Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
203


Keesokan harinya.


Simma menatap jendela dengan tatapan sendu, rintik hujan di luar semakin membuat suasana semakin mellow. Ia terus melihat ke arah pintu berharap seseorang muncul dari sana.


Simma menghela napas berat, sedari tadi ia membohongi diri sendiri bahwa ia melihat pintu hanya karena berharap tamu datang. Tapi, nyatanya semakin ia menyangkal hatinya semakin sakit. Karena nyatanya, ia menunggu Stuard datang dan tersenyum seperti biasa.


Simma memegang dadanya yang merasa sesak secara tiba-tiba, entah kenapa, dia merasa bahwa Stuard, takan lagi muncul dari pintu itu.


"Nona!" panggil Keith, menyadarkan Simma dari lamunannya.


"Ya, Keith?"


"Bukankah anda akan meracik kopi? Stok kopi yang ada racik sudah menipis," ucap Keith, Simma pun mengangguk. Lalu bangkit dari duduknya dan berjalan ke ruangan khusus tempat dia meracik kopi.


Seminggu berlalu, Simma menjalani hari-harinya dengan hampa. Feelingnya benar, Stuard tak muncul lagi dari pintu. Stuard tak menepati janjinya. Ucapannya hanya sebuah gombalan, lagi-lagi ia harus menelan pil pahit karena seorang lelaki.


•••


Seminggu berlalu, Josh merasa hatinya semakin hampa. Ada rasa yang tak bisa di jelaskan. Setelah melakukan hubungan badan dengan Briana, hati Josh malah semakin bimbang.


Ya, Briana wanita yang masih suci, Josh lah yang pertama mengambil kesucian Briana. Josh pikir, setelah mengetahui Briana masih suci, ia akan langsung bisa melupakan Simma. Tapi, Josh salah. Bayang-bayang Simma masih selalu hadir dalam otaknya.


Nama Briana seketika hilang bagai pasir terseret ombak. Bukankah ini yang Josh harapkan, mendapat wanita yang masih suci dan dari keluarga terpandang dan sederajat dengannya.


Tapi, kenapa hatinya seolah bertolak belakang dengan keinginannya. Apa yang salah, hati nuraninya seoalah bergejolak, menampik segala ego yang berkecamuk.


Lamunan Stuard buyar kala ia mendapat telepon dari sekretarisnya, mengabarkan bahwa saatnya meeting final dengan perusahaan Aerpin corp. Sebenarnya Josh tak ingin datang, karena biasanya sekretarisnya yang menghandle.


Tapi karena ini kesepakatan terakhir, ia pun harus datang untuk bertemu CEO Aerpin Corp, dan perusahaaan itu adalah milik Stuard.


Dulu, Josh hampir saja bertemu Stuard. Namun, Stuard membatalkan rencananya karena ia tak ingin Josh mengetahui siapa dirinya. Ia ingin Josh tau saat di waktu yang tepat.


Flashbacko Off.


Saat Stuard memegang bahu Simma. Simma sempat menoleh, dan melihat ke arah Stuard. Tapi, tak lama Simma langsung terkulai tak sadarkan diri beruntung Stuard langsung sigap menahan tubuh Simma.


"Simma ... Simma!" panggil Stuard saat Simma terkulai lemah tak sadarkan diri, seketika Stuard di hinggapi kepanikan, ia langsung menepuk-nepuk pipi Simma. Setelah itu, Stuard pun menggendong Simma menuju ke mobilnya.


Di sisi lain, Josh yang akan masuk ke perusahaan melihat semuanya. Awalnya, ia tak menyadari bahwa itu Simma. Namun, saat Simma berbalik setelah menumpahkan kopi, ia melihat bahwa itu Simma.


Baru saja ia berniat untuk menghampiri Simma. Namun, langkahnya terhenti saat seorang lelaki datang menghampiri Simma.


Josh menatap lelaki itu lekat-lekat, ia terasa pernah melihat lelaki tersebut. Lalu tak lama, ia mengingat bahwa lelaki tersebut adalah lelaki yang selalu bersama Simma. Namun, kenapa tampilan lelaki itu sangat berbeda.


"Kenapa?" tanya Josh.


"Ceo Aerpin baru saja pergi, jadi ada kemungkinan meeting akan di tunda lagi," Jawab sekretaris Josh .


"Pergi?" ulang Josh.


Sekretaris Josh pun mengangguk, lalu ia menunjuk Stuard yang sudah berjalan menggendong Simma. "Maksudmu itu adalah Ceo Aerpin?" tanya Josh dengan membulatkan matanya


"Ya, Tuan, itu Ceo Aerpin Corp."


Josh menutup mulutnya saat mengetahui bahwa lelaki yang selama ini bersama Simma adalah pemimpin dari perusahaan besar Aerpin Corp. Bagaimana mungkin lelaki sehebat itu bisa dekat dengan gadis biasa seperti Simma, pertanyaan-pertanyaan itu terlintas di otak Josh saat ini.


Kenapa mendadak dirinya menjadi kesal saat mengetahui bahwa Simma dekat dengan pria yang jauh di atasnya.


•••


Simma membuka matanya, ia menyesuaikan pandangannya. Matanya mengerjap-ngerjap, tiba-tiba kepalanya berdenyut nyeri, saat ia akan memegang kepalanya, tangannya terasa nyeri karena rupanya tangannya terpasang selang infus. Lalu ia menoleh, selain terpasang infus, di sebelah ranjang pun ada alat usg.


Ia memerhatikan sekitar, ternyata ia bukan berada di rumah sakit, melainkan di sebuah kamar yang mewah. Matanya membulat saat ia memakai baju yang berbeda dengan yang tadi di gunakannya sebelum tak sadarkan diri.


Saat ia akan bangun, matanya menangkap bingkai foto yang sangat besar. Dan bingkai Foto itu terisi dengan foto Stuard yang tampak gagah dengan memakai jas. Simma menutup mulut saat mengingat kejadian sebelum ia pingsan.


Tak lama, pintu terbuka membuat Simma menoleh, ia langsung bergidik saat melihat Stuard.


"Simma, kau sudah sadar," pekik Stuard saat melihat Simma sudah membuka mata. Ia berlari ke arah ranjang dengan antusias karena melihat Simma sudah sadar ....


Simma ....


Hate komen Blok


Si Josh kena mental wkwkwwk


Cinta tulus setelah bercerai udah update ya


Oh ia, kisah Khalisia sama Gemma udah tayang ya di sebelah, yang punya aplikasi si ijo bisa di lirik ya.


Kisahnya Khalisia buat gantiin novel cinta tulus setelah bercerai, ya. Jadi masih slowup. Udah ada dua bab, cuss kepoin.


Khalisia anaknya daddy Julian cucunya Uncle Bram ☺☺