Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
Kebaikan Amelia


Ariana menggeleng ketika melihat Gabriel berjalan meninggalkannya, ia bangkit dari duduknya kemudian berniat untuk menghampiri Gabriel kembali. Namun, saat ia melangkah, langkahnya terhenti ketika Justin memegang tangannya.


“Kau mau mana sayang?” tanya Justin yang menyusul sang ibu.


“Dad, qku ingin berbicara sesuatu pada Gabriel, sebentar saja!” pinta Ariana lagi, Justin pun mengangguk. Setelah mendapat izin dari suaminya, Ariana pun berjalan untuk mengikuti Gabriel, tentu saja ia akan meminta izin ada sipir untuk berbicara di luar tahanan Gabriel.


Dan sekarang, disinilah dia berada di depan ruang tahanan Gabriel. “Gabriel, aku tak tahu kau mendengarku atau tidak. Jika kau ingin percaya maka percayalah, jika tidak maka cukup dengarkan. Kau tahu, Amelia adalah wanita terbaik yang pernah aku kenal, tak ada wanita yang setulus Amelia. Bahkan saat dulu kau dikerjai oleh senior, Amelia lah yang menggantikanmu, Amelia rela bergadang untuk membuatkan salinan tugas untukmu ketika kau tidak masuk kuliah. Gabriel ketika kau bebas dari sini, coba tatap wajah Amelia dalam-dalam, lihat matanya aku yakin masih ada sedikit Cinta Amelia untukmu.”


Setelah mengatakan itu, Ariana kembali berbalik kemudian, keluar dari sel tahanan. Sedangkan Gabriel, masih setia memandang di tangannya.


Sejak masuk, Gabriel langsung terjatuh dilantai. Ia memeluk lututnya, kemudian melihat foto itu lekat-lekat. Masih teringat jelas, kejamnya dia saat kuliah pada Amelia.


Sebenarnya, di masa lalu, mungkin dimata Ariana mereka bertiga adalah sahabat. Tapi tidak di mata Gabriel, karena faktanya Gabriel sering melarang Amelia bergabung ketika ia sedang bersama Ariana. Dan sebagai gantinya, Gabriel selalu memberikan uang untuk Amelia.


agar Amelia tidak mengganggu waktunya bersama Ariana.


Tapi Amelia selalu menolaknya, dan ia lebih memilih mengalah. Padahal saat itu, Ariana adalah teman satu-satunya dan satu-satunya dan orang yang mau dekat dengannya.


Tapi saat Gabriel mendekat kepada mereka, ia terpaksa harus merelakan untuk tidak bertemu dengan Ariana, ada alasan kenapa Amelia mengikuti perintah Gabriel, karena ia tahu Gabriel mulai tertarik pada Ariana.


dan itu menjadi pukulan telak bagi Amelia, ia sadar, sampai kapanpun ia tidak bisa bersanding dengan Gabriel atau tak mungkin Gabriel menyukainya, terkadang Amelia juga sering mendapat tatapan tak enak dari Gabriel ketika Amelia menerima ajakan Ariana. hingga mereka berjalan bertiga.


setiap Gabriel menatapnya seperti itu, Amelia selalu mengalah dan selalu ijin pulang terlebih dahulu dan tak jadi pergi bersama Ariana dan Gabriel .


Ia bisa melihat, cinta Gabriel untuk Ariana begitu menggebu-gebu, hingga akhirnya ia lebih memilih mundur dan mengikuti perintah Gabriel untuk tak mengganggu Gabriel ketika sedang bersama Ariana.


Mengingat semuanya, tiba-tiba tangis Gabriel luruh, bahu lelaki tampan itu bergetar. Penyesalan demi penyesalan menghantamnya.


Benar kata Ariana, Amelia adalah wanita baik. Bahkan ketika ia sudah melukai Amelia dengan sangat dahsyat, Amelia masih berbesar hati untuk memaafkannya.


Lalu, sekarang bagaimana cara dia menebusnya?


Ada saran gengs 🤣🤣 Komen segokil-gokilnya ya, Gabriel harus apa. siapa tau nanti otor pake idenya 🤣


Gengs satu bab dulu ye, cucian otor sudah menunmpuk..kalau ada yang mau bantu nyuci, isiin shopepay otor aja ya 🤣🤣