Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
Karena tayangan


“Apa-apaan kau!” pekik Gabriel, ketika Gabby memukul kepalanya. “Dasar idiot!” teriak Gaby dengan gemas. Ia tidak sanggup lagi menahan emosinya.


Saat tadi, ia sedang bertugas memantau pasien, ia mendengar ada ribut-ribut IGD. Ia pun melihat kearah CCTV, ternyata yang membuat keributan adalah kakak kembarnya. Tentu saja, ia menelusuri hingga akhirnya ia datang ke ruangan yang ditempati oleh Amelia dan bertemu dokter yang menangani Amelia.


Saat ia mengetahui yang terjadi dan mengetahui kembarannya pingsan, Gabby langsung berjalan kearah kamar ruang rawat yang ditempati Gabriel ketika Gabriel pingsan.


Gabby merogoh saku kembarannya, kemudian mengambil ponsel. Lalu membukanya dengan menggunakan sidik jari Gabriel, ia langsung masuk ke aplikasi yang menghubungkan CCTV di apartemen, ia melihat semuanya lewat tayangan CCTV yang terhubung di ponsel Gabriel.


Gabby melihat semuanya, termasuk saat Amelia dan Gabriel bertengkar dan saat detik-detik Amelia tak sadarkan diri.


Saat Gabby melihat tayangan itu, Ibu Amelia menghampiri Gabby hingga Gaby terperanjat kaget dan ponsel itu langsung jatuh ke bawah. dan pada akhirnya, ibuAmelia melihat semuanya dan meminta untuk Gabby meminta memutar ulang tayangan.


Wanita paruh baya itu, tak menyangka putrinya akan mengalami hal naas untuk yang kedua kalinya, Ibu Amelia yang tadinya datang seorang diri untuk mengecek kesehatannya langsung menghampiri Gabby ketika Gaby sedang berada di kursi tunggu, dan ia tak menyangka. Ia akan menemukan hal yang tak terduga tentang putrinya.


“Apa otakmu rusak! apa aku perlu mengganti otakmu?” Gabby berbicara dengan gemas pada saudaranya. “Apa aku ingin kehilangan anakmu lagi?”


“Gabby diamlah! jangan menambah beban pikiranku,” kata Gabriel. Ia sungguh tidak ada kekuatan untuk meladeni adiknya berdebat.


“Dasar bodoh!” kali ini, Gabby memukul kepala Gabriel lebih keras dari sebelumnya membuat Gabriel langsung berteriak.


“Gabby!” teriak Gabriel. Seperti biasa, mereka akan berdebat seperti anak kecil tidak peduli dimanapun mereka berada.


“Sekarang, bagaimana caramu menghadapi istrimu. Bagaimana cara menghadapi ibu mertuamu. Apa kau tahu ibu mertua mu sudah mengetahui semua yang terjadi antara kau dan Amelia.” Gabby berbicara dengan nada gemas, ia bahkan menggerakkan tangannya seolah ia ingin menjambak rambut saudaranya.


”Gabby!” panggil Gabriel lagi. Gabby tampak berpikir, kemudian memundurkan langkahnya. Saat Gabby akan lari, Gabriel menarik tangan Gabby hingga Gaby tidak bisa kabur


“Apa maksudmu? Bagaimana mungkin kau dan ibu Amelia tahu?” tanya Gabriel.


“Itu ....” Gabby tampak ragu mengatakannya


“Aku membuka ponselmu. lalu mengecek CCTV apartemenmu,” jawab Gabby.


Nafas Gabriel mendadak tak beraturan saat mendengar ucapan Gabby. Jantungnya seperti berhenti berdetak, wajahnya semakin pucat.


“A-apa ibu Amelia juga melihatnya?” tanya Gabriel. ia menatap Gabby dengan tatapan tak percaya, dan Gabby mengangguk.


“Shit!” umpat Gabriel, seketika itu juga, Gabriel langsung melepaskan tangan Gabby, kemudian Ia berlari kearah ruangan Amelia. Ia harus menjelaskan apa yang terjadi pada mertuanya.


Selama ini, mertuanya begitu baik. Mau menerimanya kembali dan mendukung hubungannya dengan Amelia. Dan Gabriel sungguh tak sanggup melihat kekecewaan di mata mertuanya.


Saat sampai di ruangan Amelia, Gabriel langsung memegang knop pintu. Saat ia akan masuk, pintu terbuka dari dalam. Ternyata, ibu Amelia lah yang keluar dari ruang rawat Amelia.


“I-ibu ....”


Scroll gengs