
“Apa? bagaimana mungkin ini tak bisa dipakai?” Kata Brianna saat membayar barang belanjaannya di kasir.
Saat ini, Brian sedang berada di pusat perbelanjaan Korea mereka baru saja mencari oleh-oleh dan souvenir untuk keluarga terdekat mereka. Namun saat Briana akan membayar, semua kartu-kartu miliknya ditolak
Bahkan bukan hanya satu kartu, melainkan semuanya pun ditolak, membuat Briana dilanda kebingungan. Apalagi belanjaan yang dibeli Berliana cukup banyak dan tempat yang ia datanginya cukup bergengsi.
Wajahnya memerah seketika saat Kasir menyebutkan bahwa kartunya tak bisa dipakai.
“Coba periksa lagi, mungkin itu dari mesinnya,”Kata Briana yang kekeh menyalahkan mesin transaksi rusak.
“ Nona kami sudah mencoba kartu Anda tapi tak ada kartu yang bisa digunakan dan mesin kami pun baik-baik saja,” kata kasir tersebut ia berusaha menjelaskan pada Brianna namun tetap saja Brianna tampak tak percaya
“Sebentar saya akan menghubungi suami saya terlebih dahulu,” ucap Briana. Briana pun pergi ke arah yang cukup sepi untuk menelepon Josh. disusul Carla di belakangnya. Namun, saat ia menelpon Josh, ponsel suaminya dalam keadaan sibuk.
Ia menunggu beberapa menit, kemudian menelpon lagi. Namun ponsel Josh masih sibuk dan saat ia menelepon untuk ketiga kalinya. Ponsel suaminya tak bisa dihubungi. Pertanda ponsel suaminya tak aktif.
Brianna dilanda kegelisahan. Bagaimana caranyanya agar ia bisa membayar barang belanjaan yang telah ia kumpulkan tersebut.
Sedangkan, ia tak memegang uang cash sebanyak itu. Ia juga tak bisa membatalkannya.
Saat ini, ia sungguh malu. Apalagi tempat ia berbelanja adalah tempat yang cukup bergengsi di Korea.
“Mommy ada apa?” Tanya Carla pada Brianna yang tampak terlihat bingung.
“Daddy tak bisa dihubungi. jadi bagaimana kita sekarang?” tanya Briana pada Carla.
“Kau tahu kan, Mommy tak pernah membawa uang sebanyak itu,” jawab Brianna. Seketika kepanikan ibu dan anak itu semakin menjadi-jadi. Mereka merasakan kepanikan yang luar biasa, belum lagi beberapa orang melihat kearah mereka dengan tatapan mencemooh.
“Carla, kau tidak membawa uang Cash?” Tanya Briana. “Coba pakai kartumu yang diberikan oleh Daddy,” Carla pun mengangguk. Ia dan Briana kembali ke kasir untuk membayar.
Namun lagi-lagi mereka harus menanggung malu, karena kartu yang diserahkan oleh Carla pun tak bisa digunakan.
“Jadi bagaimana, Nona? apakah anda akan menggunakan pembayaran yang lain Cash atau sebagainya?” tanya kasir tersebut dengan nada yang sedikit mengeram. Ia kesal karena Briana tak kunjung membayarnya. Padahal, antrian kasir sedang ramai-ramainya.
Dan barang yang sudah di hitung, tidak bisa di batalkan karena sudah di masukan dalam tahap menunggu pembayaran.
“Sebentar, saya akan menghubungi kerabat saya terlebih dahulu," kata Briana. Brian pun kembali mundur. Lalu menelepon Gia beruntung Gia menjawab dengan cepat. Dan Briana pun meminjam sejumlah uang pada Gia. Tentu saja Gua pun memberikannya.
Karena semua kartu milik Briana ditolak. Jadi Gia mengirimkan uang itu langsung ke store tempat Brianna belanja.
“Mommy kau membuatku malu!” Hardik Carla saat keluar dari store tersebut. Tanpa sadar, ia berteriak pada sang ibu membuat Brianna langsung menoleh.
“Carla apa-apaan kau! Kenapa kau tidak sopan sekali!” kata Briana. Seketika Carla tersadar. Ia mengerjapkan matanya. Kemudian memasang wajah memelas.
“Bukan begitu maksudku, Mom. tapi kenapa kartu kita bisa diblokir. Mommy tak lihat semua memperhatikan kita dan memandang kita dengan tatapan meremeh,” kata Carla membuat Briana menghela nafas gusar.
Scroll lagi enggak, scroll lah masa enggak 🥳🥳