
Flashback on
Saat Simma pergi dengan Stuard, tubuh Josh menegang. Ia diam tanpa bisa memanggil Simma dan mengejarnya. Dadanya terasa sesak, kala ia melihat punggung Simma yang terus menjauh.
Josh terduduk di kursi yang tadi di duduki Simma, hatinya hancur lebur saat melihat Simma yang terlihat membencinya. Rasa sesak melewati rongga dadanya hingga ia tak kesulitan untuk bernapas.
Josh, mengusap wajah kasar, dia sangat membenci lelaki seperti Albert yang telah menelantarkan kakanya. Tapi kini, ia sendiri yang mengikuti jejak Albert. Dan sekarang, posisi Simma sama seperti Aida dulu. Yang harus berjuang mengandung Zayn seorang diri.
•••
Saat sampai di apartemen Simma, Stuard menoleh ke samping, ternyata Simma sedang tertidur. Stuard menaruh kepalanya di stir kemudi, lalu melihat ke arah Simma. Ia tersenyum saat melihat Simma, rasanya ia begitu rindu melihat Simma dari dekat.
Saat melihat perut Simma, tanpa sadar, tangan Stuard bergerak untuk mengelusnya. Namun, gerakannya terhenti saat melihat Simma, bergerak dan membuka matanya.
Simma mengucek mata, kemudian menguap. Ia mengerakan kakinya yang terasa pegal ia bahkan tak sadar bahwa ia masih berada di mobil Stuard.
Tak lama, Simma tersadar bahwa ia sedang berada di mobil Stuard, Simma mengigit bibirnya, lalu menoleh ke samping. Hatinya teriris perih kala melihat wajah Stuard yang sedang melihat ponselnya, wajah Stuard terlihat sangat dingin dan kaku. Dan sekarang, Simma sangat merindukan Stuard yang selalu tersenyum padanya.
"Terimakasih," ucap Simma. Sejenak, ia melihat Stuard berharap Stuard menanggapi ucapannya. Namun nihil, Stuard hanya fokus pada ponselnya.
Saat Simma sedang masuk ke lobi apartemen. Simma mendudukan dirinya di sofa. Kakinya begitu kebas, tiba-tiba, ponselnya berdering ia pun merogoh tasnya untuk mengambil ponsel. Ternyata Audrey yang menelponnya.
Kening Simma mengernyit saat mendengar Audrey bertanya tentang keberadaan Fanny, asisten rumah tangga yang selama ini mengurus Simma. Bukankah selama ini Audrey yang menyuruh Fanny untuk datang setiap hari ke apartemennya, lalu kenapa Audrey malah bertanya.
Lalu dengan penasaran yang menggebu, Simma pun bertanya, bukankah Audrey yang menyuruh Fanny untuk datang ke apartemennya dan di luar dugaan, ternyata Audrey berkata tidak tau. Justru ia ingin menanyakan keberadaan Fanny karena Audrey sedang mengidam masakan Fanny.
Pikiran Simma di penuhi rasa takut, dan rasa waswas, ia mulai takut pada Fanni karena Fanny berbohong. Tapi, ia memutuskan untuk bersikap tenang. Ia harus menyelidiki semuanya.
Keesokan harinya, Simma mulai mengintrogasi Fanny, walaupun sedikit takut Fanny akan menyakitinya, Tapi Simma berusaha tenang. Ia mengancam Fanny akan melaporkan Fanny ke polisi hingga akhirnya Fanny pun mengaku semuanya. Bahwa dia di perintahkan oleh Stuard untuk memberi Simma yang terbaik
Terkejut, tentu saja Simma terkejut. Ia tak menyangka bahwa Stuard memerhatikannya secara rinci, dari mulai vitamin sampai makanan yang di konsumsi Simma.
Stuard memerintahkan Fanny agar memberi semua makanan yang berbahan premium dan terbaik untuk Simma dan Fanny pun memberitau bahwa Stuard menaruh kamera di kamar Simma agar bisa melihat Simma.
Setelah mengetahui semua kebaikan Stuard, Simma menyuruh Fanny untuk tak membocorkan pada Stuard jika dia sudah mengetahui semuanya. Dan selama seminggu ini, Simma selalu berpura-pura tidur jika Stuard datang ke kamarnya hanya untuk mencium keningnya, dan pada akhirnya, malam ini ia tak bisa menahan dirinya lagi.
Flashback off.