Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
Ending ( I love you)


Gengs, sesudah baca ini kalian wajib banget ya cerita Gabby, dengan judul Dokter Meets CEO sampai tamat di noveltoon.



“Kenapa kau cemberut baby?” tanya Gabriel saat mereka masuk ke dalam ruangannya.


“Kenapa kau harus menarik tanganku di depan semua orang. Apa kau tidak malu membawa aku yang berpenampilan biasa!” protes Amelia, membuat Gabriel tertawa.


”Penampilanmu sangat luar biasa!” kata Gabriel lagi, sambil mencubit dagu istrinya, membuat Amelia mendekus. Tiba-tiba, mata Amelia menatap pada meja, dimana ada papan nama bertuliskan nama suaminya.


Amelia pun maju kemudian mengambil papan nama itu. “Ko-komisaris besar?" tiba-tiba Amelia melihat ke arah Gabriel. Lalu, ia melihat seluruh ruangan ini.


“Gabriel apa Ini perusahaanmu?” tanya Amelia, Gabriel pun mengangguk.


“Ya, ini perusahaanku, kenapa memangnya?” tanya Gabriel, Amelia menutup mulut.


“Gabriel bukankah kau mengelola perusahaan Daddy. Lalu ini .... ” Gabriel berjalan ke arah Amelia. Lalu, setelah itu, ia menarik tangan istrinya, ia mendudukkan diri di kursi kerja, kemudian mendudukan Amelia di atas pangkuannya.


“Baby Kenapa kau begitu terkejut?” tanya Gabriel, Amelia mengeleng-gelengkan kepalanya. “Aku hanya heran, kau memimpin perusahaan Daddy, dan kau juga mempunyai perusahaan. Aku tak bisa membayangkan berapa banyak uangmu saat ini!” kata Amelia membuat Gabriel terkekeh.


“Aku sudah menebak, kau pasti tidak pernah mengecek rekening pribadimu!” ucap Gabriel, Amelia mengangguk-anggukkan kepalanya. Setelah berbaikan dengan Gabriel, dan setelah kehamilan keduanya. Amelia memang tidak pernah mengecek rekeningnya, karena dompetnya selalu terisi penuh, tentu saja Gabriel yang mengisi dompet Amelia, uang Cash, kartu-kartu sudah dipersiapkan di dompet istrinya. Karena ia tahu, istrinya paling malas mengambil uang tunai di ATM.


“Coba cek rekeningmu Baby!” titah Gabriel, Amelia merogoh saku, kemudian Ia membuka aplikasi rekeningnya. Mata Amelia benar-benar membulat, saat melihat deretan angka yang terdapat di rekeningnya.


“Gabriel!” Amelia menatap Gabriel dengan tak percaya, “Gabriel, sebanyak ini pada aku tanya Amelia terbata-bata kafir pun mengangguk Bagaimana mungkin kalau ucap Amelia dengan heran walau bagaimanapun Ini pertama kalinya ia melihat uang sebanyak ini di rekeningnya. Bahkan, sangat banyak.


“Bolehkah aku melihat rekening pribadimu.” kali ini Amelia yang bertanya. Entah kenapa ia penasarang dengan rekening Gabriel.


Tanpa Rasa ragu, Gabriel memberikan ponselnya, secepat kilat, melia langsung membuka ponsel Gabriel lalu masuk ke aplikasi m-banking. “Kode mu?” Tanya Amelia, Gabriel pun memberikan kodenya. Lalu setelah itu, ia membuka rekening Gabriel.


Sungguh, Amelia ingin pingsan sekali ketika melihat uang yang ada di rekening suaminya, dan Amelia yakin, ini hanya 1 kartu, belum ada di kartu kartu yang lainnya.


“Gabriel, kau membuatku merinding!” kata Amelia, membuat Gabriel tertawa. Gabriel mengambil ponsel di tangan Amelia, kemudian iya langsung menarik tangan Amelia dan melingkarkan di lehernya. Hingga kini, Amelia memeluknya.


“Kau sedang menyelidiki kasus?” tanya Gabriel Amelia pun mengangguk.


“Kasus ini cukup rumit, beberapa area CCTV mati. Sepertinya, aku harus bekerja keras,” jawab Amelia.


“Aku akan berusaha membantumu,” kata Gabriel, membuat mata melihat berbinar.


“Benarkah?” tanya Amelia.


Gabriel mengangguk, tiba-tiba Gabriel langsung terpikirkankan, sesuatu. Lalu, ia langsung mengigit pipi istrinya.


“kenapa kau mengigitkku!”


“Bagaimana mungkin kau manggil namaku lagi!” tanya Gabriel, membuat Amelia menutup mulut. Ia menahan tawa, saat Gabriel menekuk wajahnya.


Ia melepaskan rangkulannya pada leher Gabriel, lalu menangkup kedua pipi Gabriel, dan mencium bibir bibir suaminya, membuat wajah Gabriel kembali berseri-seri.


••••


Gabriel melihat jam di pergelangan tangannya. Ternyata, sudah 15 menit ia duduk bersama Amelia di ruangannya.


“Baby, Aku harus pergi ke ruangan meeting, Kau tidak apa-apa kan, menunggu di sini atau kau ingin ikut bersamaku ke ruangan meeting?” tanya Gabriel. Amelia menggeleng.


“Dada bolehkah aku pergi saja. Aku juga harus kembali ke kantor untuk melakukan laporan,” kata Amelia. Namun, Gabriel menggeleng.


”Tidak, tunggu saja di sini. Aku yang akan mengantarkanmu.” Amelia tak punya pilihan. Akhirnya, ia mengangguk. Setelah itu, Gabriel bangkit dari duduknya, kemudian ia langsung berjalan keluar. Tak lupa, sebelum keluar, ia mencium seluruh wajah istrinya. Lelaki itu, benar-benar sudah terpikat dengan pesona istrinya sendiri.


•••


20 menit kemudian, Meeting pun selesai, Gabriel kembali masuk kedalam ruangannya. Ia melonggarkan dasi, kemudian tersenyum, saat melihat istrinya, ternyata istrinya sedang tertidur di sofa.


Gabriel membungkuk melihat wajah istrinya, kemudian mengelus rambut Amelia. Ia bersyukur dan ia beruntung mempunyai istri seperti Amelia yang begitu tangguh, mandiri, dan punya prinsip yang teguh.


Amelia terbangun ketika Gabriel mengelus rambutnya. “Kau pasti lelah sekali, kan?" tanya Gabriel, saat Amalia membuka matanya


Amelia tersenyum kemudian ia malah mengecup bibir Gabriei. “Dad, rasanya aku ingin pulang saja. Tubuhku tiba-tiba lemas,” ata Amelia.


Tiba-tiba, Gabriel terpikirkan sesuatu.


“Baby, seingatku kau seharusnya mendapatkan masa periode seminggu yang lalu. apa kau sudah mendapatkannya?” tanya Gabriel tiba-tiba Amelia terdiam, ia langsung bangkit dari berbaringnya lalu menutup mulut.


“Daddy, apakah pikirkan kita sama?”


“Ayo, Baby. kita pergi ke rumah sakit sekarang!” ajak Gabriel.


•••


Wajah Gabriel berbinar, ketika melihat dokter menjelaskan tentang yang apa yang terpampang di monitor. Ya, ternyata Amelia memang sedang mengandung lagi,.Dan hebatnya, kali ini Amelia kembali di anugrahi anak kembar.


Mata Gabriel sudah berkaca-kaca, saat melihat tayangan di layar..Ia menggenggam tangan istrinya, kemudian mengecupnya. Tangis Amelia pun ikut luruh, ia begitu bahagia dengan kabar kehamilannya.


“Kau ingin sesuatu?” tanya Gabriel, ketika ketika mereka sudah berada di dalam mobil.


Setelah memeriksa kandungannya, Gabriel langsung mengajak Amelia untuk pulang. Ia ingin, istrinya beristirahat di rumah.


Amelia menggeleng. “Tidak, aku tidak ingin apa-apa. Aku ingin tidur saja,” kata Amelia lagi. Gabriel mengelus rambut Amelia, kemudian kembali menjalankan fokus menyetir.


Sekarang, kehidupannya benar-benar sempurna. Amelia benar-benar memberikan warna untuknya. Di tambah lagi, ia akan mempunyai anggota keluarga baru.


Setelah sampai di rumah, Gabriel membawa Amelia ke langsung ke dalam kamar. Ia menghindari anak-anaknya, karena putra-putrinya selalu ingin digendong dan selalu mengajak bermain Amelia.


“Baby Kenapa kau melamun?" tanya Gabriel ketika Amelia duduk di sofa


“ Aku hanya bingung, bagaimana kita menjelaskan pada Grisya," kata Amelia.


“Akuu yakin, mereka bisa menerima adiknya!”


”Daddy!” panggil Amelia, Amelia yang sudah duduk, bangkit dari duduknya, kemudian ia langsung memeluk Gabriel, membuat Gabriel terkekeh.


“Yes, Baby, aku milikmu. Kau boleh menahanku selama 24 jam, Kau boleh memerintahku dan aku akan selalu mengabulkan yang kau mau,” kata Gabriel lagi, Amelia pun mengangguk.


6 tahun kemudian


Waktu bergulir begitu cepat, Tak terasa ini sudah 6 tahun berlalu. 5 tahun lalu, Amelia melahirkan dua putri kembar yang yang mereka beri nama, Sayara dan Mayra.


Sayara Josepin dan Mayra, nama yang sangat indah yang diberikan oleh Gabriel pada kedua putrinya. Kini, kehidupan Gabriel begitu sempurna. Keluarga kecilnya, semakin komplit dengan kehadiran dua Putri kembar.


Dua tahun lalu, Amelia memutuskan untuk berhenti dari dunia kepolisian, karena ingin fokus mengurus keempat anaknya. Ini murni keinginan Amelia sendiri, tentu saja Gabriel mendukung apapun keputusan istrinya.


Grisya sekarang sudah menginjak remaja, gadis kitu bersifat seperti sang ayah, sedikit jutek dingin dan keras kepala, berbeda dengan salome yang lembut. Sedangkan untuk kedua Sayara dan Mayra, mereka mewarisi sifat kedua orang tuanya.


•••


“Mommy ... Mommy!” panggil Grisya yang baru saja masuk ke dalam rumah. Ia langsung memanggil ibunya karena Amelia tidak ada di manapun.


“Grisya Ada apa? tanya Amelia, “Mana Daddy dan ketiga adikmu?” tanya Amelia, karena tadi, Gabriel membawa anak-anaknya untuk pergi, tapi sekarang, Grisya pulang seorang diri.


“Mommy, ayo ikut bersamaku!” kata Grisya dengan terburu-buru. ”kenapa ada apa?” tanya Amelia yang heran saat putrinya terlihat panil.


“Ayo, ikut saja bersamaku!” ucapnya lagi.


“Tapi ....”


“Ayo ikut saja bersamaku!” Griysa menarik tangan Amelia, membuat Amelia kebingungan.


“Ayo paman kita jalan!” kata Griysa setelah masuk kedalam mobil.


“Grisya, ada apa. Kenapa kau seperti ini? kau membuat Mommy takut!” kata Amelia lagi.


“Mommy nanti akan tau sendiri!” kata Grisya membuat Amelia menggeleng.


Amelia mengerutkan keningnya, saat mobil berhenti di sebuah lapangan yang cukup besar. Lapangan ini seperti landasan pacu. Tiba-tiba, suara helikopter terdengar dari atas. Beberapa helikopter seperti sedang melakukan akrobat.


Amelia mendongak, kemudian menyipitkan matanya ketika melihat Amelia melihat helikopter yang sedang terbang di udara.


Amelia menutup mulut saat melihat salah satu helikopter yang tak asing. “Ge-Griysa, apakah Daddy yang membawa salah satu helikopter itu?”


“Yess, Mommy. Lihatlah ke atas!” kata Griysa .


Helikopter itu melakukan akrobat dan, membentuk huruf


“I love you Amelia.”


Mata Amelia membulat, saat melihat awan yang membentuk huruf tersebut, membuat ia ingin menangis sekencang-kencangnya karena terharu dengan apa yang di lakukan suaminya. .


Dua puluh menit, kemudian, semua helikopter sudah mendarat di landasan pacu. Gabriel keluar dengan gagah, membuat Amelia terpana. Ia tidak pernah tahu, bahwa Gabriel memiliki lisensi untuk terbang.


Seketika itu juga, Amelia langsung berlari kearah Gabriel. Saat Amelia berlari, Gabriel merentangkan tangannya, secepat kilat, Amelia langsung memeluk Gabriel, begitupun Gabriel yang membalas pelukan Amelia.


Tiba-tiba Amelia menangis tergugu saat, memeluk Gabriel, sedangkan Gabriel tertawa saat melihat reaksi istrinya.


“Happy birthday, Baby. Selamat ulang tahun!” kata Gabriel membuat Amelia melepaskan pelukannya.


Gabriel merogoh saku, kemudian mengambil kotak cincin. Lalu ia berlutut di hadapan istrinya dan memakaikan cincin itu di jari manis istrinya. Lalu mengecup tangan Amelia.


“I love you!" kata Gabriel. tiba-tiba terdengar suara riuh riak dari penjuru sisi, membuat Amelia menoleh. Rupanya semua keluarga dan semua kolega, karyawan serta rekan bisnis, sudah ada di sisi lapangan, hanya saja mereka bersembunyi,.dan setelah Gabriel turun, mereka keluar dari persembunyiannya.


Gabriel bangkit dari jongkoknya, kemudian ia memeluk Amelia. “I love you,” kata Gabriel.


“I love you too!” Amelia kembali memeluk suaminya dan ....


Dan akhirnya kisah mereka selesai. Terima kasih yang sudah mengikuti kisah ini dari mulai


Zayn ... Gia


Zidan ... Audrey


Sima ... Stuart


Ariana ... Justin Dll..


Terima kasih untuk yang sudah menemani selama setahun kebelakang, cerita ini tamat sampai disini. Mungkin akan ada ekstraknya. Tapi aku nggak tahu kapan aku bikin ekstra partnya. Jadi, kalian jangan dulu hapus Ini dari daftar favorit.


Oh ia, setelah ini, aku fokus di kisah Gabby dengan judul Dokter Meets Ceo. Kalian tinggal ke lapaknya aja ya karena gratis sampai tamat di noveltoon.


Untuk kisah Gisel, aku akan bikin nanti kisah tersendiri ada juga nanti kisah Kelly dan Arletta.


“Terima kasih semua, i love you.”


Yok mampir ke kisah Gabby, udah ada 80 bab di sana. Dan crazy up setiap hari