Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
43


Setelah dua hari di Bali, dan tak melakukan apa pun, Zidan pun memilih pulang ke Rusia. Dia pulang dengan membawa luka, amarah, tapi apa pun yang di rasakannya, dia berusaha tegar. Dia berkata pada dirinya sendiri, dia sudah biasa dihantam luka dan yakin semuanya akan baik-baik saja.


Sampai di Rusia, ia tak pulang ke Mansion. Ia lebih memilih tinggal di hotel. Rasanya dia enggan kembali ke Mansion karena terlalu pedih jika teringat semua perlakuan Zayn dan Albert.


Setelah pulang ke Rusia, dia tak pergi ke kantor, dia mengabaikan panggilan Sonya dan panggilan staff kantor yang menghubunginya karena butuh tanda tangannya.


Sekuat apapun Zidan menahannya, ia hanya manusia biasa. Lekaki tampan itu selalu murung Setelah kembali dari Indonesia. Dia seperti kehilangan jiwanya. Nama Gia selalu terngiang-ngiang di otaknya, pedih yang di rasa ketika dia mulai merasakan bahagia. Tapi dengan sekejap Zayn menghancurkan segelanya.


Malam ini, dia sudah tak sanggup menahan sesak di dada. Ia pun memutuskan untuk melepaskan semuanya dengan pergi ke Bar.


Zidan yang tak pernah sama sekali menyentuh alkohol harus merasakan kepalanya berdenyut nyeri, padahal dia baru meminum dua gelas.


Kesadaranya kembali, seharusnya ia tak menjadikan alkohol sebagai bahan pelarian.


Dengan kepala yang nyeri dan jalan yang sempoyongan. Zidan pun keluar dari Bar.


Dia berusaha memertahankan kesadarannya, kala ia sedang menyetir mobil, diluar kesadarannya, dia bukan menjalankan mobilnya ke hotel melainkan ke apartemen Gia.


Saat sadar, Zidan pun berniat pergi dari apartemen Gia. Tapi, baru saja dia akan menyalakan mobil, ia menghentikan gerakannya karena melihat Gia turun dari Taxi.


Seketika, ingatan tentang Gia yang tertidur nyaman di dekat Zayn kembali hadir di otaknya. Emosi mulai menguasainya.


"Jika Zayn bisa menikmati tubuhmu, maka aku pun bebas menikmati tubuhmu." Efek alkohol yang di minumnya membuat Zidan hilang kontrol di tambah lagi emosi yang memuncak kala ia ingat tentang Gia dan Zayn, membuat Zidan melakukan hal nekad.


"Zi-Zidan," lirih Gia dengan terbata-bata.


Zidan tersenyum, tanpa membalas panggilan Gia, Zidan pun masuk kedalam.


"Zi-zidan, kau mau apa?" teriak Gia. Ia bisa mencium bau alkohol dari mulut Zidan. Seketika Gia panik saat Zidan tersenyum sangat mengerikan. Apa dia akan melakukan hal yang sama dengan apa yang Zayn lakukan kepadanya.


Tanpa membalas ucapan Gia, Zidan maju. Ia memegang pundak Gia dan mendorongnya hingga tubuh Gia jatuh ke ranjang. Dengan cepat, Zidan menindih tubuh Gia dan mencium bibir Gia dengan kasar lalu tanpa perasaaan, Zidan menarik baju Gia sampai baju Gia robek. Dia tak memerdulikan Gia yang sedang meronta-ronta meminta di lepaskan.


Gia yang dari tadi meronta-ronta, langsung berhenti ketika Zidan menciumnya dengan kasar. Hidupnya sudah hancur karena Zayn, sekarang, dia harus menerima perlakuan yang sama dari Zidan.


Ketika Zidan menciumnya dengan kasar, Gia menatap ke atas dengan pandangan kosong serta air mata yang terus keluar dari matanya. Tubuhnya terkulai lemas, hatinya kembali merasakan pedih.


Zidan yang merasakan Gia tak lagi meronta serta merasakan ada air yang mengenai pipinya, langsung menghentikan aktivitasnya. Ia menatap Gia yang sedang menatap kosong keatas, seketika akal sehat Zidan muncul. Ia melihat kearah bawah dimana pakaian Gia sudah sobek karena ulahnya. Ia mengutuk dirinya sediri karena telah melakukan hal yang hina.


Zidan pun kembali bangkit dari tubuh Gia. Ia melihat Gia dengan tatapan sendu. Melihat tampilan Gia yang acak-acakan karena ulahnya, Zidan mengambil selimut dan menutupi tubuh Gia.


Setelah itu, ia keluar dari apartemen Gia dengan membanting pintu.


Setelah Zidan keluar dari apartemennya. Gia mengubah posisi tidurnya menjadi menyamping, gadis rapuh itu meringkuk kemudian menangis, tak ada yang bisa dia lakukan selain menangis.


Aku lagi ga enak badan, gengs. Tadinya mau libur up. tapi kasian sama kalian yang udah nunggui. Jadi hari ini up satu bab dulu ya. Besok up dua bab lagi dan tentunya dengan episode yang lebih menegangkan