
Bukan hanya Zayn dan Zidan yang terkejut dengan pengakuan mereka masing-masing. Sonya pun tak kalah terkejutnya.
Setelah mereka menjawab Sonya dengan jawaban yang sama, bahwa sebenarnya mereka kaka beradik. Seketika Zayn dan Zidan saling pandang, dengan tatapan saling terkejut.
Namun, tak lama, mereka pun sama-sama memalingkan tatapannya ke arah lain.
Hati Sonya menghangat saat melihat reaksi kedua putra sambungnya, terutama Zayn.
Sonya pikir, reaksi Zayn akan berubah kecewa, atau akan semakin membenci Zidan. Tapi, Sonya salah. Dia mengenal Zayn lebih dari siapa pun di dunia ini.
Dari tatapan Zayn saat memandang Zidan, Sonya bisa tau bahwa Zayn memandang Zidan dengan penuh kasih sayang, berbeda dengan tatapan Zayn dulu, ketika Zayn masih membenci Zidan.
Sonya menggeleng samar saat melihat kedua putra sambungnya. Seandainya kondisinya sudah sedikit pulih, ia pasti ingin mengajak kedua putranya untuk berbicara.
Setelah itu, keheningan melanda mereka bertiga. Rasa canggung juga seketika melanda Zayn dan Zidan. Mereka sudah terlibat konflik selama 30 tahun lamanya. Tentu saja mereka merasa canggung satu sama lain.
Zidan lebih memilih duduk di sofa, sedangkan Zayn tetap di posisi duduknya. Setelah sekian lama, Zayn terpikir sesuatu, Daddynya.
Zayn mungkin harus memberitau Albert agar urusan diantara mommy dan daddynya selesai.
"Mom, bolehkah aku pulang?" tanya Zayn. Ia sedikit menengok kebelakang untuk melihat reaksi Zidan. Sialnya, saat Zayn menengok kebelakang, Zidan pun melihat kearahnya. Lalu, mereka pun sama-sama memalingkan tatapannya kearah lain.
Melirik reaksi kedua putranya, Sonya tersenyum, kali ini, di mata Sonya, Zayn dan Zidan sungguh menggemaskan.
Sonya mengangguk, ia tak berani membahas Gia di hadapan Zidan karena pasti Zidan akan terluka ketika mendengar nama Gia.
Zayn pun bangkit dari duduknya. Ia mengecup kening Sonya dan berbisik, "Mommy harus sembuh, sebentar lagi, Mommy akan menggendong cucu," ucap Zayn. Ia berbisik Karena ia pun sama. Tak mau membuat adiknya terluka.
Mendengar ucapan Zayn, Zidan mengulum senyum, inilah impian Zidan selama 27 tahun ini. Ia kembali bersikap datar saat reaksinya terpergok oleh Sonya.
Saat Zayn sudah keluar, ia berniat langsung ke rumah sakit tempat Albert di rawat. Ya, Albert dan Sonya di rawat di rumah sakit berbeda.
Saat akan keluar dari rumah sakit, ia berpapasan dengan Albert. Albert mengetahui kondisi Sonya dari maid yang bekerja di mansion mereka.
Tanpa pikir panjang, Albert langsung meminta pulang pada dokter yang menanganinya dan langsung menuju ke tempat Sonya di rawat, ia keluar dari rs masih dengan tangan yang di perban.
"Dad, kau di sini," ucap Zayn saat melihat Albert. "Apa tanganmu sudah baik-baik saja?" tanya Zayn bertubi-tubi.
Sungguh, saat ini, hati Albert menghangat saat Zayn terlihat khawatir terhadapnya. ia pun tersenyum pada Zayn, membuat Zayn diam terpaku karena lagi-lagi, ia melihat senyuman Albert.
"Daddy, baik-baik saja. Di lantai berapa Mommy di rawat?" tanya Albert.
"Di lantai atas, Dad. Di ruang PIV."
•••
Setelah Albert masuk kedalam rumah sakit, Zayn pun melangkahkan kakinya kedalam mobil, dia langsung bergegas pulang ke rumahnya dan bertemu istrinya.
Scrolll lagi Yak. Otor lagi khilaf nih. 🤣🤣
Liat reaksi Zayn sama Zidan bikin gemesh 🤣