
“Bagaimana kabarmu?” tanya Amelia.
Saat ini, mereka sudah duduk di sebuah kafe yang berada di mal tersebut, sedangkan putra-putri mereka sedang bermain di wahana permainan
Amelia menatap wajah Ariana lekat-lekat. Ariana sudah mengetahui semua tentang apa yang terjadi pada Gabriel dan dirinya. 4 rahun lalu, Ariana tidak sengaja mendengar pembicaraan Stuard dan suaminya, dan sejak saat itu, rasa bersalah tak henti-hentinya menghantui Ariana.
Saat itu, Ariana langsung terbang dari Swiss ke Rusia. Untuk bertemu Amelia, saat itu, Ariana menangis histeris saat melihat Amelia.
Tangis kedua sahabat itu pecah, saat bertemu. Amelia tidak menyalahkan Ariana, ia bahkan tersenyum. Tidak ada ada sama sekali amarah ataupun dendam di mata Amelia, karena Amelia tahu, ini memang bukan salahnya.
“Aku baik-baik saja, kapan kau datang ke Rusia?” tanya Amelia, Ariana menyeruput jus di depannya, kemudian menarik tangan Amelia lalu menggenggamnya.
Mata Ariana berkaca-kaca ketika melihat Amelia. Dari raut wajah Amelia, Ariana bisa melihat, Amelia masih menanggung banyak luka.
“A-ariana kau kenapa?” tanya Amelia saat mata Ariana berkaca-kaca.
Ariana menggeleng, kemudian melepaskan tangannya dari Amelia. “Aku ke sini untuk bertemu Gabriel. Aku dengar, dia kembali ke sini.”
Sudah lama sekali Ariana ingin bertemu dengan Gabriel, ia berharap jika ia yang berbicara, Gabriel bisa berubha.
Saat tau hal yang menimpa Amelia, Ariana langsung meminta suaminya untuk mempertemukannya dengan Gabriel. Tapi sayang, Justin tidak berhasil untuk mempertemukan istrinya dan Gabriel.
Dan saat mendengar Gabriel ada di Rusia, ia langsung terbang untuk bertemu dengan kakaknya. Ariana merasa, dialah sumber masalahnya. Hingga ia harus berbicara langsung dengan Gabriel dan menyadarkan Gabriel.
Waktu menunjukkan pukul 5 sore, tak terasa sudah 3 jam Ariana dan Amelia mengobrol dan mereka pun memutuskan untuk pulang ke tempat mereka masing-masing.
••••
Satu Minggu kemudia.
“Amelia aku sudah melupakan semuanya dan tak berniat mengusikmu lagi! Tapi hari ini, kau mengusikku. Maka jangan salahkan aku jika aku berbuat nekat lagi padamu!" Geram Gabriel. Kemudian ia keluar dari ruangan CCTV dan pergi ke kamarnya.
“Cari tahu tentang wanita yang akan aku kirimkan fotonya padamu, aku memberimu waktu 2 jam. Cari tahu semua tentangnya!” kata Gabriel saat ia menelepon seseorang. Ia harus mendapatkan kelemahanan Amelia.
2 jam berselang ponsel Gabriel kembali berdering, ia langsung mengangkatnya panggilan dari anak buahnya yang berhasil mengumpulkan informasi tentang Amelia.
Gabriel menyeringai saat mengetahui semuanya, ia berencana untuk mengambil putri Amelia dan meminta Amelia untuk pmenyerahkan berkas-berkas yang telah Amelia ambil.
Dan ia yakin, Amelia akan melakukan apa pun demi menyelamatkan putrinya. Sayangnya, Gabriel tidak tahu bahwa Grisya adalah putrinya. Karena anak buah Gabriel mengabarkan bahwa Amelia memiliki seorang putri dari suami yang sudah meninggal.
Ya, selama ini, Amelia selalu berkata bahwa dia sudah menikah. Namun suaminya meninggal. hingga orang-orang menganggap bahwa ayah Grisya memang sudah tiada. Dan naasnya, sekarang Gabriel menganggap bahwa Grisya adalah anak orang lain dan malah akan menyandra putrinya
Hate komen blok, ga komen besok mo libur. 😙
Cuplikan next bab
Gabriel, jika kau ingin membunuh putriku maka bunuhlah. Dengan begitu kau sudah membunuh 4 darah dagingmu sendiri. Ucap Amelia dengan nafas yang terengah-engah karena dia baru saja bertarung dengan Gabriel.
“A-apa maksudmu?” tanya Gabriel yang juga sedang berusaha mengatur nafasnya. Ketika
Gengs ini part yang Amelia sama Gabriel saling tembak-tembakan ya.
Harus komen biar semangat..aku kalau yang komen di atas 300 pasti aku up 3 bab
Next bab menegangkan banget asli
Tenang ya gengs semua happy ending ko