
Tatapan Justin begitu menusuk, seolah ia ingin menerkam Ariana. Hingga Ariana langsung mengalihkan tatapannya ke arah Gabriel. Setelah itu, ponselnya kembali berdering..Satu pesan lagi masuk dari Justin.
[“Pulang sekarang atau aku akan menciumu di hadapan semua orang.”] Tulis Justin dalam pesannya.
Membaca pesan Justin, mata Ariana membulat sempurna. Ia langsung tersedak.
“Ariana kau kenapa?” tanya Gabriel.
“Gabriel maaf. Aku harus pergi, aku harus mengurus sesuatu.” kata Ariana sambil bangkit dari duduknya.
“Ta-tapi .....”
“Sampai jumpa,” balas Ariana yang memotong ucapan Gabriel. Ia pun berlalu meninggalkan Gabriel dan pergi.
••••
Saat berada di dalam Taxi, Ariana mengambil ponsel dari tasnya. Ia membaca pesan yang dikirimkan Justin saat tadi di kantin. Ia membaca pesan itu dengan senyum mengembang.
Walaupun Justin sangat fosesif. Tapi jujur saja, Ariana menyukai sikap fosesif Justin, karena untuk pertama kalinya, ia merasa diinginkan dan di cintai secara nyata.
“Auhh.” Ariana meringis saat taxi yang di tumpanginya mengerem mendadak, hingga kepalanya tersungkur kedepan.
“Maaf nona, ada mobil yang berhenti mendadak di depan,” kata supir tersebut, seketika Ariana melihat ke arah depan.
Ariana melihat ke arah depan, matanya membulat saat melihat siapa orang yang menghadang taxi yang sedang di naikiinya
Justin
Ya, memang Justin yang menghadang taxi. Justin turun dengan dari mobil dan berjalan dengan gagahnya ke arah taxi dan tak lama, Justin mengetuk jendelaa berbicara dengan supir.
“Maaf menganggu perjalananmu, aku terpaksa menghentikan taximu karena kekasihku ada di dalamnya.” Setelah mengatakan itu, Justin menarik dompet dari saku belakangnya dan menarik beberapa uang lembar lalu memberikannya pada Supir tersebut.
“Ayo!” ajak Justin pada Ariana setelah membuka pintu belakang. Ia mengulurkan tangannya untuk Membantu Ariana turun.
Sungguh, Ariana sangat ingin selalu menangis sekencang-kencangnya saat Justin menjemputnya dari taxi. Ia benar-benar merasa di cintai.
••••
“Ada yang menganggu pikiranmu?” tanya Justin, ia membalas pelukan Ariana dan mengecup pucuk kepala Ariana bertubi-tubi.
Ariana menggeleng. “Terimakasih,” kata Ariana, membuat Justin melepaskan pelukannya.
“Kau berterimakasih kenapa, hmm?” Tanya Justin.
“Mister membuatku merasa berharga,” kata Ariana dengan wajah tertunduk.
Justin mengangkat dagu Ariana, lalu menangkup kedua pipi wanitanya, lalu mencium bibir Ariana. Ia mengigit bibir Ariana hingga bibir Ariana terbuka dan dengan cepat, ia menggoda lidah Ariana untuk ikut bergerak dan tak lama Ariana membalas ciumannya.
“Jangan panggil aku Mister. Panggil aku Justin!” kata Justin saat melepaskan ciumannya.
“A-ayo duduk!” ajak Ariana yang gugup karena Justin menatapnya begitu intens.
“Kau ingin minum, biar aku ambilkan?” kata Justin saat mereka sudah duduk di sofa dengan posisi bersebelahan.
“Harusnya aku yang menawarkan minum untukmu,” jawab Ariana sambil terkekeh. “Bisakah kau mulai menceritakan semua?” tanya Ariana.
Justin menunduk, ia memainkan jari-jari di tangannya. “Kau yakin, ingin mendengar ini?” tanya Justin.
Ariana mengangguk. “Aku yakin, aku ingin mendengarnya.” jawab Ariana dengan yakin.
Justin menghela nafas, kemudian menghembuskannya. Ia menatap dalam dalam wajah Ariana, kemudian tampak berpikir. Ia sedang menyusun kata yang tepat untuk menceritakan semua
“Dulu ...”
Flashbacknya di tunda dulu ya 😭🤣🤣🤣🤣
hate komen blok
ga komen kita ga friend 🤣🤣
Maafken ya mau up malem aku ketiduran