Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
346


“Sebenarnya Daddy, ingin membawa rahasia ini sampai Daddy mati. tapi Tuhan berkehendak lain. Pada akhirnya, Daddy harus menceritakan semua pada kalian. Sekarang, walaupun kalian sudah tahu sebenarnya. Tapi Daddy mohon kepada kalian. Jangan ada yang berubah karena dari awal, sejak kalian masih dalam kandungan Mommy, kalian adalah milik Daddy.”


Stuard berucap tulus, tangannya terus mengelus punggung kedua kedua anak kembarnya. Ia mencium pucuk kepala Gaby dan Gabriel secara bergantian.


Tangis Gabby dan Gabriel pecah dipelukan Stuard. Gabby dan Gabriel memeluk Stuart begitu erat. Seolah menantang kenyataan yang ada. Mereka menyesal telah bertanya tentang hal yang sebenarnya disembunyikan oleh kedua orang tuanya.


“Dad!” lirih Gabby setelah Gabby dan Gabriel setelah melepaskan pelukannya dari Stuard.


Stuard menoleh ke arah Gabby, kemudian menangkup pipi Gabby dan mencium kening Gabby lalu menghapus air mata Gabby.


“Tak apa-apa, Takan ada yang berubah. Lupakan yang tadi Daddy katakan.” kata Stuard, berapa kali pun Stuard menghapus Air mata Gabby, tangis Gabby tetap luruh. Demi apa pun, Gabby tak terima jika ternyata ayah mereka adalah Josh, lelaki yang Gabby kurang sukai.


•••


Setelah keluar dari ruang kerja sang ayah, Gabriel berjalan dengan lesu ke kamarnya. dalam sekejap dunia Gabriel runtuh. Jalannya untuk bersama Ariana tertutup. Ternyata Ariana adalah adik kandungnya dan itu membuat jantung Gabriel terasa dicopot paksa dari rongga dadanya. Demi apapun ini begitu menyakitkan.


Saat masuk ke kamarnya, Gabriel mengambil bingkai foto yang terdapat foto Ariana di dalamnya. Foto saat ia dan Ariana berada di kampus.


Gabriel membaringkan diri di ranjang sambil memeluk. bingkai foto tersebut. bayang-bayang ia akan berbahagia bersama Ariana sirna saat mengetahui yang sebenarnya.


Ariana adalah cinta pertamanya dan tentu takkan mudah bagiku Gabriel untuk menerima kenyataan Semenyakitkan ini.


Tiba-tiba, wajah Ariana melintas di otaknya. Ia mendadak rindu pada wanita itu. Ia pun mengambil ponsel dan menyalakannya lalu mengutak-ngatik kemudian menelepon Ariana


“Arhhhh!” Gabriel menggeram kesal saat panggilannya tak dijawab oleh Ariana. Ia sudah memanggil Ariana beberapa kali namun tetap Tak Ada jawaban sama sekali.


••••


Ariana membuka matanya, ia tersenyum saat merasakan bahwa ia sedang berada di pelukan Justin. Ia juga merasa bahwa bibir Justin sedang menempel di keningnya.


Ariana menjauhkan wajahnya dan menatap Justin. Terrnyata, Justin sedang tertidur. perlahan, Ariana melepaskan tangan Justin yang melingkar di perutnya. namun baru saja ia akan bangkit tubuhnya ditarik lagi oleh Justin karena ternyata Justin tidak tertidur dan hanya memejamkan matanya.


“Mau kemana, hmm?” Tanya Justin, ia kembali memeluk tubuh Ariana dan menguncinya.


“Mi-mister kau tidak tertidur?” tanya Ariana.


“Aku sedang tidur,” jawab Justin, membuat Ariana tertawa. “Aku ingin mengambil minum,” kata Ariana, membuat Justin membuka matanya.


“Tunggu, biar aku ambilkan,” kata Justin. iya bangkit dengan segera dan pergi keluar kamar untuk mengambil minum Ariana


saat ia akan kembali ke kamar, bell apartemen Ariana berbunyi. Ia pun berjalan kearah pintu dan membuka pintu


“Gabriel!” panggil Justin ketika membuka pintu pintu.


“Mi-mister.” Gabriel menatap tak percaya pada apa yang dilihatnya untuk apa dosen yang terkenal galak itu ada di apartemen Ariana


Scroll lagi iessss