
Amelia tersadar kemudian ia melanjutkan langkahnya. Ia menarik kursi kemudian mendudukkan diri di sebrang Gabriel.
Sejenak, Gabriel terpaku ketika melihat wajah Amelia yang yang berubah, Amelia sekarang terlihat lebih dewasa dan juga, harus Gabriel akui, Amelia terlihat lebih berkarisma.
“Tuan Gabriel, Bisa kita mulai sekarang?” tanya Amelia. Tatapan matanya masih sama, ia menatap Gabriel dengan tatapan tegas.
Berbeda dengan Gabriel, kali ini, Gabriel menyandarkan tubuhnya ke belakang, lalu menatap Amelia dengan tatapan mengejek, seolah menertawakan Amelia.
“Aku tahu, tanganmu pasti sedang bergetar sekarang," ucap Gabriel, nada suaranya terdengar kental dengan ejekan. Dari mata Amelia saja, Gabriel tahu bahwa Amelia masih takut kepadanya.
Amelia mengangguk-anggukkan kepalanya, ia mengakui bahwa tangannya memang bergetar, seketika membuat Gabriel mati kutu. Sekarang, Amelia tidak mudah untuk di ini intimidasi sekalipun masih ada rasa takut di diri Amelia.
Tanpa menjawab ucapan Gabriel, Amelia membuka berkas yang ada di di depannya, kemudian mengajukan Pertanyaan pada Gabriel.
“Tuan Gabriel Josepin apa anda sebagai pemilik Latest Company?” tanya Amelia.
“Aku menolak menjawab sebelum pengacaraku datang,” jawab Gabriel, membuat Amelia memejamkan matanya, ia sudah menduga bahwa Gabriel akan menjawab seperti. Tapi sebisa mungkin, ia tetap tenang
“Jika anda tidak mau menjawab, anda cukup dengarkan pertanyaan saya saja,” ucap Amelia lagi. Ia yang sedang menunduk melihat berkas langsung mengangkat kepalanya dan menatap Gabriel kembali.
“Apa Anda menyelundupkan senjata dari Italia ke Rusia menggunakan Jalur laut?” tanya Amelia .
“Aku menolak menjawab sebelum pengacara ku datang,”jawab Gabriel, Amelia kembali mengangguk-anggukan kepalanya.
Sekitar 15 pertanyaan Amelia lontarkan pada Gabriel. Namun Gabriel tidak menjawab, jawaban Gabriel masih tetap sama. Ia menunggu pengacaranya datang.
1 jam berlalu, sesi tanya jawab dengan Gabriel selesai. Amelia merapikan berkas kemudian bangkit dari duduknya untuk meninggalkan Gabriel.
“Kita akan bertemu sebentar lagi setelah pengacara anda datang,” ucap Amelia setelah bangkit dari duduknya. Namun saat ia akan berbalik, langkahnya terhenti ketika mendengar ucapan Gabriel.
“Aku tak menyangka kau bisa menjadi polisi sekarang,” ucap Gabriel dengan kekehan. seolah mengejek pada Amelia.
“Bukankah itu sama denganmu, sebelum kau menjadi monster, kau pernah menjadi anak yang manis. Begitu pun aku.” Amelia mengakhiri kalimatnya dengan senyum yang misterius, karena ia tau, itu berhasil mengusik harga diri Gabriel.
Setelah mengatakan itu, Amelia kembali berbalik, kemudian meninggalkan Gabriel yang diam teerpaku. Ia berniat memancing emosi Amelia. Tapi ternyata Amelia menanggapinya dengan santai, membuat Gabriel benar-benar merasa kesal.
•••
“Apa maksudmu?” tanya Amelia kepada Reo rekan timnya.
Mata Amelia membulat ketika mendengar Gabriel dibebaskan begitu saja. Padahal, sesi introgasi belum selesai. Tapi Nick membebaskan Gabriel begitu saja tanpa ada introgasi lanjutan.
Secepat kilat, Amelia bangkit dari duduknya kemudian berjalan untuk mencari Nick, dia harus bertanya pada ketua tim Kenapa Gabriel dibebaskan.
Namun saat ia membuka pintu, gerakannya terhenti ketika Nick masuk ke dalam ruangan.
“Capt! kenapakau membebaskan Gabriel begitu saja?” tanya Amelia. Ia tampak tak terima dengan keputusan Nick. Padahal, Ia sudah susah payah menangkap Gabriel.
Nick mengusap wajah kasar, ia berusaha menahan emosi, padahal saat ini, Nick benar-benar ingin mengamuk pada Ameli, karena Amelia begitu ceroboh.
“Apa Kau bodoh, Hah!Apa Kau idiot!” Nick berteriak pada Amelia, karena Amelia melakukan kesalahan yang cukup fatal.
“Apa maksudmu, Capt?”
“Kau menangkap Gabriel tanpa ada bukti tambahan dan hanya berdasarkan asums mu saja! Apa kau tahu, tim kita bisa dibubarkan Jika kita menangkap tersangka tanpa bukti!” teriak Nick lagi. Rupanya, kali ini, Gabriel lolos karena bukti yang di bawa Amelia tidak lengkap, di tambah lagi, Gabriel begitu pintar memanipulasi semua.
Ameli menutup mulut kemudian memejamkan matanya. “Ja-jadi kita harus bagaimana, Cap?” tanya Amelia terbata-bata.
Scroll gengs