Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
72


Sebelum Zayn menabrakan dan menyeret mobil yang mengikuti Zidan, Zayn membuka sabuk pengamannya. Zayn tau bahwa mobilnya akan melewati pembatas jalan dan ke jalur kanan.


Sebelum mobilnya melewati pembatas jalan, secepat kilat, Zayn membuka pintu mobil, ia langsung melompat, sebelum mobilnya kehilangan kontrol lebih jauh.


Setelah Zayn melompat dari mobil, tubuhnya terpental cukup jauh, ia berguling-guling di tanah, ia berhenti berguling saat tubuhnya terkena pagar pembatas jalan, naasnya bagian punggungnya yang terlebih dahulu yang membentur pagar pembatas jalan.


Zayn meringis, ia merasakan sakit yang amat luar biasa pada pada tubuhnya, terlebih lagi pada punggungnya.


Zidan langsung mengehentikan mobilnya saat ia melihat mobil yang mengejarnya terseret mobil lain


Zidan pun memundurkan mobilnya, sudah banyak orang yang berkerumun karena melihat kecelakaan yang di sebabkan oleh Zayn.


Zidan turun dari mobil, ia tau, orang yang menyeret mobil yang mengejarnya adalah orang yang ingin menyelamatkannya.


Zidan pun menyebrang untuk melihat mobil yang mengejarnya dan menyeretnya. Saat yang lain mengeluarkan orang-orang yang terjebak di mobil.


Zidan berjalan ke arah mobil yang menyelematkannya. Ia melihat-lihat, mobil yang telah hancur, tak ada orang di mobil itu.


Ia heran, kenapa ada orang yang mau mengorbankan mobil mahalnya untuk menyelamatkannya. Ia merasa tak asing dengan mobil sport itu, tapi ia lupa, ia pernah melihatnya di mana.


Matanya terbelalak saat mengingat mobil di hadapannya. Ia ingat bahwa Zayn pernah ke mansion dengan mengendarai mobil itu. Seketika Zidan dilanda kepanikan.


Ia memutari mobil, dan mencari kakanya. Zidan mengusap wajah frustasi saat tak menemukan kakanya di mana pun.


Zidan berlari, ia mencari kakanya. Matanya memindai ke seluruh jalan.


Ia menyipitkan matanya, saat dari kejauhan ia melihat, orang yang sedang berjalan dengan tertatih-tatih, Zidan yakin, itu adalah Zayn.


Tanpa pikir panjang, Zidan langsung berlari, ia langsung menyebrang dan berlari ke arah Zayn.


"Zayn!" teriak Zidan.


Zayn yang sedang berjalan sambil tertatih menghentikan langkahnya. Ia memejamkan matanya, ia berharap Zidan tak mengetahui bahwa ia yang menolongnya. Tapi sekarang ....


Setelah berhadap-hadapan dengan Zayn, Zidan langsung mencekal kerah mantel Zayn. "Apa kau gila, Zayn!" teriak Zidan. "Kau menyelematkanku dan kau tak perduli dengan nyawamu sendiri!" teriak Zidan lagi. Mungkin, jika terjadi sesuatu pada Zayn, Zidan takan memaafan dirinya sendiri.


Zayn menghempaskan tangan Zidan yang mencekal kerah mantelnya. "Bukan urusanmu!" ketus Zayn. Ia berbicara ketus karena ekor matanya menangkap ada yang memerhatikan mereka. Siapa lagi kalau bukan anak buah Santosh. Menyelamatkan Zidan saja, anak buah santosh akan lebih mengincar Zidan, apalagi jika Santosh tau bahwa Zayn sudah mengetahui hubungan yang sebenarnya antara dirinya dan Zidan.


Zidan sudah cukup berada dalam bahaya, jika Santosh tau, Zayn mulai bersikap baik pada Zidan, maka nyawa Zidan akan lebih terancam.


"Zayn!" teriak Zidan yang gemas karena sikap Zayn. Baru saja Zidan akan membawa Zayn kerumah sakit, Zayn sudah menyetop taxi, dan masuk kedalam taxi.


Zidan menghembuskan napas kasar karena melihat tingkah kakanya. Zidan pikir, Zayn akan berubah karena menyelematkannya. Namun, nyatanya, sama saja.


Saat di taxi, Zayn merogoh ponselnya, untuk menelpon anak buahnya


"Cari dia di manapun dia berada. Bawa dia ke markas. Buka kandang harimau, jika dia tak mau mengaku, lepaskan harimau, biarkan dia jadi santapan harimauku!" ucap Zayn pada orang di sebrang sana. Ia sudah terlalu geram pada kelakuan Santosh. Jika Santosh tak mau mengaku siapa orang yang berada di belakangnya, maka Zayn akan mencari tau dengan caranya sendiri.


•••


Gia mundar-mandir kesana kemari, beberapa kali tangannya hampir menekan tombol untuk membukakan pintu. Namun, ia teringat pesan Zayn.


Ia pun memutuskan untuk tak memerdulikan bell itu, jujur ia sangat ketakutan. Apalagi orang itu bukan hanya memencet bel seperti orang yang kesetanan.


Gia kembali ke kamar, ia menutup semua tubuhnya dengan selimut. Ia juga menutup telinganya dengan kedua tangannya, berharap tak mendengar lagi suara bel.


Ia ingin menghubungi pihak ke amanan Tapi, ia tak tau berapa nomen pihak ke amanan di apartemen Zayn.


Setelah sekian lama, bunyi bel itu berhenti. Gia bisa bernapas lega. Namun, tubuhnya kembali bergetar kala ia mendengar pintu terbuka. Mungkinkah dia Zayn, ataukah ....


Mbeb Zayn meresahkan ya, Mak 🤣🤣


Hola, Mak. maafken ya mau up malem tapi jughead parah, palaku cenat-cenut. jadi baru sempet update. Hari ini up lagi, tapi ga tau jam brpa. nunggu sakit kepala aga reda dulu ya mak.