. Ia berusaha memancing Ariana.


Ariana tampak berpikir, kemudian kembali menatap kedepan. Matanya menerawang. “Mungkin saat aku menikah,” kata Ariana. Angel mengangguk-ngangukan kepalanya.


“Apa suami anda baik?” tanya Angel.


“Dia baik dan sangat sempurna,” jawab Ariana. “Hanya saja, dia mempunyai selera yang cukup buruk,” kata Ariana lagi.


“Selera buruk?” ulang Angel. Ariana mengangguk. “Seleranya begitu buruk, dia malah memilihku yang cacat sebagai istrinya. Sedangkan di luar Sanah masih banyak wanita cantik,” kata Ariana lagi di akhiri dengan kekehan di belakang kalimatnya. Membuat Angel mengehela nafas. Sepertinya, ia tau apa yang di rasakan oleh Ariana.


“Di sini sepi, terkadang aku merasa asing.”


“Apakah keinginan anda untuk tinggal di sini?” tanya Angel Ariana mengangguk.


“Setelah menikah, aku hanya khawatir dia malu dengan kondisiku. Walau bagaimana pun, dia adalah lelaki yang sangat hebat. Mempunyai koneksi yang sangat kuat. Dan tentu, teman-teman yang berpengaruh. Aku takut, dia malu mengajakku dan memperkenalkanku dan aku juga takut teman-temannya meledeknya karena dia menikahi wanita cacat sepertiku,” kata Ariana.


Bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk matanya saat mengatakan hal yang selama ini ia pendam. Ia akui, tinggal di pulau pribadi ini cukup asing. Terkadang, jika Justin sedang berada di ruang kerja, ia selalu kesepian ia juga tak berani menganggu suaminya.


Mendengar Ariana terisak, Angel menggengam tangan Ariana.


“Aku hanya wanita biasa, terkadang aku selalu berkhayal bisa mendampingi suamiku pergi ke acara penting, bermain ke kantor suamiku, aku sering berandai-andai. Bagaimana jika anakku malu dan di ejek oleh teman-temannya karena mempunyai ibu yang cacat sepertiku. A-a .....” Ariana menghentikan sejenak ucapannya. Suaranya hilang, berganti dengan tangisan.


Untuk pertama kalinya, ia berani menceritakan keluh kesahnya yang selama ini ia pendam. Bahkan ia tak berani menceritakan pada Justin, karena ia takut Justin akan meninggalkannya.


Angel mengelus punggung Ariana, membiarkan Ariana menangis sepuasnya. Sesi tanya jawab sebenarnya masih panjang. Tapi melihat reaksi Ariana, sepertinya Angel tak bisa banyak bertanya.


“Aku sungguh takut, suatu saat dia bosan padaku, dan mencari wanita lain. Membawa anak-anakku pergi, dan pada akhirnya aku akan merasakan lagi bagaimana sakitnya terbuang ak ....” ucapan Ariana terhenti saat Justin masuk ke kamarnya.


Rupanya Justin mendengar semuanya dari luar. Dan saat mendengar semua ucapan istrinya, Justin langsung masuk, ia sungguh tak tahan mendengar tangisan sang istri. Ia juga tak menyangka, jika istrinya mempunyai keinginan yang terpendam dan ketakutan yang luar biasa


Justin masuk dengan wajah yang memerah dan terlihat sembab. Setelah masuk, tanpa berkata apa-apa, Justin langsung bersimpuh. Ia memeluk pinggang Ariana dan menaruh wajahnya di perut istrinya. Kemudian menumpahkan tangisannya, begitu pun Ariana.


Saat melihat adegan di depannya. Angel memutuskan untuk keluar, membiarkan pasangan itu saling larut.


Nyesek ga? 😭