Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
90


Setelah sampai di rumah, Zayn langsung bergegas mencari istrinya, tiba-tiba, Zayn dilanda kepanikan saat Gia tak berada di kamar.


Ia pun merogoh sakunya dan mengambil ponsel lalu memanggil Asley, menanyakan keberadaan istrinya. Ternyata, Gia sedang berada di taman belakang. Zayn pun dengan cepat menyusul istrinya.


Ia tersenyum saat melihat Gia sedang berdiri melihat ke kandang harimau, Asley yang melihat kedatangan Zayn langsung menunduk hormat pada Zayn, dan meninggalkan tempat, karena Zayn sudah datang.


Gia terlalu asik melihat harimau, hingga ia tak sadar Asley telah pergi dan Zayn telah datang.


Zayn pun maju kearah Gia dan memeluk Gia dari belakang, membuat Gia terkesiap karena gerakannya Zayn yang tiba-tiba.


"Zayn kau mengagetkanku!" pekik Gia.


Zayn terkekeh, ia mencium pipi Gia dari samping. "Kau sepertinya sangat menyukai harimau, sampai kau tak menyadari kehadiranku."


Gia terkekeh, "Kau sudah lama memelihara mereka Zayn?" tanya Gia.


"Mereka sudah bersamaku sejak mereka bayi," jawabnya.


Mendengar jawaban Zayn, Gia melepaskan tangan Zahn yang melingkar di perutnya. Ia berbalik dan menatap Zayn.


"Berarti mereka sudah mengenalmu?" tanya Gia dengan antusias.


Zayn pun mengangguk dengan polosnya.


"Kalau begitu, aku ingin melihat kau bermain dengan mereka," ucap Gia dengan antusias. membuat Zayn membulatkan matanya.


"Gia, kau ingin menjadi janda?" tanya Zayn.


"Apa maksudmu, Zayn?"


"Jika aku masuk kedalam, kemungkinan besar mereka akan menerkamku dan kau akan menjadi janda," jawabnya dengan mimik muka serius membuat Gia tergelak.


"Mereka kan sudah akrab dengan mu. Mereka pasti takan menerkammu," ucap Gia. Ia menikmati raut wajah Zayn yang panik


2 tahun lalu, Zayn masih berani mengajak main harimaunya. Namun, hewan buas tetaplah hewan hewan buas. Naluri alaminya sebagai raja hutan pasti akan muncul. Jadi, sudah dua tahun ini, Zayn tak pernah masuk lagi ke kandang harimau miliknya. Walau kedua harimau gagah itu, sudah mengenal Zayn sebagai tuannya.


"Gia, ayolah ...." wajah Zayn terlihat memelas. Jika kali ini istrinya memintanya untuk masuk ke kandang harimau dengan alasan mengidam, tentu, mau tak mau dia harus melakukannya.


Gia tak sanggup lagi menahan tawanya, "Aku bercanda Zayn, mana mungkin aku membiarkan anakku tumbuh tanpa ayahnya."


"Kau menggunakan anak kita sebagai alasan, bilang saja jika kau tak mau kehilanganku," ucapnya dengan percaya diri membuat pipi Gia merah merona.


"Zayn aku lapar," jawab Gia. Ia langsung meninggalkan Zayn karena tak ingin suaminya melihat bahwa ia sedang salah tingkah.


•••


Albert memutuskan untuk menunggu di kantin. Ia memutuskan untuk masuk ke kamar Sonya saat malam.


Waktu menunjukan pukul 10 malam. Albert pun memutuskan untuk masuk kedalam ruangan Sonya. Sonya sendiri, karena Zidan sudah pulang.


Sebenarnya, Zidan tak mau pulang, tapi Sonya memaksa agar Zidan beristirahat di rumah.


Albert pun masuk d ke ruangan Sonya, ia berjalan dengan perlahan menuju brankar.


Ia pun mendudukan dirinya di kursi. Ia menatap lamat-lamat wajah Sonya yang sedang tertidur. Lalu ia mengemggam erat tangan Sonya, yang selama 30 tahun ini ia rindukan.


Albert mengecup punggung tangan Sonya, bulir bening tiba-tiba tergelincir dari pelupuk matanya saat mengingat kebodohan dirinya.


"Sonya, entah kau mendengar atau tidak, tapi kali ini, aku hanya ingin menjelaskan semuanya padamu," Albert menjeda sejenak ucapannya ia melihat reaksi Sonya yang sepertinya benar tertidur.


Setelah itu, Albert pun menjelaskan semuanya pertemuannya dengan Aida, tentang Zayn dan Zidan serta tentang alasana perubahannya.


Setelah selesai menjelaskan, Albert menghela napas lega, ia merasakan beban yang selama ini di tanggungnya sirna.


Ia melihat lagi kearah Sonya, ternyata Sonya masih memejamkan matanya, padahal Albert sudah berbicara kesana kemari menjelaskan yang terjadi.


Albert pun bangkit, ia mencium kening Sonya dan mengelus rambutnya. "Istirahatlah!"


Setelah mengatakan itu, Albert pun melangkahkan kakinya untuk keluar.


Saat suara pintu terdengar, Sonya membuka matanya. Ya, Sonya hanya pura- pura tertidur. Sonya menangis saat mengingat semua yang Albert katakan.


Ia pun melihat kearah pintu. Matanya terbelalak saat melihat Albert belum keluar dari ruangannya


Albert sengaja berpura- pura membuka pintu dan berpura-pura keluar dari ruangan, ia melakukan itu, untuk melihat reaksi Sonya. tepat seperti dugaannya, sedari tadi, Sonya mendengarkan semuanya. Jika ia tak berpura-pura keluar, mungkin sampai besok, Sonya akan terus berpura-pura tertidur.


Sonya.


Albert Smith



Udah up dua bab, nih. otor mau bobo cantik dulu ya gengs 🤣


Hati kalian akan tercabik-cabik besok karena kelakuan si 👇👇🤣