
"Bolehkah aku bertemu Kelly?" tanya Zidan ragu-ragu. Saat ini, mereka baru saja tiba di apartemen Audrey, tentu saja setelah mereka selesai berbelanja.
Zidan bertanya ragu-ragu karna takut Audrey akan tersinggung dan berujung menjauhinya kembali.
Mendengar ucapan Zidan. Audrey yang bersiap melepaskan seatbelnya, menghentikan gerakannya. Ia tampak berpikir, lalu menghela napas dan menghembuskannya.
Audrey berbalik dan menatap Zidan lekat-lekat. "Kau boleh menemui, Kelly," jawab Audrey membuat mata Zidan membulat dan wajahnya berbinar.
Dengan semangat 45, Zidan pun turun dari mobil. Ia berjalan ke bagasi dan membawa semua belanjaan milik Audrey.
••
"Mommy!" panggil Kelly saat Audrey masuk ke dalam unit apartemennya. Seperti biasa, ia akan berhambur memeluk Audrey.
"Mommy!" panggil Kelly lagi saat melepaskan pelukannya dan melihat Zidan dari belakang.
"Hai, Kelly," sapa Zidan. Setelah tubuh Audrey menggeser, Zidan pun maju ke hadapan Kelly. Ia menekuk kakinya dan menyetarakan diri dengan Kelly.
"Hai, Uncle," jawab Kelly. Jantung Kelly berdebar kencang saat melihat kembali sang ayah. "Miss you, Dad," lirih Kelly dalam hatinya saat Zidan mengelus rambutnya.
"Ayo, kita masuk," ajak Audrey, Zidan pun bangkit dari berlututnya dan mengikuti langkah Audrey untuk masuk.
Secara alami, Zidan mendekati Kelly, seperti ada magnet yang menyuruhnya untuk terus menatap bocah yang terlihat sangat mirip dengan dirinya.
Mereka pun berbincang-bincang hangat, makan malam bersamanya. Dan akhirnya Zidan pun memutuskan untuk pulang karena hari sudah semakin larut.
Saat ini, mereka sedang berjalan beriringan, Audrey mengantar Zidan sampai ke basement apartemen, tentu saja mereka berjalan sambil bergandengan tangan.
Saat sampai di mobil, Zidan berbalik, ia melepaskan genggamannya dan langsung membawa tubuh Audrey kedalam dekapannya.
"Terimakasih," ucap Zidan. Ia memeluk Audrey begitu erat. Tangannya mengelus rambut Audrey dengan lembut.
Audrey tersenyum dalam dekapan Zidan. Ia pun membalas pelukan Zidan, menelusupkan wajahnya pada dada bidang Zidan. Sungguh, Audrey merasakan sangat nyaman saat dalam dekapan Zidan.
"Kau berterimakasih untuk apa?" tanya Audrey.
"Terimakasih sudah menerimaku, terimakasih sudah mencintaiku," ucap Zidan. Ia melepaskan pelukannya, lalu menangkup kedua pipi Audrey dan mencium keninganya dengan penuh kasih sayang.
Audrey berjinjit, ia memberanikan diri mengecup bibir Zidan. "Love you," ucap Audrey. Dengan cepat, ia melepaskan diri dari Zidan dan berjalan menjauh, sebab. Ia tau, bahwa Zidan akan kembali menciumnya.
•••
Waktu berjalan begitu cepat, hari ini. Tepat sebulan Audrey dan Zidan memadu kasih. Mereka akan bersikap seperti bos di sekretaris jika di dalam perusahaan dan mereka akan berkencan dan bermesraan jika di luar perusahaan.
"Bagamaimana jika kita makan malam bersama nanti malam?" ajak Audrey. Melihat kedekatan Kelly dan Zidan. Audrey sudah banyak berpikir. Mungkin, inilah saatnya Zidan tau yang sebenarnya.
Zidan yang sedang menyetir menoleh, ia menggenggam tangan Audrey mengecupnya. "Aku akan menyiapkannya," jawab Zidan.
Saat mereka sudah sampai di perusahaan, Zidan yang baru saja membuka seatbelnya langsung menarik lembut tangan Audrey, hingga Audrey melihat ke arahnya. Dan setelah itu, Ia menangkup kedua pipi Audrey dan langsung mencium bibir kekasihnya.
"Kau merusak lipstikku!" keluh Audrey saat mereka selesai berciuman, Zidan hanya terkekeh lalu mengacak gemas rambut Audrey.
•••
Waktu menunjukan pukul 10 pagi. Telpon di samping Audrey berdering, Audrey pun mengangkatkanya dan menaruh di kupingnya.
"Saya akan kesana sekarang," Balas Audrey pada orang di depannya. Rupanya, ia di telpon untuk memantau jalannya pemotretan.
Saat sudah sampai di depan ruang make up untuk memberikan intruksi pada model, Audrey pun langsung mengetuk pintu dan masuk ketika sudah mendapat sautan dari dalam
Matanya membulat saat melihat ternyata model yang akan melakukan pemotretan adalah Mariane, mantan dari kekasihnya.
"Maaf, Nona. Perkenalkan saya Audrey. Ini beberapa script yang akan anda ucapkan saat nanti pengambilan vidio," ucap Audrey sambil menaruh kertas ke sisi Ane.
Ane yang sedang bercermin dan membenarkan rambutnya, tersenyum sinis.
"Apa kau pikir kau pantas bersanding dengan Zidan?" tanya Ane tiba-tiba membuat Audrey mengernyit saat mendengar ucapan Ane.
Tanpa membalas ucapan Audrey, Ane merogoh tasnya dan mengeluarkan beberapa foto, lalu bangkit dari duduknya' dan melemparkan foto-foto itu ke tubuh Audrey, hingga foto itu berserakan di lantai
Audrey melotot saat melihat foto itu, foto saat dirinya memakai pakaian yang sangat sexi dan sedang berada di club.
Di foto, itu Audrey terlihat sedang menuangkan minuman kedalam gelas untuk para pria hidung belang dan di foto itu terlihat para pria hidung belang menatap Audrey dengan tatapan lapar.
Audrey berpakaian sexi bukan untuk menggoda pria-pria itu. Audrey hanya sedang menjebak targetnya dan membuat targetnya lumpuh karena minuman yang dia tuangkan. Dan dia, terpaksa harus menjadi wanita panggilan, untuk menjebak targetnya. Tapi, walau begitu para pria itu tak menyentuh tubuh Audrey sama sekali, karena mereka langsung pingsan saat meminum minuman yang di tuangkan oleh Audrey.
Tapi, sekarang. Ia bingung, dari mana Ane mendapatkan foto itu, sedangkan kejadian itu sudah lama sekali.
"Kenapa kau diam, Hah!" tanya Ane dengan pongah. Ia menatap Audrey dengan tatapan sinis.
"Kau hanya seorang pelacur yang 'mempunyai anak haram dan kau berpikir kau bisa bersanding dengan Zidan?" tanya Ane.
Darah Audrey mendidih saat Ane menyebut Kelly anak haram. Tanpa aba-aba, Audrey langsung mencekik leher Ane dan menyudutkan Ane ke dinding.
"Tarik ucapanmu Sialan!" geram Audrey. Ia semakin keras mencengkram leher Ane.
Bukannya takut, Ane malah semakin menyeringai. "Kau pikir, kau bisa menjadikan anak harammu sebagai senjata agar kau bisa masuk kedalam keluarga Smith," jawab Ane.
Audrey tak dapat menahan diri lagi. Ia mendorong Ane lalu ia menindih tubuh Ane dan menghajar Ane membabi buta.
Tak lama, pintu terbuka. Zidan yang berniat menyusul Audrey di buat terkejut dengan apa.yang terjadi.
Dengan cepat, Zidan menarik tangan Audrey agar Audrey bangkit dari tubuh Ane.
"Audrey ada apa denganmu!" teriak Zidan saat Audrey sudah bangkit dari tubuh Ane.
Mata Zidan membulat sempurna saat melihat tubuh Ane yang kacau karena di hajar oleh Audrey.
Zidan pun langsung berjongkok dan membantu Anne untuk bangkit, ia melepaskan jasnya dan menyematkannya pada tubuh Ane, karena dres yang di pakai Ane sudah robek
Setelah membantu Ane, Zidan pun langsung menoleh ke arah Audrey. "Ada ap ..." ucapan Zidan terputus saat melihat foto-foto Audrey yang berserakan di lantai. Ia pun berjongkok dan mengambil foto tersebut.
"Audrey ... Apa ini kau?" tanya Zidan dengan bibir bergetar. Ia terlalu terkejut melihat foto Audrey.
"Zi-zidan, aku bisa men ...."
"Menjelaskan apa? Jadi ini masa lalu buruk yang selalu kau maksud. Masa lalu di mana kau pernah menjadi seorang jalang?" jawab Zidan, Ia memandang Audrey dengan tatapan nyalang dan tatapan penuh emosi.
Mendengar Zidan menyebutnya seorang jalang. Audrey merasakan jantungnya serasa di tikam ribuan jarum. Dadanya mendadak sesak. Ia yang tadinya ingin menjelaskan, langsung berubah pikiran.
"Jawab aku Audrey!" geram Zidan saat Audrey tak membalas ucapannya.
Audrey memandang Zidan dengan tatapan sendu. "Percayai apa yang kau percayai," jawab Audrey sambil tersenyum getir. Ternyata hanya sebatas ini cinta yang selalu di agungkan oleh Zidan.
Saat ia akan melangkahkan kakinya untuk keluar, Zidan mencekal tangannya, hingga Audrey kembali berbalik melihatnya.
"Jawab aku, apa itu benar. Apa kau pernah menjadi seorang jalang?" tanya Zidan, ia mencengkram keras tangan Audrey hingga Audrey meringis.
"Ya, aku adalah mantan seorag jalang. Dan Semoga itu bisa membuat kau puas." Setelah mengatakan itu, Audrey pun menghempaskan tangan Zidan dan kembali melangkahkan kakinya.
"Audrey. Kau ku pecat!" teriak Zidan saat Audrey sudah melangkahkan kakinya. Bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk matanya saat mendengar ucapan Zidan. Audrey pun kembali melanjutkan langkahnya, tanpa menggubris lagi ucapan Zidan.
Sedangkan Ane, diam-diam tersenyum puas karena rencananya berhasil.
Saat Audrey akan menaiki mobilnya, Ponselnya berdering. Ia pun mengangkatnya, ternyata panggilan itu dari Simma.
Audrey menjatuhkan ponselnya saat Simma mengabarkan bahwa Kelly tertabrak ...
Hate komen Blok 😎
Blok ga bisa baca cerita ini lagi😎🤣