Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
59


Sementara ditempat lain.


Setelah berbicara dengan Albert dan berusaha membujuk albert, Josh pun kembali di kurung. Ia tak berhasil meyakinkan Albert.


Kali ini, Josh pun di kurung di ruangan yang berbeda, ia tak bisa lagi bergerak bebas karena tubuhnya diikat di kursi


Albert tak ingin sampai kejadian kaburnya Josh terulang lagi, hingga ia memerketat penjagaan anak buahnya.


Josh terus meronta-ronta berharap ikatanya sedikit longgar. Harapan terakhirnya adalah kabur lewat atap.


Rupanya anak buah Albert kurang teliti dalam memilih ruangan untuk Josh, ruangan tempat Josh di sekap sudah tak ber'atap, mungkin anak buah Albert menyangka Josh takan kabur karena diikat dengan sangat kencang.


Josh berhenti meronta kala seseorang ada yang melepar batu dari atas. Josh pun melihat kearah atas matanya membulat sempurna saat melihat ada orang di atas.


Mata Josh, membulat sempurna saat menyadari siapa yang berada di atas. Walau gelap, ia bisa melihatnya dengan jelas. Dari bentuk tubuhnya ia bisa tau siapa yang berada di atas.


"Audrey!" lirih Josh saat menyadari bahwa yang berada di atap adalah Audrey, yang tak lain adalah anak buahnya yang selama ini tinggal di Argentina. Ia tak menyangka bahwa Audrey bisa menemukannya disini.


"Syuttt!" Audrey mengisyaratkan Josh untuk menutup mulutnya. Josh pun mengangguk. Ia lega akhirnya ada yang menyelamatkannya.


Walaupun Audrey seorang wanita. Namun, ia tak bisa menganggap remeh Audrey. Buktinya ia berhasil menemukan Josh.


Audrey pun melompat dari atas hingga kebawah, tak terlihat bahwa ia kesakitan.


"Bagaimana kau tau aku disini?" tanya Josh sambil berbisik.


"Itu tidak penting, sekarang kita harus segera pergi dari sini," jawabnya. Ia mengeluarkan pisau, lalu memotong tali yang membelenggu Josh.


Setelah Josh terbebas dari ikatan, Audrey mengeluarkan tali dari balik jaketnya dan melemparkannya keatas. Tali yang di keluarkan Audrey adalah tali yang khusus untuk memanjat.


"Uncle, kau duluan. Aku akan berjaga-jaga!" titah Audrey.


"Tapi ...."


"Cepatt!" serunya. "Kita tak punya banyak waktu"


Josh pun menurut, dia memanjat terlebih dahulu. Tepat saat Josh sampai keatas pintu terbuka, dan ternyata anak buah Albert yang masuk.


"Angkat tangan!" seru anak buah Albert sambil menodongkan senjata kearah Audrey.


Namun tak lama, anak buah Albert menodongkan senjata pada Josh yang masih berada di atap.


Secepat kilat, Audrey melompat ke dinding dan langsung menendang tangan yang sedang membidik pistol hingga pistol mereka terjatuh. Ia mengeluarkan semprotan dan menyemprotkannya pada kedua mata anak buah Albert.


Lalu dengan cepat dia berlari dan memanjat untuk ke atap.


Akhirnya Josh pun terbebas .... Yang ia pikirkan adalah pergi ke makam kakanya terlebih dahulu.


•••


Setelah menemui Toni, Zayn mampir ke toko bunga. Ia ingin membeli bunga dan pergi ke makam ibu Gia.


Ia ingin meminta maaf dan meminta restu. Setelah mendapatkan bunga, Zayn pun kembali menjalankan mobilnya kembali menuju makam.


Untuk pertama kalinya, Zayn meneteskan air mata saat menaruh bunga di pusara. Ia berbicara dengan menahan sesak. Setelah cukup lama, akhirnya Zayn pun bangkit dari berjongkoknya dan berniat untuk pulang.


Saat dirinya akan keluar dari area pemakaman, berbarengan dengan itu pula, Zidan akan masuk kedalam area pemakaman.


Zidan dan Zayn menghentikan langkahnya kala mereka saling menatap.


Pandangan mereka saling beradu.


Namun, tak lama mereka pun kembali melangkahkan kakinya secara berbarengan.


Mereka berpapasan tanpa menyapa dan saling melewati diri masing-masing. Mereka layaknya orang asing.


Keningnya mengkerut bingung kala melihat setangkai bunga di makam ibunya.


Bayangin dong Zidan yang baeknya ga ketulungan berjodoh sama Audrey yang jagonya ga ketulungam 🤣🤣 Masalala Audry ga kalah gemesinnya dong.


Misterinya belum kebuka wkwkw.


Yang bilang upnya dikit padahal udh up dua bab, yu kita ngopi ala Jesica wongso 🤣🤣🤣🤣 canda ngopi 😂