
"Ada apa Josh?" tanya Briana saat Josh menutup panggilannya.
"Entahlah, Zidan terlihat ingin menyampaikan hal penting padaku," jawab Josh.
Saat ini, mereka sedang berada di apartemen, Bri. Setelah tadi siang mereka berdebat dan Bri memutuskan mundur, Josh dengan cepat, meyakinkan Briana bahwa dia hanya mencintai Briana. Ia bahkan setuju untuk mempercepat pernikaha mereka, dan akhirnya karena Bujukan Josh, Bri kembali luluh dan memaafakan Josh.
Entah apa yang berada di pikiran Josh, hati dan tingkahnya seolah tak sinkron. Ia bisa saja berbicara cinta dan meyakinkan Bri, tapi hatinya malah hampa, seoalah ada yang hilang di hatinya.
Josh menaruh ponselnya, kemudian ia duduk di samping Bri, "Maaf, aku harus pergi. Apa kau keberatan?" tanya Josh, Bri tersenyum. Kemudian megangguk.
"Aku akan menelponmu, nanti," ucap Josh lagi, ia mengusap kepala Bri dan mencium bibir Bri.
Setelah mendapat izin dari Bri untuk pulang, Josh pun keluar dari apartemen Bri, ia cukup penasaran, dengan keponakannya yang mendesaknya untuk segera bertemu.
Setelah melewati perjalanan panjang, akhirnya Josh pun sampai di penthousnya, dan ternyata mobil Zidan sudah terparkir di depan penthousnya.
"Kau sudah lama menunggu?" tanya Josh saat masuk kedalam penthouse. Ia langsung kedapur untuk mengambil dua kaleng soda.
Zidan meghirup napas dan melepaskannya beberapa kali, ia harus setenang mungkin memberitau pada Josh yang sebenarnya. Sebab, Zidan tau, ini menyangkut banyak orang.
"Kapan kau tiba, aku baru mau menelponmu dan ingin memberitau bahwa pernikahanku di percepat," ucap Josh saat datang dari dapur dan mendudukan diri di depan Zidan.
Mendengar ucapan Josh tentang pernikahan, tubuh Zidan menegang. "Bukankah kau akan bertunangan terlebih dahulu Josh?" tanya Zidan dengan terkejut. Membuat Josh terkekeh karena reaksi keponakannya.
"Kenapa kau terkeju?" tanya Josh.
Zidan mencoba berpikir, bagaimana memberitau Josh dengan halus. Mendengar Josh akan menikah dalam waktu dekat membuat Zidan bingung, karena bagaimana pun, ia harus memikirkan nasib Briana yang tak tau apa-apa serta tentang Simma yang memilih merahasiakan kandungannya.
"Kenapa kau ingin menemuiku?" tanya Josh saat melihat Zidan terdiam.
"Josh, apa kau menyayangi Kelly?" tanya Zidan, membuat kening Josh mengernyit. Kenapa tiba-tiba, Zidan malah membahas Kelly.
"Ada apa denganmu! Kau menyuruhku pulang ke penthouse hanya untuk bertanya tentang ini," jawab Josh dengan nada tak percaya.
"Menurutmu, kenapa dulu Audrey ingin menyembunyikan Kelly dariku?" tanya Zidan lagi, membuat kening Josh semakin bingung.
"Zidan, kau baik-baik saja?" tanya Josh yang masih tak mengerti dengan arah pembicaraan sang keponakan.
Bukannya membalas, Zidan malah membuka kaleng soda dan menenggaknya, mencoba berpikir bagaiamana memberitau Josh.
"Sebenarnya aku ingin bertanya ini dari dulu. Tapi aku baru mempunyai waktu sekarang," jawab Zidan membuat Josh menggeleng.
"Kau dan Audrey hanya orang asing, lalu apakah menurutmu kau akan percaya jika Audrey tiba- tiba datang padamu dan mengakui bahwa dia mengandung anakmu," jawab Josh.
"Kau benar, mungkin aku akan berpikiran sama sepertimu," jawab Zidan. "Tapi, lalu kenapa kau tak jujur padaku saat Kelly datang ke Rusia?"
"Karena Audrey akan membawa Kelly pergi dan mungkin aku akan kehilangan jejak. Aku tak mau Kelly hidup tanpa kasih sayang ayah, sama seperti kau dan kakakmu," jawab Josh membuat Zidan mengangguk-nganggukan kepalanya.
"Lalu bagaimana jika kau berada di posisiku saat itu, saat kau tak menyadari bahwa ada darah daging yang menunggumu dan menanti kehadiranmu," ucap Zidan, saat mengatakan hal terakhir, Zidan yang tadi menatap santai pada Josh, langsung memandang Josh dengan tatapan intimidasi membuat Josh tertegun.
Josh tertegun, ia cukup tau watak keponakannya, Zidan tak mungkin berbicara basa-basi jika soal hubungan.
"Zidan, aku tau kau ingin mengatakan sesuatu. Bisakah kau langsung ke intinya saja!" titah Josh, Zidan pun mengangguk.
"Kau benar, Josh a ...." ucapan Zidan terhenti karena Josh menyela ucapannya.
"Tunggu, apa ini berkaitan den ...."
Tenang gengs, pokonya aku jamin, kisah Simma akan seperti yang kalian harapkan.
Hari ini satu part dulu ya, cucianku udah seabregðŸ˜
Insyaallah up lagi malem. Dan next bab akan ada part yang bikin kalian degdegan kwkwkw
Hate komen blok 😎