Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
248


Mendengar ucapan Gabby yang takut bertemu Josh, Stuard tergelak. Ia mengelus rambut Gabby dan menatap Gabby lamat-lamat.


"Terimakasih Tuhan. Pada akhirnya, mereka hanya melihatku sebagai ayah mereka. Bukan Josh." stuard membatin dalam hati, saat menatap wajah Gabby.


Walaupun Gabby dan Gabriel bukan darah dagingnya. Tapi kasih sayang Stuard untuk kedua bocah kecil itu tak perlu di ragukan lagi. Dunianya, hanya tentang Simma dan kedua putra putrinya.


"Jika kau tak suka dengan Uncle Josh, bagaimana jika kau meminta uncle Rain untuk mengajakmu jalan-jalan?" Tawar Stuard pada Gabby. Seketika bocah kecil itu menggeleng.


"Aku ingin bermain ponsel Daddy saja," jawabnya. Stuard pun mengambil ponsel di depannya, dan memberikannya pada Gabby.


Setelah 10 menit berlalu, Stuard bangkit dari duduknya dan menggendong Gabby lalu mendudukan Gabby di sofa dan tak lama, pintu terbuka, dan masuklah Sosok Josh.


"Selamat datang Tuan Josh," sapa Stuard, ia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Stuard, Josh pun mengangguk lalu membalas uluran tangga Stuard.


"Silahkan duduk!" Stuard mempersilahkan Josh untuk duduk.


Saat Josh duduk di sofa, ia melihat Gabby sedang memankan ponsel. Saat melihat Gabby, Seketika, Josh merasaa Jantungnya terasa di remas, tiba-tiba, udara di sekitarnya terasa menyesakan.


Gabby yang sedang melihat ponsel, langsung menatap kedepan. Mata Gabby dan mata Josh saling mengunci . josh menatap Gabby dengan rasa rindu yang menggebu-gebu, sedangkan Gabby melihat Josh, dengan tatapan sebal, bibirnya mencebik ia sungguh tak suka Josh menatapnya.


"Kenapa dia menatapku seperti itu! Sungguh menyebalkan!" Gerutu Gabby dalam hatinya, saat Josh terus menatapnya.


"Apa anda membawa kontrak yang harus saya tanda tangani?" Tanya Stuard, membuat Josh langsung tersadar. Ia pun mengangguk dan langsung memberikan berkas yang di bawanya. S


"Baik tuan Josh, saya sudah memeriksa ini dan setuju dengan poin-poin yang anda ajukan. Kita bisa membahas poin-poin yang saya ajukan minggu depan," ucap Stuard, setelah memeriksa kontraj kerja samanya bersama perusahaan Josh.


Josh pun menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


"Kalau begitu, terimakasih atas waktu anda," ucap Josh. Ia bangkit dari duduknya dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Josh.


"Gabby, ucapkan selamat tinggal sayang pada Uncle," ucap Stuard tiba-tiba. Ia mengerti apa yang di rasakan oleh Josh. Sebab, walaupun sedari tadi mereka sedang membahas kerja sama, mata Josh tak lepas memandang Gabby.


Gabby kembali mencebikan bibirnya saat mendengar ucapan sang ayah. Mau tak mau, Gabby pun menegakan kepalanya, dan memaksakan senyumnya.


"Sampai jumpa, Uncle," ucap Gabby dengan senyum yang amat-amat terpaksa, membuat batin Josh teriris perih. Ia bisa melihat bahwa sang putri, begitu membencinya.


•••


"Kenapa kau?" tanya Zayn saat Josh masuk kedalam ruangannya. Josh masuk dengan lesu membuat Zayn mengernyitkan keningnya.


Mood Josh memburuk karena ia melihat tatapan benci dari putri kandungannya. Belum lagi pemberontakan Briana tadi pagi membuat moodnya hancur semakin hancur.


"Kau kenapa Josh?" tanya Zayn lagi karena sang paman tak menjawab ucapannya


"Ayolah Josh, satu anakmu sudah bahagia di surga dan dua anakmu sudah bahagia dengan papa barunya," ucapnya dengan seringai mengejek, berharap bisa menghibur sang paman


Josh tak menggubris ucapan keponakannya, ia lebih memilih diam, sedangkan Zayn kembali bekerja.


Zayn mengerti bagaimana perasaan sang paman, menurutnya, sang paman sedikit berubah, kala putri yang di lahirkan Briana meninggal 9 tahun lalu.


Tanpa Zayn tau dan Zayn sadari, anak sang paman masih hidup, dan dia adalah Ariana. Josh benar-benar sukses menyembunyikan Ariana dari dunia luar, hingga semua percaya ucapannya, bahwa 9 tahun lalu, bayi yang di lahirkan Briana tak bisa di selamatkan.


Nyatanya, 9 tahun berlalu, bayi itu masih hidup dengan keadaan yang istimewa. Namun sayang, nasib baik tak berpihak padanya. Bahkan sang ayah mengakui pada dunia luar, bahwa ia sudah meninggal.


Scrooll lagi iesss.