
"Sayang...." panggil Zayn. Ia sudah beberapa kali memanggil Gia. Namun, Gia tak bergeming ia masih memeluk Zayn begitu erat. Menelusupkan wajahnya pada dada bidang suaminya. Menghirup dalam-dalam aroma tubuh Zayn yang selama seminggu ini dia rindukan.
Saat ini, mereka sedang berbaring, tentu saja dengan kondisi yang sama-sama polos, karena mereka baru saja menyelesaikan permainan mereka.
Zayn yang kesal, karena istrinya tak mau melihat ke arahnya memundurkan tubuhnya, sehingga peluka Gia sedikit melonggar.
Gia tersadar, ia pun melepaskan pelukannya dan mensejajarkan wajahnya dengan wajah suaminya, Saat Gia melepaskan pelukannya, Zayn pun memanjangkan tangannya agar Gia menjadikan tangannya sebagai bantal.
Mata mereka saling mengunci, tatapan cinta terlihat jelas dari keduanya. Gia mengusap wajah Zayn dan menghadiahi kecupan di bibir suaminya.
"Terimakasih," ucap Gia. Ia mengelus wajah suaminya
"Untuk?"
"Untuk semuanya ... Terimakasih telah mencintaiku, terimakasih telah membebaskan ayahku walau caramu sedikit tak masuk akal dan terimakasih telah membuatku juga mencintaimu," ucap Gia. Ia memandang Zayn penuh ketulusan.
Zayn tersenyum, ia mencium kening istrinya dengan penuh kasih sayang. "Kau hanya perlu percaya padaku. Maka, aku akan memberikan semua padamu."
"I Love you, Dad."
"I love you to, honey," jawab Zayn.
"Apa selama aku pergi, dia menginginkan sesuatu?" tanya Zayn sambil mengelus perut istrinya
Gia menganguk, "Ia merindukanmu ... Sangat merindukanmu," ucap Gia, membuat Zayn tergelak karena istrinya menggombalinya.
"Apa sekarang anak kita ingin sesuatu, hemm?" tanya Zayn lagi. Ia mengelus perut istrinya dengan lembut.
"Kau mau mengabulkannya?" tanya Gia.
"Tentu ...."
"Bolehkan aku berbicara dengan Zidan berdua?" tanya Gia. Pertanyaan Gia membuat mata Zayn membulat sempurna.
"Kenapa kau ingin bertemu dengan Zidan, apa kau masih belum melupakannya?" tanya Zayn bertubi-tubi.
Gia tertawa melihat reaksi Zayn. Ia pun kembali mengelus wajah Zayn dengan lembut.
"No, Daddy .... Hubunganku dan Zidan tak sama lagi semenjak kita di Bali. Walaupun dia sudah mengetahui kalau itu ulahmu. Tapi, rasanya ada yang mengganjal di hatiku .... Kau mengertikan maksudku?" tanya Gia.
Zayn sedikit berpikir, yang di katakan Gia ada benarnya juga. "Hanya sebentar, hanya 10 menit!" titah Zayn.
Gia menggeleng saat suaminya memberi waktu.
"Daddy!" panggil Gia saat Zayn memejamkan matanya, rupanya setelah mengajukan syarat untuk istrinya yang akan bertemu Zidan, tanpa sadar, Zayn memejamkan matanya kerena matanya terasa berat.
Ia merasa lelah karena baru menggempur istrinya, belum lagi beberapa hari ini, ia kurang mengistirahatkan tubuhnya.
"Hmm," jawab Zayn setengah sadar.
"Bo-bolehkah ayahku ikut tinggal dengan kita?" tanya Gia terbata-bata.
"Tentu ... Kita akan tinggal di rumah ini bersama-sama," jawab Zayn, tanpa membuka matanya.
"Benarkah?" tanya Gia dengan antusias saat tau bahwa mereka akan tinggal di rumah rahasia Zayn.
Tapi sepertinya, Zayn sudah terbang ke alam mimpi karena ia tak lagi menjawab pertanyaan Gia.
•••
"Kau sedang apa?" tanya Albert saat Sonya berada di meja riasnya. Ia heran kenapa Sonya mendadak menghentikan aktivitasnya saat Albert masuk.
Namun sayang, gerakannya terbaca oleh Albert, Albert pun langsung mengambil obat yang di sembunyikan oleh Sonya.
"Sonya ini apa? bukankah kau tak perlu meminum obat lagi?" tanya Albert. Pasalny, beberapa hari lalu, Sonya di nyatakan sembuh.
"I-itu vitamin," jawab Sonya dengan gugup.
Albert tak percaya begitu saja. Ia mengambil ponsel dan mencari-cari di internet tentang obat yang sedang di pegangnya.
Mata Albert membulat saat tau apa obat yang di minum Sonya, obat itu adalah obat kesuburan. Ya, setelah di nyatakan sembuh oleh Dokter dan setelah Albert kembali menyentuhnya. Sonya pun berkonsultasi dengan Dokter, bisakah ia hamil kembali walau usianya tak lagi muda. Ia tak ingin berharap banyak. Namun, bolehkah dia merasakan rasanya kembali mengandung.
Dokter itu tak mengiyakan atau melarang jika Sonya ingin hamil lagi. Namun, tentu saja akan ada resiko yang di tanggung saat Sonya memutuskan untuk hamil lagi karena usia Sonya yang sudah menginjak kepala 5 dan dokter pun memberikan resep obat penyubur dan beberapa Vitamin untuk Sonya.
"Ka-kau," ucap Albert terbata-bata. Ia tak percaya Sonya bisa meminum obat penyubur. Bukankah berarti itu, Sonya telah membuka hati untuk dirinya lagi.
Sungguh, Sonya merasakan malu bukan main saat terpergok oleh Albert. Ia pun bangkit dari duduknya dan berniat pergi.
"Albert!" pekik Sonya dengan kaget saat tubuhnya tiba-tiba melayang karena Albert menggedongnya.
Albert pun berjalan sambil menggendong, Sonya dan berjalan ke arah ranjang, ia membaringkan Sonya di ranjang dan setelah itu, ia membuka baju dan celananya.
"Albert, kau mau apa?" teriak Sonya saat tubuh suaminya sudah polos.
Albert menindih tubuh Sonya, "Tentu saja untuk menanam benihku di rahimmmu, Sonya. Aku yakin, kali ini kita berhasil," ucap Albert. Tanpa mendengar lagi jawaban Sonya, Ia langsung menyambar bibir istrinya.
•••
"Ayo!" ajak Zayn saat sampai di basement kantornya. Hari ini, Zayn senangaja mengajak Gia ke kantor agar menemaninya.
Zayn pun turun, dan membukakan pintu untuk Gia, lalu mengeluarkan tangannya dan membantu Gia turun secara perlahan.
Saat mereka akan berjalan dan sudah bergandengan tangan, Zidan keluar dari mobilnya. Kini, posisi mereka berhadap-hadapan. Dan mereka saling memandang serta terdiam di tempat.
Sungguh pemandangan yang sangat menyayat bagi Zidan, kenapa hatinya belum bisa mengikhlaskan Gia. Padahal hubungan mereka sudah lama berakhir.
"Daddy, bolehkah aku berbicara sekarang dengan Zidan?"tanya Gia setengah berbisik.
"Hanya 10 menit," ucap Zayn, ia melepaskan genggaman tangannya dan mengelus rambut istrinya. Setelah itu, ia meninggalkan Zidan dan Gia tanpa menyapa Zidan.
"Zidan bisa kita bicara?" tanya Gia. Dia berjalan mendekati Zidan
Zayn berusaha berjalan setenang mungkin saat meninggalkan Gia dan Zidan. Tapi, saat ia sudah berada sedikit jauh, ia menghentikan langkahnya.
"Tidak ... Ini tak bisa di biarkan," ucap Zayn, ia kembali berbalik untuk melihat Zidan dan Gia.
Ia bersembunyi dari balik mobil orang lain. "Awas saja jika dia berani merebut istriku!" gerutu Zayn saat mengintip interaksi Gia dan Zidan.
"Kau sedang apa, Zayn?" tanya Mark tiba-tiba. Rupanya, Mark memarkirkan mobilnya di depan mobil tempat Zayn bersembunyi.
Seketika Gia dan Zidan menoleh ke arah Mark dan .....
Mommy Sonya udah up ya
Lapak Gani juga udh up bab terbaru lho.
Selamat membaca 🤗
Aku udh up 3 bab tapi, karena males ngedit aku jadiiin dua bab aja. wkwk