
Amelia menepuk keningnya, kala melihat Gabriel berlari kesana kemari seorang diri. Tadi, Ia memutuskan untuk beristirahat saja di kursi yang di depan stand, sedangkan Gabriel berkeliling mencari jajanan lain.
Ia mengerutkan keningnya, ketika Gabriel terlihat bersemangat. Padahal tadi, Gabriel menolak mati-matian untuk mengantarnya. Amellia menutup mulut, kemudian tersenyum saat melihat lucunya Gabriel berbincang dengan para penjual. Sepertinya, Gabriel sedang bertanya tentang makanan yang sedang dimakannya.
••••
“Gabriel, Kenapa kamu memborong banyak sekali?” kata Amelia, ketika suaminya menjinjing paperbag yang berisi makanan.
“Baby, ini bisa ditaruh di kulkas. Jadi besok, tolong hangatkan untukku!” kata Gabriel lagi
Amelia menepuk keningnya, saat melihat lucunya Gabriel.
“Ayo pulang Aku mengantuk,” kata Amelia. Gabriel pun mengangguk. Ia langsung mengulurkan tangannya, kemudian menggenggam tangan istrinya. Lalu, berjalan ke dalam mobil.
Saat sampai di rumah, Gabriel langsung meminta pelayan untuk menyimpan makanan di kulkas. Sedangkan ia dan istrinya pergi ke kamar untuk beristirahat.
“Gabrel, kau kenapa? apa ada ada masalah?” tanya Amelia, ketika Gabriel terlihat gelisah.
“Perutku sakit!” kata Gabriel, “Mungkin karena aku kebanyakan makan,” ucap Gabriel lagi, membuat Amelia terkekeh.
“Sebentar, aku akan membawakan obat untukmu,” kata Amelia.
beberapa bulan kemudian
Amelia menatap makanan dengan tatapan berbinar. Ia baru saja menyajikan hidangan untuk Gabriel, karena Gabriel baru saja pulang dari luar kota.
Dua hari lalu, Gabriel terpaksa pergi untuk menangani proyek di sana. Awalnya, Amelia ingin ikut. Tapi, ada tugas yang mengharuskan Gabriel turun tangan. Akhirnya, Gabriel pergi sendiri dan mempersingkat waktunya agar urusannya cepat selesai.
Dan barusan, Gabriel mengirim pesan bahwa dia akan ke apartemen Gisel terlebih dahulu. Untuk memberikan pesanan Giseel. Lalu setelah itu, ia akan pulang ke rumah.
Dua jam kemudian.
Ia yang sedang duduk, bangkit dari duduknya kemudian menghampiri Gabriel.
“Gabriel, ada apa denganmu?” kata Amelia.
“Kenapa kau baru pulang? apa ada masalah?" tanya Amelia lagi, karena memang Gabriel berkata hanya sebentar di apartemen Gisel. Tapi ini, sudah 2 jam berlalu dan Gabriel baru kembali.
Bukannya membalas, Gabriel malah memeluk Amelia, membuat Amelia terpekik kaget. Apalagi saat melihat ada percikkan darah di kemeja Gabriel.
“Gabriel ada apa? kau Kenapa?” tanya Amelia lagi dengan panik. Gabriel tak menjawab, ia malah memeluk Amelia dan menumpahkan tangisannya diperlukan istrinya, membuat Amelia benar-benar bingung.
Amelia terus mengelus punggung Gabriel, membiarkan Gabriel tenang dalam pelukannya.
Amelia pun mengajak Gabriel berjalan kearah sofa, tanpa melepaskan pelukannya.
Setelah duduk, Ia terus mengelus punggung Gabriel, membiarkan Gabriel tenang dalam pelukannya. Saat Gabriel sudah sedikit tenang, Gabriel melepaskan pelukannya kemudian menatap Amelia dengan tangis yang berderai.
“Gabriel, kenapa? kau sungguh membuatku takut?” tanya Amelia, tangannya tergerak untuk mengelus air mata Gabriel.
“A-aku baru saja menghajar Arsen, karena dia telah menghianati Gabby,” kata Gabriel, membuat mata Amelia membulat.
Tadi saat Gabriel pergi ke apartemen Giseel, ada Gabby di sana sedang menangis, dan Gabby menceritakan semuanya, tentu saja emosi Gabriel memuncak, ia langsung menghampiri Arsen dan langsung menghajar Arsen secara membabi buta.
Setelah selesai menghajar Arsen, Gabriel memutuskan pulang. Ia memang tak mengangis di hadapan Gabby, tapi saat di mobil, lelaki arogan itu menangis tergugu. Rasanya, ia merasakan rasa sakit yang Gabby rasakan.
Gengs, banyak yang nanya setelah kisah Gariel kisah siapa. Dan jawabannya adalah kisah Gabby. Kisah Gabby udah ada 70 bab di judul Dokter Meets CEO. sampai tamat di Noveltoon. Kalau yang belum baca bisa baca maraton ya di sana. Di sana Udah masuk hal yang sangat mencengangkan.
Scroll gengs