
Kini, setelah Zayn berhasil menjalankan rencananya. Hanya tinggal Gia dan anak buah Frank yang ada di rumah mewah itu. Frank sengaja menyuruh anak buah perempuannya untuk menemani Gia.
Gia yang sedang melamun menoleh ke arah belakang, ia membulatkan matanya saat melihat wanita cantik masuk kedalam kamar yang di tempatinya.
"Nona Gia!" sapa wanita itu yang bernama Ashley.
"Kau siapa?" tanya Gia.
"Tuan Zayn menitipkan ini pada Anda." Asley memberikan sebuah kertas pada Gia. Gia pun mengambilnya dan membacanya, ia tersenyum saat melihat isi kertas tersebut.
"Jika kau bosan kau bisa berkeliling rumah dengan Ashley. Aku ada perlu sebentar, tunggu aku! Aku mencintaimu Gia morenav." tulis Zayn dalam kertas itu. Tak lupa dia menulis emot hati untuk Gia. Ternyata, setelah memberikan mantel milik Gia, ia menyempatkan diri untuk menulis pesan untuk istrinya
"Namamu, Ashley?" tanya Gia. Ashley pun mengangguk.
"Bisakah kau mengantarku berkeliling?" tanya Gia
"Dengan senang hati," jawab Ashley.
••••
Setelah, Zayn bersiul. Semua anak buahnya langsung masuk. Mereka langsung mengelilingi Betrav, memaksa Betrav untuk berlutut.
Setelah tali yang mengikat tubuhnya lepas, Zayn tak bangkit dari duduknya. Ia menyilangkan kakinya dan menatap remeh pada Betrav yang sedang berlutut.
"Sepertinya aku terlalu jahat padamu di masa lalu, hingga kau begitu dendam padaku!" ucap Zayn di sertai senyum meremeh.
Karna tubuhnya di pegang oleh anak buah Zayn, Betrav terus meronta-ronta. "Lepaskan aku, Brengsek!" teriak Betrav. Dia mengeraskan rahangnya, amarahnya berkobar. Namun, dia tak bisa berbuat apa-apa.
Lalu anak buah Zayn menyeret Santosh dan Alisia, mereka di seret dengan kasar oleh anak buah Zayn, mereka berdua di paksa berlutut sama seperti Betrav.
"Zayn, aku mohon lepaskan aku! aku tak terlibat dengan rencana mereka!" ucap Alisia dengan memelas. Mendengar ucapan Alisia, Santosh mendelik sebal pada Alisia
"Diam kau!" teriak Santosh.
Zayn tersenyum sinis ketika melihat 3 orang di depannya saling menyalahkan seperti orang bodoh.
Ia bangkit dari duduknya dan menekuk kakinya, menyetrakan diri dengan posisi Alisia, ia mencengkram keras pipi mantan istrinya.
"Lepaskan dia!" titah Zayn pada anak buah yang memegangi Betrav. "Ayo lawan aku!" ucap Zayn lagi ketika anak buahnya sudah melepaskan Betrav.
Betrav yang sudah di kuasai oleh emosi, tanpa pikir panjang, ia langsung menerjang Zayn. Berniat menghajar Zayn.
Zayn pun menerima hajaran Betrav dengan senang hati. Kini, mereka sedang bergulat, Zayn akui tenaga Betrav cukup kuat. Tapi tentu saja tenaga Zayn lebih kuat dari Betrav.
Betrav sudah tak sanggup lagi melawan, ia baru teringat bahwa ada anak buahnya di luar yang mahir menembak jarak jauh. Ketika ia ingat ia sengaja menjatuhkan dirinya, lalu dengan gerakan seolah-olah tak sengaja ia merogoh sebuah tombol di saku celananya dan menekan tombol tersebut.
Anak buah Betrav yang mendapatkan sinyal langsung bergerak cepat, ia langsung membidik pistol tepat di kepala Zayn.
"Zayn Awass!" teriak seseorang yang baru saja masuk.
Dan tepat saat itu. Dor satu tembakan melesat masuk
•••
Gia tersentak kaget saat gelas yang di pegangnya tiba-tiba jatuh, ia langsung merasa gelisah. Tiba-tiba ia teringat Zayn.
3 jam berlalu, Gia masih mondar-mandir. Ia sudah menghubungi nomer Zayn. Namun, ponsel Zayn tak aktiv, bertanya pada Ashley pun percuma.
Tak lama pintu terbuka. Gia menoleh, ia menghela napas lega saat melihat Zayn lag yang masuk.
Ia berjalan sedikit cepat ke arah pintu. Ia langsung memeluk Zayn, bahkan ia memeluk suaminya begitu erat.
Walau sedang merasa risau dan sedih, Zayn tetap tersenyum dan membalas pelukan Gia. "Kau sudah minum vitaminmu?" tanya Zayn sambil mengelus rambut Gia
Gia melepaskan pelukannya. Ia menatap Intens suaminya. Matanya membulat sempurna saat menyadari bahwa wajah suaminya babak belur. "Zayn kau kenapa?" tanya Gia dengan terkejut. Sebelum Zayn membalas ucapannya, Gia kembali terkejut saat melihat baju Zayn di penuhi noda darah.
Zayn...
Ada yang bisa nebak siapa yang ketembak wkwk.
kek nonton film action ya.