Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
299


"Aku tau, aku sudah memikirkan itu. Aku akan berusaha mengambil hati mereka lagi. Aku paling tau bagaimana watak kedua anakku, lambat laun, mereka pasti akan memaafkanku," jawab Stuard membuat Simma langsung menegakan kepalanya.


Ia langsung memandang Stuard, begitu pun Stuard yang juga memandang padanya, hingga pandangan mereka saling mengunci.


"Bagaimana jika kedua anakku membuatmu kecewa lagi. Apa kau akan bersikap seperti kemarin?" tanya Simma, membuat hati Simma teriris perih.


Stuard menarik tangan Simma, ia merubah posisi menjadi menghadap ke arah Simma, Simma pun ikut merubah posisinya hingga mereka duduk saling berhadap-hadapan.


"Selama berjauhan dengan kalian, aku menyadari sesuatu. Bahwa apa yang aku genggam saat ini lebih berharga dari kenangan menyakitkan, kau boleh menganggapku pembual. Tapi demi nyawaku, demi apa pun aku bersumpah ... Aku sangat menyayangi Gabby dan Gabriel. Sejak awal, mereka milikku. Bahkan, aku pernah bertekad akan membunuh Josh jika sampai Josh mengambil Gabby dan Gabriel dari tangan kita," ucap Stuard. Ia berucap dengan sorot mata yang tegas, Namun nada bicaranya terdengar hangat dan penuh cinta.


Mendengar ucapan Stuard, Simma menunduk. Tiba-tiba Simma teringat saat dulu Gabby demam tinggi, Stuard memarahi dokter dan perawat karena lalai menangani Gabby. Di titik ini, Simma sadar, bahwa kebaikan Stuard dan kasih sayang Stuard begitu besar. Dan ia tak ingin menutupi seribu kebaikan dengan satu kesalahan.


Stuard mendekatkan dirinya pada Simma, hingga kini posisi mereka begitu dekat. Ia menempelkan kepalanya pada kepala Simma yang sedang menunduk. "Jadi apa kita berbaikan?" tanya Stuard lagi. Simma tampak terdiam. Lalu, ia mengangguk pelan.


Stuard tersenyum lebar, ia menegakan kepalanya dan menarik dagu Simma, memaksa Simma untuk melihat ke arahnya.


Mata Simma dan mata Stuard saling mengunci. Perlahan, Stuard mendekatkan wajahnya pada wajah istrinya lalu mencium bibir Simma. Stuard melumatt bibir istrinya, bibir yang sudah sangat ia rindukan.


Perlahan, Simma membalas ciuman Stuard, awalnya mereka berciuman dengan lembut dan pelan. Namun, seiring berjalannya waktu, ciuman yang tadi lembut dan pelan itu berubah menjadi ciuman yang menuntut dan penuh gairah.


Stuard memanjangkan kakinya, ia menarik tangan Simma, Simma yang mengerti langsung bangkit, ia mendudukan dirinya di paha suaminya dengan posisi yang berhadap-hadapan.


"I love you, baby. love you very much. I promise, this is the last time I will disappoint you." kata Stuard ketika Simma sudah duduk di pangkuannya.


Mendengar ucapan Stuard, Simma tersenyum. Ia langsung mencium lagi bibir suaminya, Stuard tak menyia-nyikanan kesempatan. Ia menahan tengkuk istrinya dan memperdalam ciumannya.


Saat mereka sedang berciuman, Simma menggerakan pinggulnya karena kejanntanan Stuard sudah menegang, membuat Stuard menciumnya Simma dengan berutal dan panas.


"Dad, kau mau apa?" pekik Simma ketika membaringkan dirinya di rumput. Stuard menindih tubuh istrinya kemudian mellumat kuping istrinya membuat Simma melenguh.


"Kita bercinta di sini, Baby!" ucapnya dengan santai, membuat Simma membulatkan matanya. Belum Simma menjawab, Stuard sudah menggengan kedua tangan istrinya dan menarikanya ke atas, sedangkan dia, langsung beraksi dengan lidahnya.


Lidah Stuard menjillat leher istrinya, mengecupnya dan menghisapnya kecil-kecil Hingga Simma melenguh, dan ....


Dan next bab wkwkwkwkkw


Hate komen blok 😂