Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
414


Ckittt Brakkkk


Terdengar suara hantaman yang cukup keras dari arah luar, membuat semua keluarga yang sedang berada di makam terperanjat kaget. Mereka saling tatap, kemudian melanjutkan ritual yang sedang berlangsung di makan karena mereka menganggap itu suara tabrakan biasa.


“Arleta!” seseorang menjerit membuat Zayn dan yang lain saling pandang. Saat mendengar seseorang menjeritkan nama Arleta , seketika itu juga Audrey langsung berlari karena mengenal suara tersebut, suara yang sangat mirip dengan Kelly.


Saat Audrey berlari, yang lain pun ikut berlari, saat keluar dari area pemakaman, mata mereka semua terperanjat kaget ketika melihat Kelly berada duduk di tanah.


Mereka tidak melihat Arleta yang terkapar karena tubuh Arleta terhalangi oleh tubuh Kelly.


“Maria!” lirih Zayn, ketika melihat Maria terduduk di tanah, tak jauh dari tempat Kelly, dengan segera, ia berlari menghampiri Maria.


”Maria kau tidak apa-apa?” tanya Zayn.


Tubuh Maria bergetar, ia menatap sang ayah dengan wajah yang pucat. “Maria ada apa?” tanya Zayn, ia masih belum menyadari apa yang terjadi.


Maria tak menjawab, tiba-tiba Maria melihat kearah Kelly membuat Zayn mengikuti arah pandangan putrinya, di mana semua keluarganya sudah menghampiri Kelly.


“Arleta tertabrak karena menyelematkanku!” ucap Maria dengan bibir bergetar. Mendengar ucapan Maria, lutut Zayn melemah, otaknya kosong seketika, tubuhnya terasa mengambang, ucapan Maria seperti mimpi baginya.


Ketika Zayn menghampiri Maria, semua menghampiri Kelly.


“Kelly ad ....” Zidan tak meneruskan lagi ucapannya saat melihat Arleta terkapar.


“Cepat bawa Arleta ke rumah sakit!” Kelly menjerit histeris. Seketika Zidan dan yang lainnya tersadar, dengan kaki yang gemetar, Zidan membungkuk dan membopong tubuh Arleta.


Saat yang lain sudah pergi ke rumah sakit, Zayn masih terdiam ditempat, kakinya serasa ditanam oleh bumi. Tubuhnya terasa kaku dan tak bisa di gerakan, Ia masih belum mencerna apa yang terjadi.


tubuh lelaki arogan itu bergetar ketika mengetahui fakta bahwa adik angkat yang ia hukum tertabrak karena menyelamatkan Maria, putrinya.


“Da-dad, ayo kita ke rumah sakit,” ucap Maria terbata-bata.


Zayn menganguk dengan tatapan kosong, ia mengerjapkan matanya dan menggelengkan kepalanya. Ia tersadar, kemudian berusaha mengendalikan diri.


••••


Zidan terduduk lesu di kursi tunggu, ia menatap kedua tangannya yang bersimbah darah, tentu saja itu darah Arleta. Untuk yang kedua kalinya, Arleta mengorbankan nyawanya untuk keluarganya.


Zidan ingin menangis sekencang-kencangnya, ketika menyadari kebodohannya yang ikut mengabaikan Arleta. Bodohnya, ia malah menyetejui tindakan sang kakak yang menghentikan pengobatan Arleta, padahal, Arleta baru saja menyelamatkan Zidny, putrinya.


Semua keluarga harap-harap cemas ketika Arleta berada di ruang operasi, saat datang ke rumah sakit, dokter langsung melakukan CT scan pada otak Arleta, ternyata Arleta mengalami perdarahan di otaknya, hingga dokter harus mengoperasi Arleta.


••••


“Anak hara ....”


“seperti jalangg. ....”


“Jangan pernah datang ke keluarga kami sekalipun kau sekarat.”


“Hentikan pengobatannya, biar dia sadar bahwa dia tanpa keluarga Smith tak bisa berbuat apa-apa.”


Saat masuk kedalam rumah sakit, Zayn berjalan dengan kaki yang gemetar, sekelebat hardikannya pada Arleta mengiringi langkahnya saat masuk.


Zayn merasa tubuhnya melayang, ia merasa kakinya tak menapak pada lantai. Ia berjalan seperti orang linglung. Saat Zayn akan menabrak suster, Maria yang berada di sebelah Zayn langsung menyadarkan sang ayah.


Scroll gengs