
Audrey mendarat dengan sempurna di bawah, Ia mengambil botol minum dari sakunya kemudian menenggaknya hingga tandas.
Dia langsung membuka jaket hitamnya dan membuangnya ke tempat sampah. Kini ia hanya memakai sweeter dan celana jeans. Ia menghembuskan napas lega saat tak ada orang yang melihat nya turun dari gedung.
Wanita itu tak pernah takut pada apapun. Masalalunyalah yang membuatnya menjadi seperti sekarang. Beberapa kali ia hampir meregang nyawa karena keberaniannya.
Saat Zidan menyadari siapa wanita itu, dia langsung berlari ketangga darurat dan keluar menuju gedung di sebrang. Tapi, saat dia sudah turun dan berniat menyebrang. Dia melihat wanita itu sudah menaiki mobil. Walau Audrey sudah berganti pakaian, Zidan masih bisa mengenali wanita itu.
Zidan melihat kesana kemari, ia menggeleng, kenapa juga dirinya harus mengejar Audrey.
••
"Za-Zayn, aku ingin pulang, aku takut," lirih Gia ketika di dalam pelukan Zayn. Zayn melepaskan pelukannya ia mengajak Gia untuk duduk di sofa.
Lalu setelah itu, ia berjalan ke arah meja dan mengambil minum untuk Gia. "Minumlah!" titah Zayn, ia mendudukan dirinya di sebelah Gia.
Gia sama sekali tak menoleh, matanya masih menerawang kedepan, setelah semalam ia mendapatkan teror dan hari ini, ia harus kembali ketakutan karena suara tembakan.
Zayn yang mengerti akan ketakutan Gia membantu Gia untuk minum.
"Tenanglah, kau aman bersamaku," ucap Zayn. Ia kembali membawa Gia kedalam pelukannya.
"Sebaiknya kita beristirahat," ucap Zayn lagi. Ia bangkit dari duduk dan mengulurkan tangan pada Gia.
"Kita beristirahat dimana?" tanya Gia.
"Di belakang," jawab Zayn, ia menarik tangan Gia lalu mengambil remot dari meja dan memencetnya.
Tembok bergeser, tampaklah kamar pribadi milik Zayn.
Saat sudah masuk kamar pribada Zayn, Gia langsung mendudukan dirinya di ranjang, tubuhnya masih terasa lemas, lututnya pun masih terasa bergetar.
Zayn melepas kemejanya, Hingga kini ia bertelanjang dada. Ia pun naik ke ranjang, kemudia menyentuh pundak Gia dan mengajaknya untuk berbaring.
Saat ia menyentuh pundak Gia, ternyata dres yang di pakai Gia basah karena keringat.
"Gia ... kau harus mengganti pakaianmu. Kau akan terkena flu nanti," ucap Zayn. Ia pun turun dari ranjang dan berjalan ke arah lemari.
Gia mendongak kearah Zayn, "I-ini sangat pendek, aku bahkan tak membawa celana," ucap Gia.
"Di sini hanya ada aku, dan aku suamimu. Jadi tak masalah." Tanpa mendengar lagi jawaban Gia, Zayn menarik tangan istrinya dan menuntunnya menuju kamar mandi.
Setelah itu, ia membaringkan dirinya di ranjag sambil menunggu Gia.
10 menit kemudian, Gia keluar dari kamar mandi. Zayn sampai tak berkedip melihat Gia, Gia tampak lebih cantik memakai kemejanya yang kebesaran, di tambah lagi, kemeja itu hanya sampai paha Gia, hingga paha putih dan mulus milik istrinya terpampang nyata di hadapannya.
Melihat pemandangan indah di depannya, tiba-tiba, ada bagian tubuhnya yang bangkit dan meronta-ronta untuk dikeluarkan dari sangkarnya.
Menyadari tatapan Zayn, Gia mencoba menarik-narik kemejanya kebawah, walaupun hasilnya percuma.
Dengan cepat, Gia menaiki ranjang dan menutup tubuhnya dengan selimut, ia berbaring sambil membelakangi Zayn.
Zayn mengusap wajah frustasi saat ada bagian tubuhnya yang meronta-ronta dan meminta untuk dikeluarkan.
Ia pun memberanikan diri untuk memeluk Gia dari belakang, tentu saja, ia masuk kedalam selimut bersama Gia.
Gia tersentak kaget saat Zayn memeluknya, ia membulatkan matanya saat merasan ada yang mengganjal dan mengenai bokongnya.
"Zay-Zayn," lirih Gia terbata-bata.
"Diamlah sebentar, aku sedang frustasi," geram Zayn sambil menggesek-gesekan yang tengah menegang ke bokong Gia. Ia semakin mengeratkan pelukannya, ia menaruh wajahnya di belakang tengkuk Gia, hangat napas Zayn membuat tubuh Gia meremang.
Gia berusaha melepaskan tangan Zayn dari pinggangnya. Namun, Zayn malah semakin erat memeluknya.
Bahkan saat ini, Zayn sudah mengangkat kepalanya dan menatap Gia.
"Gia lihat aku!" titah Zayn dengan suara serak.
Gia menoleh ragu, dan .....
Satu bab dulu ye emak-emak, berhubung besok minggu jadi otor harus nyetrika dulu.
Up lagi nanti malem, kali aja otor khilaf dan langsung up 3 bab.. terus jangan komenin capt otor ya. komenin aja isi ceritanya.