
Gabriel dan Amelia saling tatap saat mendengar suara Grisya, seketika itu juga, Amelia langsung turun dari pangkuan Gabriel. Kemudian ia bersembunyi di kolong meja. Hingga wajahnya, berada di depan senjata Gabriel.
Tiba-tiba, pintu terbuka membuat Amelia langsung menutup mulut karena tak ingin putrinya curiga dan mendengar suanya “Ada apa Grisya?” tanya Gabriel.
“Dad, mobil Mommy sudah datang, Tapi kenapa Mommy tidak ada?” tanya Griysa. Sebelum menjawab ucapan putrinya. Tiba-tiba, Grisya terperanjat kaget, ketika merasakan usapan di senjatanya. Ternyata, Amelia membuka kancing celana Gabrielle.
“Dad, kau baik-baik saja?” tanya Grisya.
“Grisya, tetap tempatmu!” titah Gabriel, ketika Grisya akan maju ke mejanya. Bisa bahaya jika putrinya, mengetahui apa yang sedang dilakukan Amelia.
“Mommy sedang di gudang. Ya, Mommy sudah di gudang?” jawab Gabriel dengan asal. Saat berbicara nadanya memberat saat berbicara, karena Amelia melakukan hal yang memabukan.
Saat Gabriel berbicara dengan Grisya, Amelia memberanikan diri untuk membuka celana Gabriel. Hingga kini, senjata Gabriel menegak di depan wajahnya. Amelia terdiam sejenak, kemudian ia memberanikan diri memegang senjata Gabriel, lalu memainkannya.
Setelah itu, ia kembali memberanikan diri untuk memainkan senjata Gabriel dengan mulutnya membuat Gabriel menggeram frustasi.
Gabriel yang sedang berbicara dengan Grisya, langsung memegang kepala Amelia untuk memaju mundurkan kepala Amelia dengan cepat. Tapi tak lama, ia kembali menjauhkan tangannya, karena teringat, dulu ia sering melakukan itu pada Amelia, dan ia tak mau Amelia mengingat traumanya.
Amelia yang mengerti apa yang dirasakan Gabriel, menarik tangan Gabriel kembali, menuntun tangan Gabriel untuk ke belakang, memegang kepalanya, ia mengizinkan Gabriel untuk melakukan apa yang tadi Gabriel akan lakukan. Seketika itu juga, Gabriel langsung memaju-mundurkan kepala Amelia, menuntun Amelia agar lebih cepat memainkan senjatanya.
“Gudang, gudang di mana, Dad? mana mungkin Mommy ke gudang. Apa Daddy tidak tahu mami penakut,” Jawab Grisya lagi. kerja Membuat Gabriel mengutuk dirinya sendiri, karena telah asal menjawab pertanyaan putrinya.
“Ya ... Ya, Daddy baik-baik saja,” Jawab Gabriel. Ia kembali memejamkan matanya, ketika merasakan mulut Amelia begitu membuatnya gila.
“Grisya, mungkin Mommy sedang ada di taman, jika tidak, mungkin Mommy sedang pergi ke kamar adikmu. Jadi kau cari saja di sana!” titah.Gabriel, dengan nafas yang tersendat-sendat.
Grisya tampan berpikir, kemudian ia kembali maju ke hadapan sang ayah, karena gadis kecil yang sebentar lagi akan menginjak remaja itu, merasa aneh melihat tingkah Gabriel yang tak seperti biasa.
“Grisya berhenti! cepat cari Mommy, katakan padanya kaki Daddy kesakitan! jawab Gabriel dengan dengan refleks, mendengar sang ayah kesakitan. Grisya pun langsung berbalik kemudian ia langsung berjalan ke arah luar untuk mencari sang Ibu membuat Gabriel menghela nafas.
Setelah Grisya pergi, Gabriel melihat lagi ke arah bawah, di mana Amelia sedang memainkan senjata Gabrel dengan mulutnya.
Gabriel menarik senjatanya, hingga senjatanya terlepas dari mulut Amelia. Kemudian, Amelia menghela nafas sebanyak-banyaknya. Lalu setelah itu, Gabriel membantu Amelia untuk berdiri.
“Apa aku menyakitimu?” tanya Gabriel lagi dengan panik, ketika tadi iya hampir memaju mundurkan kepala Amelia dengan sedikit keras.
Amelia menggeleng, “Tidak aku baik-baik saja,” jawab Amelia. Seketika Gabriel kembali mendekat ke arah Amelia, kemudian ia menggendong istrinya lalu setelah itu, ia membawa istrinya ke sofa dan bermain di sana ...
Dan scroll gengs