
Albert sama hancurnya seperti Sonya, bagai tersambar petir di siang bolong saat melihat anak itu yang tak lain Zidan sangat mirip dengan dirinya. Ia ingat, 4 tahun lalu, dia pernah khilaf dan kembali melakukannya dengan Aida, hingga terlahirlah Zidan.
Dalam lubuk hati Albert, ia ingin sekali memeluk Zidan, mengucapkan kata maaf sedalam-dalamnya karena tak mengetahui keberadaanya, tapi dia melihat Zayn. Terlihat jelas ada ketidak sukaan di mata Zayn pada Zidan. Ia bisa melihat Zayn melihat Zidan dengan tatapan penuh kebencian. Sedangkan Zidan menatapnya dengan binar harapan, berharap dirinya menyambutnya dengan hangat.
Ingin Albert memberi pengertian pada Zayn agar menerima Zidan. Tapi, terlihat jelas perubahan sikap Zayn setelah Zidan datang. Zayn sering mengamuk, dia sering membuat ulah di sekolahnya. Bahkan, Albert pernah melihat Zayn akan mendorong Zidan dari tangga. Albert berpikir keras, sepertinya sifat Christian menurun pada putranya, Sedangkan Zidan menuruni sifatnya yang penurut.
Albert takut, jika dia memerhatikan Zidan, Zayn akan melukai Zidan dan jika dia memerhatikan Zayn dan mengabaikan Zidan, sudah di pastikan Zidan akan terluka karena Albert mengabaikan keberadaannya. Jadi, Albert lebih memilih bersikap dingin pada kedua putranya. Setidaknya itu lebih baik, begitulah pikirnya. Sejak saat itu ia bersikap dingin pada kedua putranya. Tanpa dia sadari sikap dinginnya akan menjadi petaka di masa depan untuk kedua putranya.
Sedangkan Sonya.
Albert tau, takan ada wanita manapun yang sanggup jika mengetahui suaminya berselingkuh. Ia tau Sonya hancur karena ulahnya. Setelah datangnya Zidan, ia sering melihat sang istri menangis diam-diam. Albert pun hancur melihat Sonya yang selalu menangis di kala sendirian. Yang lebih membuat Albert hancur adalah ketika Sonya sama sekali tak bertanya apa-apa tentang Zidan, tak bertanya apa-apa tentang hubungannya dengan ibu Zidan, bahkan Sonya merangkul Zidan, ia memerlakukan Zidan sama seperti memerlakukan Zayn.
Bukan hanya pada Zidan, Sikap Sonya pada Albert pun tak berubah, padahal ia sudah menyakiti Sonya, Sonya tetap bersikap seperti biasa pada Albert, dia tersenyum tapi Albert tau, di balik senyum Sonya, ia menyimpan sejuta luka.
Setiap Albert ingin menjelaskan pada Sonya, Sonya menghindar, Sonya menghindar karena dia takan sanggup mendengar semuanya. Ia tak sanggup mendengar kisah Albert dengan wanita lain dan menganggap Albert hanya pura-pura mencintai dirinya. ia lebih memilih tak mendengarkan penjelasan Albert dan menyimpan lukanya sendiri, berusaha menganggap semuanya baik-baik saja.
Albert sudah kehilangan akal bagaimana caranya menjelaskan pada Sonya, melihat sikap Sonya yang selalu ingin terlihat baik-baik saja, Namun, jika sendirian Sonya akan menangis, Albert memutuskan untuk bersikap dingin juga pada Sonya. Setidaknya Sonya akan membencinya dan tak memerlakukan dia dengan baik.
Albert memang tak melihat perubahan Sonya, hanya Zayn yang merasakan bahwa Sonya berubah. Hingga kebencian Zayn pada Zidan semakin bertambah
"Josh, kau tak perlu ikut campur dengan urusanku, aku akan memastikan kedua putraku takan saling menyakiti satu sama lain. Jadi jangan mencoba-coba untuk membocorkan semuanya pada Sonya dan kedua putraku."
Tiba-tiba, Josh melihat Albert dengan tatapan yang tak bisa di jelaskan.
"Albert, menurutmu, apa yang akan terjadi jika salah satu dari mereka sudah mengetahui yang sebenarnya?" tiba-tiba, Josh menyeringai ke arah Albert
Seketika wajah Albert berubah pucat
"Apa maksudmu, Josh!" bentak Albert.
Josh ....
Disini kisah ini memberi pelajaran pentingnya komunikasi dalam rumah tangga.
Bsok sudah masuk kisah Zayn, Zidan, Gia yang menguras emosi ya. Jdi jangan ketinggalan