Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
328


"Terimakasih, Mister Justin," kata Ariana saat mereka sampai di luar restoran. Ariana merogoh tasnya dan mengambil ponselnya.


"Bisakah anda menuliskan nomer rekening anda, saya akan mengganti uang anda tadi."


Justin, menggeleng. Ia tersenyum. Tanpa menjawab ucapan Ariana, ia mengalihkan pandangannya kedepan, lalu menghentikan taxi dan membukakan pintu taxi tersebut untuk Ariana.


"Naiklah!" kata Justin, Ariana mengangguk. Kemudian ia berjalan dan memasuki taxi tersebut. "Terimakasih Mister," kata Ariana setelah masuk kedalam taxi.


"Jangan pikirkan apa pun," kata Justin, setelah mengatakan itu ia mengambil dompet dan membayar taxi tersebut.


Saat taxi sudah berjalan, Ariana menyenderkan kepalanya ke jendela. Matanya menatap keluar. ia ingin sekali menangis sekencang-kencangnya. Namun, sebisa mungkin ia menahannya, membuat sesak yang di rasakan ya semakin menjadi-jadi.


Saat sampai di apartemennya. Ariana, mendudukan dirinya di sofa. Tapi tak lama, ia mengangkat kakinya dan ia membaringkan diri di sofa dengan posisi meringkuk..


Lalu, ia menangis tergugu. Mendengar percakapan keluarganya membuat dada Ariana berdenyut nyeri. Selama 3 tahun ini,.Josh dan Briana memang kerap datang ke apartemennya untuk sekedar mengajaknya pulang atau mengantar makanan.


Ia pun tak pernah menolak kehadiran mereka. Ia hanya lebih banyak terdiam. Dan selalu berkata bahwa ia lebih nyaman untuk tinggal sendiri.


Tapi, mendengar percakapan keluarganya barusan, benar-benar meluluntahlan perasaanya. Dan kini, ia bersyukur, keputusannya untuk tinggal seorang diri adalah keputusan yang terbaik yang sudah ia ambil. Setidaknya, ia tak terus melihat hal yang menyakitkan ketika sang orang tuanya lebih memperhatikan Carla


••••


Ariana menghela nafas, saat membaca pesan di ponselnya. Lagi-lagi, Justin menyuruhnya untuk datang ke kampus dan memperbaiki skripisi.


Sebelum dia berjalan ke kamar mandi. Terdengar suara bell berbunyi, dengan malas, Ariana bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah pintu.


Saat membuka pintu, Ariana langsung terdiam ketika keluarganya datang.


"Mommy membawakan sarapan untukmu, Sayang," kata Briana, Ariana masih terdiam. Ia hanya menggeser tubuhnya membiarkan keluarganya masuk. Setelah keluarganya masuk, Ariana langsung masuk ke kamar untuk mandi


Saat keluar dari kamar, Sejenak ... Ariana menghentikan langkahnya. Matanya menatap ke meja makan, ada sesak yang tak terlihat saat melihat keluarganya. Ia teringat lagi percakapannya keluarganya saat kemarin.


"Ariana!" pangil Josh saat melihat Ariana masih berdiri. Ariana tersadar, ia kembali melangkahkan kakinya dan bergabung di meja makan.


Seperti biasa, Ariana makan dengan hening. Ia sama sekali tak mengangkat kepalanya dan hanya fokus pada makanannya.


"Ariana, ayo rayakan ulang tahun mu di Korea," ucap Briana setelah ia menyelesaikan sarapannya.


Ariana tersenyum getir. Padahal kemarin, dengan jelas ia mendengar bahwa ke Korea adalah keinginan Adiknya, karena adiknya adalah pecinta k pop. dan kemarin juga, ia mendengar sang ayah akan berusaha mempertemukan adiknya dan artis idolanya. Tapi, sekarang ... Sang ibu malah beralasan pergi ke Korea untuk merayakan hari ulang tahunnya. Kenapa mereka harus repot-repot berbohong.


•••


Saat akan berbelok, tanpa sengaja dia bertabrakan dengan orang lain, membuat tas yang di pegangnya jatuh seketika.


"Maaf," kata Orang yang di menabrak Ariana.


Ariana tersenyum, ternyata Gabby yang tak sengaja menabraknya..


"Kau tidak apa-apa Ariana?" tanya Gabby, Ariana menggeleng sambil tersenyum.


"Aku tidak apa-apa, terimakasih, Gabby."


"Kalau begitu, sampai jumpa!" pamit Gabby.


Setelah Gabby pergi, Ariana menoleh kebelakang. Ia menatap punggung Gabby dengan tatapan sendu. Setelah Gabby menghilang dari pandangannya, Ariana langsung meneruskan langkahnya untuk ke ruangan Justin.


"Mister!" panggil Ariana melongokan kepalanya. kedalam ruangan Justin, seperti biasa, wajah Justin tetap dingin dan kaku. Ia hanya menoleh sebentar lalu kembali fokus pada laptopnya.


Setelah ia masuk ke ruangan Justin, ia langung mendapat tugas untuk membaca buku milik Justin, sebagai referensi dan sekarang, sudah 3 jam berlalu apa pun yang di putuskan oleh Ariana untuk skripsinya selalu di tentang oleh Justin dan Ariana merasakan kesal bukan main.


"Mister!" panggil Ariana ketika Justin menolak idenya. Sejak kemarin, Ariana merasa sikap Justin semakin menyebalkan.


Justin yang sedang menerangkan pada Ariana menghentikan ucapannya. Lalu menatap Ariana.


"Why?" tanya Justin dengan wajah dinginnya, ia menopang tanganya di dagu, menambah kesan maskulinnya.


"Apa Mister tak lelah menguntitku selama bertahun- tahun?" tanya Ariana, ia sudah sangat kesal pada lelaki ini. Ariana sudah lelah dengan hidupnya, keluarganya dan lelah karena dirinya sendiri yang tak bisa berdamai dengan lukanya, dan sekarang ia harus menghadapi sikap Justin.


Justin tersedak, dan "Uhuk."


🤣🤣🤣🤣


Hate komen blok


udah pada bisa nebak kan siapa Justin wkwkwk ia, ya, tebakan kalian bener 😭🤣🤣🤣 Justin itu adalah. .....