
Stuard menarik tubuh Gabriel dan setelah itu, ia langsung menghempaskan tubuh Gabriel di dekat tangga, di mana tak ada seorang pun di sana.
Gabriel kembali tersungkur, kepalanya mengenai tembok. Hingga Gabriel sedikit meringis. Tapi tak lama, ia menetralkan kembali ekspresinya.
Stuard mengusap wajah kasar, ketika melihat Gabriel meringis, ia mengepalkan tangannya kemudian berusaha menguasai diri.
Dalam kondisi seperti ini, Gabriel tidak akan sadar hanya dengan kekerasan, Jika ia semakin keras, maka Gabriel akan semakin menjadi-jadi.
Stuard maju ke arah Gabriel, kemudian ia menekuk kakinya. Lalu menyatakan diri dengan Gabriel.
“Gabriel, Kenapa kau seperti ini. Daddy tidak pernah mengajarimu begini. Kau memang bukan darah daging Daddy. Tapi, Daddy sangat menyayangimu. Daddy membesarkanmu dengan penuh cinta dan kenapa berubah seperti monster,” ucap Stuard dengan sedikit berteriak. Rahangnya mengeras ketika berbicara. Ia menggeram, pertanda emosinya sedang memuncak. Namun, sebisa mungkin ia menahannya.
Jujur saja, ia masih ingin menghajar putranya. Tetapi ia juga sadar, kekerasan takan membuat Gabriel sadar. Bahkan, bisa saja Gabriel berubah lebih parah dari ini.
Stuard melihat wajah Gabriel lekat-lekat. tiba-tiba bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk matanya.
Demi apapun ini menyakitkan untuknya. Ia merasa gagal mendidik Gabriel, ia merasa gagal menjadi ayah yang baik untuk Gabriel, karena Gabriel berubah seperti ini.
“Kenapa kau begini Gabriel, Kenapa kau begini!” Kali ini, Stuard berbicara pelan, seoalah dialah yang gagal menjadi manusia. Wajah yang tadinya menggelap karena amarah berubah menjadi sendu.
Gabriel masih setia dengan diamnya, ia masih menatap Stuard dengan datar, seolah ekspresi Stuard dan kesedihan Stuard tak berefek padanya.
Stuard yang sadar dengan ekspresi Gabriel, mengeraskan rahangnya kembali, ia mengepalkan tangannya emosinya kembali bangkit. Rasanya, detik ini, Stuard benar-benar tak mengenal putranya.
“Gabriel, apa kau manusia?” tanya Stuard, jika ia bisa, ia sangat ingin mencuci otak Gabriel.
••••
“Nyo-nyonya, anda yakin ingin melihat tubuh nona Amelia?” tanya Gilsa. Setelah tadi Amelia terkulai tak sadarkan diri, Simma berteriak memanggil anak buah suaminya untuk menggendong Amelia dan membawa Amelia ke kamar dan kini Amelia sudah berbaring di ranjang.
Setelah Amelia dibaringkan, Simma memaksakan dirinya untuk melihat tubuh Amelia, walaupun sebernarnya ia tak sanggup untik melihatnya.
Di bagian tangan dan kaki Amelia terdapat banyak luka. Bahkan telapak kaki Amelia pun membiru dan membengkak. Dan Simma yakin, di tubuh Amelia masih ada bekas luka yang lebih parah, dan itu karena putranya.
“Aaaaa!” Simma menjerit saat melihat tubuh Amelia, ia hampir saja terjatuh, Namun dengan cepat Kate menahan tubuh Simma. Simma berteriak karena terkejut melihat luka yang ada di perut dada dan bahu Ameli, bekas cambukan, memar serta beberapa bagian tubuh yang sudah membiru.
Walaupun tubuhnya sudah ditahan oleh Gilsa, tubuh Simma tetap ambruk di lantai. Tubuhnya terlalu lemas untuk berdiri.
Melihat luka Amelia, mengingatkannya pada lukanya dulu. Ia juga mengalami penyiksaan. Bahkan ia pernah gila karena penyiksaan tersebut, dan sekarang, putranya malah menyiksa wanita lain.
Simma memukul dadanya, karena merasakan sesak yang luar biasa hebat. Ia menangis dan ia Meraung se jadi-jadinya.
Kate menekuk kakinya, ia menyertakan diri dengan Simma. Kemudian mengelus punggung Simma, agar Simma tenang.
.“Nyo-nyonya, se-sebenarnya. No-Nona Amelia sudah dua kali kehilangan bayinya karena Tuan Gabriel,” ucap Kate dengan terbata-bata.
Mendengar ucapan Kate, tiba-tiba nafas Simma memendek. Rasanya, ia tak sanggup lagi untuk bernafas dan dedetik kemudian, Simma terkulai tak sadarkan diri. Ia terlalu Shock dengan fakta yang diucapkan oleh Kate
Sedangkan Gabriel dan Stuard ....
Spoiler next bab.
Amelia menyemprot serangga di depannyanya dengan pembasmi hama, hingga serangga itu terlihat sangat kesakitan.
. “Selama aku masih bernapas, maka aku lah yang akan menghadapi mu,” ucap Amelia. Ia menekankan pulpen yang sedang di pegangnya ke perut serangga tersebut, seoalah dia sedang menusuk perut targetnya. Tatapannya matanya berkilat penuh tekad.
Gengs Amelia bukan jadi Mafia ya wkwkw.
Simma cuman pingsan aja.
Ending kisah Gabriel pasti akan berbeda dan sesuai dengan apa yang kalian inginkan. Oke masama.
Kalau ga komen, kita ke musuhan kalau hate ya blok 🤗😍😎