Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
383


“Kau tidak takut padaku?” tanya Justin saat Ariana masih berada di pangkuannya. tangannya terus membelai perut istrinya sedangkan Ariana mengelus pipi Justin


“kenapa aku harus takut padamu?” tanya Ariana ia mengelus rambut Justin kemudian mencium seluruh bagian wajah Justin tanpa terlewat.


“Apa aku telah keterlaluan pada orang tuamu?” tanya Justin lagi Ariana tampak terdiam. “Apa benar, aku keterlaluan?” tanyanya lagi saat Ariana tak menjawab. Ariana terdiam sesaat, kemudian menatap Justin lamat-lamat.


“Aku tidak tahu itu, keterlaluan atau tidak. Tapi aku tahu kau sudah memastikan dan memikirkan ini panjang tentang hal ini. Seperti katamu, aku hanya perlu menurut kepadamu maka semua akan baik-baik saja. Tapi, aku mohon jangan celakai keluargaku, beri mereka hukuman sewajarnya,” Kata Ariana.


“Kenapa kau menatapku begitu?” tanya Ariana pada Justin saat Justin menatapnya secara intens.


Bukannya menjawab, Justin lah memajukan bibirnya kedepan. Ariana yang mengerti langsung mencium bibir Justin.


Namun, baru saja ia akan menjauhkan wajahnya Justin menahan tengkuk Ariana dan memperdalam ciumannya. Mereka berciuman begitu lembut, tak ada ***** di dalamnya Justin benar-benar mencium Ariana dengan penuh cinta, ia melepaskan tautan bibirnya kemudian menatap istrinya.


“Aku mencintaimu, sungguh-sungguh mencintaimu,” kata Justin.


Ariana tersenyum. “Dari tadi pagi, kau sudah mengatakan itu. apa Kau tak bosan?” tanya


Ariana membuat Justin tergalak. Ia semakin mengeratkan pelukannya, kemudian ia menunduk dan berusaha mencium perut istrinya. ”Aku mencintai kalian,” kata Justin lagi. Ucapannya terdengar hangat. Namun Ariana bisa mendengar bahwa suara Justin begitu rapuh, ia mengerti mungkin, Justin sedang rindu pada keluarganya.


“Ayo kita berangkat!” ajak Justin. Ariana pun mengangguk, kemudian ia bangkit dari duduknya disusul Justin yang juga ikut bangkit dari duduknya.


Saat akan berjalan keluar, Justin berjongkok membuat Ariana mengerutkan keningnya. “Kenapa kau berjongkok?” tanya Ariana.


“ Tidak, kau tidak berat, Sayang. Ayo naik ke punggungku!” kata Justin lagi, Ariana pun menurut. Ia menaiki punggung suaminya dan setelah itu, Justin pun bangkit dari berjongkok nya sambil menggendong Ariana.


“Apa aku berat?” tanya Ariana. “Kau tidak berat sama sekali,” jawab Justin.


“benarkah?” tanya Ariana. Justin pun mengangguk. Ariana memeluk leher Justin begitu erat, kemudian ia mencium pipi Justin berkali-kali membuat Justin tersenyum.


“Kau sudah menyiapkan nama untuk anak kita?” tanya Ariana sambil berjalan ke arah mobil. Justin tampak berpikir kemudian mengangguk


“Aku sudah menyiapkan semua,” ucap Justin. Setelah sampai, Justin membuka pintu mobil. Dengan pelan, Justin menurunkan Ariana dan membantu Ariana naik ke mobil. Kemudian ia langsung menaiki mobil tersebut.


••••


“Kau ragu untuk masuk?” tanya Justin. Setelah melewati perjalanan jauh. Akhirnya, Justin tiba di depan Mansion milik Josh. Namun, saat akan masuk dan menekan klakson, Ariana meminta untuk menghentikan mobil yang sedang membawa mereka.


Jujur saja, Walaupun dia rindu dengan keluarganya dan ingin tahu kondisi keluarganya. Tapi ada rasa sesak dan rasa tak siap untuk melihat lagi keluarganya yang telah menyakitinya. Tapi di sisi lain, dia pun ingin melihat semua keluarganya dan memastikan bahwa keluarganya baik-baik saja.


”Tidak, aku tidak apa-apa, Ayo lanjutkan!” Kata Ariana. Ia berusaha menguatkan dirinya. Justin pun memberi isyarat pada supir untuk melanjutkan mobilnya.


Scroll lagi ga? Scroll lah masa enggak.