
Mendengar jawaban Gabriel, seketika Amelia melepaskan pelukannya. Ia langsung melihat kearah Gabriel dengan tatapan bingung.
“Hak apa?” tanya Amelia, otaknya masih kosong. Ia masih belum mencerna apa yang terjadi. Tapi sepersekian detik, Amelia mengerti apa yang diucapkan Gabriel. Karena suaminya mulai menggesek-gesekkan senjatanya.
Mata Amelia membulat, saat menyadari apa yang dikatakan oleh Gabriel. Secepat kilat, Amelia langsung bangkit dari pangkuan Gabriel. Namun, tentu saja Gabriel menahannya.
“Kau memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, Gabriel!” omel Amelia. Ia berusaha menghindar, karena saat ini Gabriel terus mencium pipinya.
”Kenapa?” tanya Gabriel. “Kau ingin aku pergi?Mungkin, aku di Italia akan lama,” ucap Gabriel lagi. Tiba-tiba, Amelia tanpak berpikir.
“Kenapa kau meminta hakmu?” tanya Amelia lagi. Gabriel bangkit dari duduknya. Ia menggendong Amelia, lalu mendudukkan Amelia di meja kerjanya dan ia kembali duduk di kursi. Hingga lutut Amelia, mengenai dadanya.
Gabriel menggenggam tangan Amelia kemudian mengecupnya, membuat Amelia tersipu. “Baby, aku lelaki normal. Kau istriku, mustahil jika kau belum yakin padaku. Jadi apa salahnya kita memulai babak baru dalam hubungan pernikahan kita?” kata Gabriel. Seperti biasa. Nada suara Gabriel begitu tulus
Gabriel berusaha untuk memberi pengertian pada Amelia, membuat Amelia tertunduk. Kemudian, ia menggigit bibirnya. Ia sadar, selama ini ia terlalu larut dalam trauma. Tetapi, ia pun tidak mengerti Kenapa ia belum bisa memberikan hak Gabriel.
“Gabriel, aku takut,” ucap Amelia sambil tertunduk, Gabriel tersenyum. Ia memegang dagu Amelia, memaksa Amelia untuk melihat kearahnya.
“Jika kau tidak bisa membuka hati, kau akan terus dalam ketakutan,” jawab Gabriel.
Amelia menatap Gabriel lekat-lekat, ia berusaha mencari cinta di kedua mata suaminya, dan ia bisa melihat Gabriel menatapnya dengan penuh ketulusan.
Tapi terkadang Amelia pun takut Gabriel akan bosan padanya dan Gabriel akan meninggalkannya anak-anaknya atau bisa saja Gabriel pergi bersama wanita lain, jika ia tidak bisa melayani Gabriel.
Amelia memejamkan matanya, kemudian ia mengumpulkan keberaniannya.Ia turun dari meja. Lalu, ia menaiki pangkuan Gabriel. Hingga kini, posisi Gabriel dan posisi Amelia saling berhadap-hadapan.
Gabriel bersorak kegirangan, saat Amelia menaiki pangkuannya. Ia bisa merasakan tubuh Amelia bergetar. Ia tidak tega. Tapi ia juga tidak bisa menunda, Jika ia terus menunda, Amelia akan terus terperangkap dalam lukanya dan ia pun akan tersiksa karena terus menunggu.
Gabriel menarik tengkuk Amelia, kemudian mencium bibir istrinya dengan lembut. Tapi tak lama, ia melepaskan tautan bibirnya, ketika ia merasa tubuh Amelia semakin bergetar.
”Baby rileks, Aku tidak akan menyakitimu,” ucap Gabriel lagi. Nadanya suaranya, benar-benar penuh cinta, membuat Amelia mengangguk.
”Gabriel!” panggil Amelia. Ia menatap Gabriel, berharap Gabriel mengerti apa yang sedang Amelia pikirkan. Gabriel menarik sudut bibirnya, ia tau apa yang sedang istrinya pikirkan. “I love you, Baby,”ucap Gabriel. Ia tahu, dari nada suara Amelia, Amelia ingin mendengar pernyataan cinta darinya.
Seelah mengatakan itu, Gabriel langsung menarik tengkuk Amelia, kemudian ia mencium bibir istrinya dengan lembut. Tangannya mulai bekerja untuk membuka kancing kemeja istrinya.
Ciuman mereka semakin panas, tubuh Amelia sudah setengah polos, membuat gairahh mereka semakin terbakar.
“Daddy ....” Tiba-tiba, terdengar suara Grisya dari arah luar, membuat Gabriel dan Amelia yang sedang terlarut langsung di Landa kepanikan.
Scroll gengs aku up 3 bab