Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
142


"Josh, aku di sini," ucap Zidan. Ia mengangkat tangannya memberi tau Josh yang baru saja masuk kedalam restoran.


Josh pun mengangguk lalu berjalan ke arah Zidan. "Kau sudah lama menungguku?" tanya Josh saat menghampiri Zidan. Ia menarik kursi dan mendudukan dirinya di depan Zidan.


"Tidak, aku baru saja sampai," jawab Zidan. Ia kembali mengangkat tangannya, memanggil pelayan untuk memesan makanan.


"Kau ingin berbicara apa. Sepertinya penting sekali?" tanya Josh setelah memilih menu.


"Ini aga sedikit pribadi. Kuharap kau tak keberatan," ucap Zidan. Di tanggapi anggukan oleh Josh.


"Ini mengenai, Audrey," ucap Zidan.


"Kenapa memangnya dia?" tanya Josh lagi. Keningnya mengkerut bingung mendengar ucapan Zidan.


"Apa ayah Kelly sudah meninggal?" tanya Zidan.


Mendengar ucapan Zidan, Josh langsung tersedak. Ia menegakan tubuhnya dan menatap intens pada sang keponakan.


"Kau tau Kelly?" tanya Josh, ia tak menyangka bahwa Zidan sudah tau tentang Kelly.


Zidan pun mengangguk. "Aku pernah melihatnya beberapa kali," ucap Zidan.


Josh di landa kebingungan, haruskah dia memberitau yang sebenarnya. Bagaimana jika Audrey tak terima dan malah membawa Kelly menjauh, bahkan menghilangkan jejak.


Josh pun menegakan duduknya ia menatap Zidan lekat-lekat. "Seb ...."


"Kenapa kalian di sini." tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang. Membuat Josh dan Zidan menoleh.


"Zayn!" lirih Zidan, ternyata Zayn lah yang datang.


"Kenapa kalian bertemu di sini?" tanya Zayn lagi. Ia menggeser kursi lalu duduk di tengah-tengah. Matanya menatap Zidan dan Josh secara bergantian


"Kau bersama siapa kemari. Mana anak dan istrimu?" tanya Josh.


"Aku baru saja bertemu Alex," jawab Zayn. "Kalian belum menjawab pertanyaanku. Kalian tak berencana untuk menjatuhkanku bukan?" tanya Zayn lagi.


"Kau benar! kami akan menikammu dan menjatuhkanmu sampai kau tak bisa bangun lagi!" jawab Zidan dengan santainya.


"Isshhh!" gerutu Zayn. "Ternyata tak ada gunanya berkumpul dengan dua pria lajang seperti kalian!" ucap Zayn lagi. Ia pun langsung bangkit dari duduknya, dan meninggalkan Zidan dan Josh.


Sebelum kembali melanjutkan obrolannya. Mata Zidan menangkap Audrey yang baru saja masuk kedalam restoran. "Bukankah itu Audrey," ucap Zidan pada Josh, dan Josh pun langsung menoleh kebelakang.


Josh tersenyum saat melihat Audrey datang yang lebih membuat Josh senang, ternyata Audrey datang dengan Kelly.


"Audrey!" panggil Josh, membuat Zidan membulatkan matanya. Padahal ia ingin membahas Audrey, tapi Josh malah memanggil Audrey.


Kening Audrey mengernyit heran saat Josh memanggilnya. Audrey pikir, Josh hanya sendiri. Tapi, Audrey salah. Saat mendekat, ia baru melihat Zidan.


Seketika Audrey langsung menatap Josh, meminta jawaban, entah kenapa, pikiran Audrey langsung kalut. Ia takut, Josh akan membocorkannya pada Zidan.


"Haii, Kelly," sapa Josh pada Kelly. Josh lebih memilih menatap Kelly dari pada harus membalas tatapan Audrey.


"Hai, Uncle," jawab bocah kecil itu. Ia melambaikan tangannya pada Josh. Lalu matanya menatap Zidan. Saat mata Kelly dan mata Zidan saling mengunci, Kelly pun tersenyum pada Zidan, membuat Zidan terpaku saat melihat senyuman Kelly.


"Kalau begitu kami permisi!" pamit Audrey. Ia merasa tak nyaman saat Zidan melihat pada Kelly.


"Kami juga baru memesan, kalian bergabung saja di sini," ucap Zidan saat Audrey akan melangkah pergi. Membuat Josh diam-diam tersenyum.


Scroll lagi yes