Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
435


Mata Arleta berkaca-kaca saat berada di pemakaman. Sudah lama sekali ia tak datang menjenguk orang tuanya, bahkan. Ia tak memberikan Bunga saat hari kematian Sonya.


Arleta membuka mantelnya, kemudian ia, menyimpan mantelnya di tanah, menggunakannya mantelnya sebagai alas untuk duduk.


Setelah itu, ia mendudukkan dirinya di atas mantel. Menekuk kakinya. Lalu memeluk lututnya dan menyimpan kepalanya diatas lutut.


Setelah itu, ia mengusap nisan Sonya. Bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk matanya ketika ia menyentuh nisan sang ibu.


“Mommy!” panggil Arleta, ia mendekatkan wajahnya ke batu nisan Sonya, kemudian menciumnya dengan tangis yang luruh. Lalu, ia menolehkan kepalanya ke Nissan Albert. Ia melakukan hal yang sama, mengusapnya dan mencium nisan sang ayah.


Setelah itu, ia kembali ke posisi semula. memeluk dan menyembunyikan kepalanya di kedua lututnya lalu menangis sejadi-jadinya.


Jika dipikir, selama ia melakukan terapi dan pengobatan. Ini pertama kalinya, ia melepaskan tangisannya dengan begitu keras. Biasanya Ia hanya akan menangis dalam diam. Tapi malam ini, ia menangis sekeras-kerasnya melepaskan emosi yang bersemayam dalam dada.


Setelah puas menangis, Arleta langsung menegakkan kepalanya. Ia menghapus air matanya kemudian ia menyenderkan kepalanya pada nisan sang ibu.


“Mommy, kau selalu melihatku kan, kau tahu kan bahwa aku tidak sehina itu. Aku bersumpah Aku tidak pernah menjadi jalangg Aku tidak pernah menjual diriku sendiri Ak ....”.Arleta mengehentikan ucapannya, tangisnya kembali berlinang. Ia teringat lagi saat sang kaka menghinanya sebagai ******.


“Aku bukan anak haram kan, Mommy, aku anak kalian kan,” ucapnya lagi dengan menangis tersedu-sedu.


“Aku hanya membuat kesalahan pada Ariana dan aku juga sudah meminta maaf pada Ariana. Tapi kenapa semesta ikut menghukumku begitu parah, kenapa dunia mengutukku. kenapa kakak selalu menganggap aku orang jahat. Aku menghapus nama keluarga bukan karena aku tak tau diri, aku hanya merasa tak pantas menyandang nama Smith di belakang namaku karena aku melakukan kesalahan yang sangat fatal ... Ta-tapi kenapa ....” Lagi-lagi, Arleta menghentikan ucapannya. karena suaranya. Tenggelam dengan tangisan.


“Mommy, kenapa mereka begitu jahat kepadaku. Kenapa mereka menatapku seolah aku penjahat. Kenapa mereka menghardik dan menghinaku seolah aku tak punya perasaan. Bahkan ketika aku terbaring di rumah sakit mereka mereka tak perduli dan membiarkan aku kesakitan, Kaka menghentikan biyaya pengobatanku. Padahal aku baru saja menyelamatkan Zidny. Aku tidak membunuh orang, aku tidak mencuri aku tidak melakukan hal jahat. Tapi kenapa kakak memperlakukanku begitu buruk. Apa karena aku bukan adik kandung mereka, hingga mereka memusuhiku. Apakah aku hanya benalu Mommy?” Tangis Arleta semakin pecah. Ia menangis sejadi-jadinya saat mencurahkan isi hatinya. Inilah yang Arleta butuhkan mencurahkan semuanya, dan hanya di depan makam kedua orang tuanyalah, Arleta berani mengungkapkan isi hatinya, seolah dia sedang mengadu pada kedua orang tuanya.


Arleta mengeluarkan semuanya diiringi tangis yang berderai. Ia tak memikirkan bahwa ia sedang berada di pemakaman yang sangat menakutkan. Karena hanya di sinilah Arleta bisa menangis dan meluapkan emosinya.


Tanpa Arleta sadari, ternyata Zayn menyusulnya. Dan Zayn mendengar semuanya.


Tubuh Zayn terasa lemas saat mendengar semua ucapan Arleta. Ternyata rasa sakit yang adiknya alami karena tingkahnya lebih dalam dari pada yang ia duga.


Tangis Zayn pun sudah berderai saat mendengar keluh kesah adiknya. Ia kembali mengulang kekejamannya. Dulu, ia memperlakukan Zidan begitu buruk. Dan sekarang ia mengulangnya lagi pada Arleta.


Zayn menghapus air matanya, kemudian ia membuka mantelnya. Lalu, ia berjalan ke arah Arleta dan menyematkannya ke tubuh Arleta, membuat Arleta langsung tersadar.


“Ka-kaka ....” Dari sinar bulan, ia bisa melihat Zayn sedang berada di depannya. Tiba-tiba wajahnya memucat. Bagaimana jika kakanya mendengar ucapannya.


Zayn ....


hate komen libur seminggu, enggak komen fiks kita kemusuhan 💃💃


Cerita gabril bentar lagi ya. Pada Nanyain Ariana kan, sebenarnya kisah Ariana tuh udh di tutup bareng sama Josh dan Briana yang udah kena hukuman.


Tapi nanti Ariana bakal muncul lagi sebentar dengan kehidupan yang bener2 udah bahagia dan udh punya si kembar.