Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
146


Sam pun tersadar. Ia langsung menatap Zidan. "Ah, ia maafkan saya. Mari duduk," ucap Sam. Mereka pun langsung duduk. Zidan sengaja duduk di tengah-tengah agar Sam tak dekat dengan Audrey.


Sam pun mengangkat tangannya, memanggil pelayan untuk memesan makanan. Setelah memesan makanan. Mereka pun, berbincang-bincang sebentar.


•••


"Baik, Tuan Zidan. Terimakasih atas waktu anda. Semoga kedepannya kerja sama kita berjalan lancar," ucap Sam, sambil mengulurkan tangannya pada Zidan.


Zidan pun mengangguk, "Kalau begitu kami permisi," pamit Zidan. Setelah sam mengangguk, Zidan pun berbalik dan melewati tubuh Audrey dan Audrey pun langsung mengikuti Zidan.


"Nona Audrey," panggil Sam. Zidan dan Audrey pun menghentikan langkahnya. Lalu berbalik.


"Ya, Tuan," jawab Audrey


"Apa anda tak mengingat saya?" tanya Sam. Sedari tadi, ia ingin sekali bertanya. Tapi ia ragu-ragu. Namun, ia tak bisa menahan diri lagi saat melihat Audrey pergi tanpa menyapanya.


Dada Zidan kembali bergumuruh saat mendengar ucapan Sam. Zidan pun langsung menatap Audrey, ia ingin melihat reaksi Audrey.


"Maaf Tuan, saya rasa kita tak pernah berjumpa," jawab Aurey. "Kalau begitu, kami permisi," sambungnya lagi. Audrey pun berbalik dan otomatis Zidan pun ikut berbalik.


Saat berbalik, diam-diam Zidan tersenyum. Ia merasa lega saat Audrey berkata tak mengenal Sam.


•••


"Kelly!" panggil Audrey. Audrey yang baru saja pulang selepas bekerja, langsung mencari putrinya karena tak menemukan Kelly di manapun.


"Simma di mana Kelly?" tanya Audrey pada Simma. Simma yang sedang berada di kamarnya langsung melihat ke arah Audrey.


"Mungkin dia sedang di studio mininya."


Setelah mendengar jawaban Simma. Audrey pun langsung berjalan menuju studio mini yang baru saja ia buat untuk Kelly.


"Kelly!" panggil Audrey.


Kelly yang sedang asik dengan kuasnya langsung menoleh, "Mommy," jawabnya. Ia bangkit dari duduknya dan berhambur memeluk Audrey.


"Kau sedang apa sayang?" tanya Audrey. Ia mengajak Kelly untuk duduk.


"Mommy, bolehkah aku bertanya?" tanya Kelly. Audrey tersenyum dan mengangguk.


"Mommy, apa kau memiliki uang?" tanya Kelly. Membuat Audrey mengernyitkan keningnya.


"Kau ingin sesuatu sayang?" tanya Audrey.


Gadis jenius itu tau. Sang ibu banting tulang mencari pundi-pundi rupiah. Ia kerap melihat Audrey seperti orang yang bingung ketika melihat kertas-kertas yang berisi tagihan, Kelly terlalu jenius untuk anak sebayanya hingga ia selalu paham situasi yang di alami ibunya.


Mendengar ucapan Kelly, Audrey tersenyum. Ia mengelus rambut sang putri. "Bagaimana jika besok kita berbelanja bersama," ajak Audrey. Kelly pun mengangguk antusias.


"Mommy akan mandi. Setelah itu ayo makan malam bersama," ajak Audrey. Kelly pun mengangguk.


•••


Satu bulan kemudian.


Satu bulan berlalu, hubungan Zidan dan Audrey masih tetap sama. Bahkan sikap Audrey semakin dingin.


"Tolong ke ruanganku!" titah Zidan pada Audrey lewat sambungan telpon.


Tak lama, Audrey pun datang ke ruangannya. "Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Audrey.


"Carikan berkas-berkas yang aku tanda tangani seminggu lalu!" titah Zidan tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop. Audrey pun mengangguk. Lalu berjalan ke arah lemari.


Saat Audrey sedang fokus mencari berkas, Zidan bangkit dari duduknya dan menghampiri Audrey. Ia sudah tak bisa menahan diri lagi.


Setelah mendekat, Ia menarik pinggang Audrey hingga Audrey menghadap ke arahnya.


Setelah tubuh Audrey menghadap ke arahnya. Zidan semakin menarik pinggang Audrey, hingga posisi mereka begitu intim.


"A-anda mau apa tuan Zidan?" tanya Audrey. Terbata-bata. Jantungnya berdegup dua kali lebih cepat saat napas Zidan menyapu wajahnya..


"Bisakah kau berhenti berpura-pura?" tanya Zidan. Membuat tubuh Audrey menegang.


"You love me?" tanya Zidan to the point. Ia tak akan mengambil keputusan besar ini jika tak melihat ponsel milik Audrey yang kemarin tertinggal di ruangannya.


"A-apa maksud anda?" tanya Audrey terbata-bata.


Tanpa membalas ucapan Audrey, Zidan mendekatkan wajahnya ke wajah Audrey dan langsung mencium bibir Audrey.


dan ....


Hate komen blok 😎


Di cepetin aja ya biar ga bertele-tele dan semua bakal ke bongkar di next bab.


Di next bab, bakal di jelasin kenapa Zidan nekad cium Audrey.