
Simma mundar-mandir di kamarnya, sudah pukul 11 malam, Stuard belum juga kembali ke mansion. Padahal, tadi Stuard mengatakan akan kembali ke kantor karena ada pekerjaan. Tapi, sampai sekarang, Stuard belum juga kembali. Kecemasan Simma, semakin menjadi-jadi kala ponsel Stuard tak bisa di hubungi.
Setengah jam berlalu, terdengar suara derap langkah. Dengan cepat, Simma langsung berlari ke arah pintu dan membuka pintu.
"Daddy!" Panggil Simma, mata Simma membulat saat melihat tampilan Stuard yang berantakan. Bau alkohol tercium sangat menyengat, dan Simma yakin bahwa suaminya sedang mabuk.
"Kenapa kau belum tidur, hmm?" Tanya Stuard dengan sempoyongan. Ia berjalan ke arah Simma dan merangkul pundak Simm. Rasanya Stuard tak sanggup lagi untuk berjalan.
Simma membaringkan Stuard di ranjang. Iangsung membuka sepatu. Setelah membuka sepatu, Simma mendudukan diri di sebelah tubuh Stuard dan membuka jam tangan Stuard.
Simma menatap wajah Stuard lekat-lekat. Jantungnya terasa di remas saat melihat keadaan Stuard saat ini.
Selama hampir 10 tahun, menikah. Ini pertama kali ia melihat suaminya mabuk.
Bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk mata Simma, rasa bersalahnya semakin menjadi-jadi. Ia merasa bersalah, karena putra putrinya memecahkan barang yang sangat berharga bagi Stuard.
Selama 10 tahun ini, ini pertama kalinya ia melihat Stuard menatap Gabby dan Gabriel dengan tatapan kecewa. Yang membuat Simma semakin sesak, Stuart tetap tersenyum padahal Simma tau, bahwa suaminya sangat kesal pada kedua anak kembarnya.
Mungkin, jika Gabby dan Gabriel adalah anak kandung Stuard, Simma tak akan terlalu merasa sesak kala melihat Stuard menatap Gabby dan Gabriel dengan tatapan kecewa. Tapi, walau begitu, Simma tak menyalahkan Stuard karena memang putra-putrinya lah yang bersalah.
Gabby dan Gabriel bukan anak nakal, mereka juga tak di manja. Hanya saja Stuard mendidik Gabby dan Gabriel dengan lembut, Simma juga bukan tipe ibu yang mendidik anak kembarnya dengan keras, ia juga sama dengan Stuard mendidik anak dengan lembut.
Usia Gabby dan Gabriel masih menginjak 8 tahun, pastinya mereka sedang senang-senangnya bermain. Wajar saja, Gabby dan Gabriel berdebat atau bertengkar, memangnya apalagi yang di lakukan oleh bocah usia 8 tahun jika bukan bermain. Tak mungkinkah bocah sekecil Gabby dan Gabriel mencari uang atau melakukan pekerjaan dewasa.
Dan naasnya... Saat tadi, Gabby memecahkan guci milik Stuard, yang selama ini Stuard rawat dan jaga dengan baik. Tentu saja itu tidak sengaja.
Simma tersadar dari lamunannya saat mengingat sesuatu, ia pun menyelimuti tubuh Stuard dan bangkit dari duduknya untuk melihat kedua putra putrinya.
Saat masuk kedalam kamar Gabby dan Gabriel, Simma mengernyit heran saat melihat lampu kamar Gabby dan Gabriel belum mati. Tak lama, matanya menatap Gabby dan Gabriel sedang duduk di lantai, dengan posisi Gabby dan Gabriel saling menekuk kaki masing-masing.
"Kalian sedang apa, hmm?" tanya Simma. Membuat Gabby dan Gabriel menoleh seketika. Mereka lansung bankit dari duduknya dan berlari memeluk kaki Simma.
"Mommy, maafkan kami," ucap Gabby dan Gabriel secara bersamaan.
Satu part dulu oke,satu partnya lagi menyusul.
Jangan hate komen ke siapa pun ya. Ikuti aja aluarnya
hate komen blok 😎
•••