
Mendengar ucapan Stuard, Simma berusaha menahan tangisnya. ia hanya mampu memberikan senyum getir.
Seorang Stuard, lelaki hebat, sang pemilik paras yang amat tampan kekayaan yang sangat berlimpah bersimpuh di hadapannya.
Tapi Simma sama sekali tak tersentuh. Selain Stuard telah melukai kedua anaknya, Simma mempunya alasan tersendiri kenapa ia enggan membuka hatinya lagi.
Setelah Stuard menciumi tangan Simma, Simma menarik tangannya lagi, membuat Stuard langsung menatap Simma dengan tatapan memohon, terlihat jelas penyesalan di wajah lelaki tampan itu.
"Stuard, Sebagai dari Ibu dari Gabby dan Gabriel. Aku minta maaf padamu. Karena kedua anakku memecahkan hal yang paling berharga bagimu. Aku tak tau bagaimana cara menggantinya, jadi aku hanya bisa meminta maaf dan mendoakanmu," ucap Simma, membuat dada Stuard seperti di tusuk ribuan belati.
Stuard, paling benci ketika Sima menyebut Gabby dan Gabriel hanya anaknya. Tap, ia juga sadar bahwa ini adalah kesalahannya.
Stuart kembali menarik tangan Sima dan menggenggamnya "Sayang, Aku bersumpah demi apapun. Aku menyayangi Gaby dan Gabriel, sejak awal mereka adalah anak-anakku. Aku manusia biasa, ada kalanya aku ingin menyendiri. Tapi aku bersumpah, aku benar-benar menyayangi kedua anak kita," ucap Stuard. "Bisakah kau mengingat kebaikanku saja selama menikah, tolong jangan men ...." Ucapan Stuard,
"Justru karena itu, Stuard. Selama ini kau sudah terlalu baik, dan ... Kau terlalu sempurna untuk kami. Aku takut, suatu saat, Gabby dan Gabriel akan membuatmu marah dan kecewa lagi, dan saat hal itu terjadi, kau akan lebih memperlihatkan rasa kecewamu, pada akhinya, aku akan melihat luka pada mata Gabby dan Gabriel untuk yang kesekian kalinya."
"Tidak, Sayang. kumohon jangan berpikir begitu. Kamarin aku hanya benar-benar butuh waktu untuk sendiri, dan itu bukan berarti aku tak menyayangi kedua anak kita."
"Itu dia Stuard masalahnya! Karena Gabby dan Gabriel bukan anak kandungmu. Hingga kau terlalu menampakan rasa kecewamu di hadapan kedua anakku, mereka hanya anak-anak yang bahkan tak tau menau tentang apa yang di rasakan orang dewasa. aku tau, kedua anakku bersalah. Tapi tak bisakah kau tak terlalu memperlihatkan rasa kecewamu. Mereka sudah meminta maaf dan menyesali apa yang mereka lakukan. Bahkan, saat kau melihat kedua anakku dengan tatapan malas, Gabby dan Gabriel tetap memintamu untuk datang saat hari ayah, mereka menunggumu. Mungkin, bagimu sepele. Tapi tidak bagi anak-anakku. Mereka sangat menyayangimu, Stuard, Mereka ingin merayakan hari ayah denganmu." ucap Simma. Ia berusaha berbicara setegar mungkin. "Tapi, aku tak menyalahkanmu Stuard. Aku juga mengerti kenapa kau tak bisa datang." Simma menjeda sejenak ucapannya, suaranya tenggelam oleh tangisan.
ia menghapus air matanya. Lalu, menepuk-nepuk tangan Stuard, membuat Stuard mengangkat kepalanya.
"Stuard, kau lelaki baik, kau lelaki sempurna. Kau bisa mendapatkan keluarga yang utuh dari wanita yang sepadan denganmu. Jangan pernah merasa terbebani dengan kehadiran Gabby dan Gabriel, mereka tanggung jawabku Stuard, bukan tanggung jawabmu. Jadi, untuk sekarang ... Mulailah kebahagiaanmu. Sekali lagi, aku minta maaf atas nama kedua anakku. Kami hanya bisa berdoa, supaya kau bisa selalu berbahagia."
Entah bagaimana lagi Stuard harus membalas ucapan istrinya. Semua yang di ucapkan Simma begitu menusuk, tepat di jantungnya.
Setelah mengatakan itu, Simma bangkit dari duduknya. Namun, langkah Simma terhenti ketika Stuard memeluknya dari belakang.
"Katakan, Sayang. Katakan bagaimana caranya agar kalian bisa memaafkanku. Kalian keluargaku, kalian hidupku. Kalian adalah bahagiaku. Tolong jangan pernah berpikir meninggalkanku." Stuard berbicara sambil terisak. Bahkan, ia memeluk Simma begitu erat.
Simma terdiam, ia hanya mampu tersenyum getir. "Stuard, pulanglah ... Aku lelah," Simma berusaha melepaskan tangan Stuard dari pinggangnya. Setelah terlepas, Simma langsung berjalan kembali ke atas. Tak lupa, ia menggeser pintu kaca yang berada di bawah tangga dan menguncinya agar Stuard tak bisa mengikutinya ke atas.
Keesokan harinya.
Scroll lagi iesss hari ini otor up 3 bab