Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
375


Brianna berjalan cepat masuk ke dalam rumah sakit. Rasanya, ia tak sabar untuk segera melihat Josh.


Saat masih berada di Korea, Zayn menelponnya dan mengabarkan bahwa Josh terkena serangan jantung dan dirawat di rumah sakit.


.


Zayn pun mengirimkan tiket untuk pulang, hingga Briana dan Carla bisa pulang secepatnya. Dan saat sampai di Rusia, Briana langsung pergi ke rumah sakit sedangkan Carla langsung pulang ke Mansion mereka.


Saat sampai di ruangan perawatan josh, Briana menghentikan langkahnya sejenak. Ia mencoba mengatur nafasnya dan mencoba menguasai diri.


Beberapa kali ia terlihat menghela nafas kemudian menghembuskannya. Setelah itu, ia memegang kenop pintu, mendorongnya dan pintu terbuka ia pun masuk ke dalam ruangan.


Jantung Brianna serasa diremas saat melihat Josh terbujur kaku di atas brankar.


Perlahan, ia mendekat kearah brankar. Ia berjalan sangat pelan karena takut membangunkan Josh.


Saat sampai di berankar jos, Brianna menutup mulutnya, karena tak percaya saat melihat wajah suaminya sudah kaku sebelah dan ia tahu bahwa suaminya mengalami stroke ringan.


Tak lama, Zayn masuk ke dalam ruangan. Ia maju ke arah Briana, kemudian menepuk pundak beriana.


“Josh mengalami struk ringan ....” kata Zain. Ia tak meneruskan lagi ucapannya karena melihat reaksi Brianna yang terlihat sangat terkejut.


“Za-zayn, Ba-ba-gaimana bisa?” kata Briana dengan terbata-bata. Netranya menatap Zayn dengan penuh tanda tanya.


Zayn menghela nafas, kemudian ia mengajak duduk Briana di sofa.


“Brianna apapun yang aku katakan, kau hanya perlu mendengarkannya. Tolong jangan menyelah ucapanku!” pinta Zayn saat mereka sudah duduk di sofa.


Briana pun mengangguk dengan wajah yang was-was ia merasa keponakan iparnya ini akan mengatakan hal yang akan membuatnya terkejut.


“Zayn ada apa?” tanya Briana dengan tak sabar.


“Ariana?” ulang Briana Zayn pun mengangguk.


“Ariana sudah menikah dan dibawa oleh suaminya, dan ....” lagi-lagi, Zayn menghentikan ucapannya. untuk melihat reaksi Ariana. Tepat seperti dugaannya Briana tampak terkejut. Bahkan, dalam sekejap Brianna seperti kehilangan nyawanya dan menatap kosong ke depan.


“Menikah?” Brianna dengan nada tak percaya. Kesadarnnya sudah kembali bangkit dan langsung menjawab ucapan Zayn.


“Ariana sudah menikah?” Briana terus mengulangi pertanyaan yang sama. karena itu “Ba-bagaimana mungkin Ariana menikah?” tanya Brianna lagi ia masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


“Brianna Aku tak bermaksud menyudutkanmu. Tapi, apakah kau sebagai ibu tak merasa bahwa kau sudah tak adil pada Ariana dan Carla?” kata Zayn lagi. Tapi seperti biasa, Briana tampak tak terima, karena ia merasa bahwa selama ini, ia sudah adil pada Carla dan Ariana.


“Apa maksudmu Zayn?” kau menuduhku bahwa aku pilih kasih pada kedua putriku tanya Briana. Zayn pun mengangguk. “Itulah faktanya, Brianna. kau mungkin tidak merasa bagaimana rasanya jadi Ariana. tapi jelas-jelas Ariana pergi karena tersakiti oleh ulah kalian berdua,” ucap Zayn.


“Josh, tumbang bukan hanya karena kehilangan Briana. Tapi, perusahaannya koleps, Josh di gulingkan dari posisinya.”


Tubuh Briana menegang saat mendengar ucapan Zayn. Ia bangkit dari duduknya dan menatap tak percaya pada Zayn. pada Zayn“Za-Zayn, kau berbohong kan?”


Zayn terdiam. Ia tak menjawab ucapan Briana. Namun, tatapan Zayn sudah mengatakan semuanya bahwa apa yang di ucapkannya adalah sebuah kebenaran.


Briana kembali terduduk, ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ia menangis tergugu. Seketika itu juga, wajah Ariana terlintas di otaknya.


“Tidak ... Tidak, Ariana tak mungkin menikah tanpa restuku. Dia pasti ada di apartemennya," ucap Briana dengan lirih.


“Bri kau mau kemana?” tanya Zayn.


“Aku akan menyusul Ariana di apartemennya. Aku titip Josh sebentar,” kata Ariana. I berbicara seperti orang linglung.


Scroll lagi iess