
Sejenak, Gabriel terdiam saat melihat Amelia didepannya. Ia menatap Amelia lamat-lamat. Hingga kini, tatapan mata Gabriel dan mata Amelia saling mengunci.
Selama 10 tahun ini, Gabriel menutup dirinya. Ia tidak ingin tahu tentang Amelia maupun keluarganya, ia tidak pernah menyelidiki Bagaimana Amelia ataupun keluarganya.
Dan Gabriel akui, kali ini Gabriel cukup terkejut ketika melihat Amelia didepannya menjadi seorang polisi.
“ Tuan Gabriel, Anda Kami tahan atas tindakan ilegal yang ada lakukan. Anda berhak berbicara dan membela diri anda di kantor polisi,” ucap Amelia. Ia mengeluarkan borgol dari sakunya.
Dengan tangan sedikit gemetar, Amelia menarik tangan Gabriel. Lalu memborgol tangan Gabriel, sedangkan Gabriel hanya terdiam. Ia ridak melawan sedikitpun. Ia hanya menatap Amelia dengan tatapan mengejek.
“Silakan ikuti kami!” titah Amelia.
Anak buah Gabriel yang berada di belakang Gabriel akan Menghadang langkah Amelia. Namun, Gabriel menggeleng mengisyaratkan untuk tidak ikut campur.
Amelia bersama timnya berbalik, kemudian berjalan diikuti Gabriel dan anak buahnya Gabriel di belakangnya.
Semua mata mengarah pada Gabriel, karena Gabriel berjalan dengan diborgol. Tapi Gabriel tak perduli, Ia tetap berjalan tegak mengikuti Amelia.
Saat berada di mobil, Gabriel duduk di belakang bersama rekan Amelia, sedangkan Amelia duduk di kursi kemudi karena ia akan menyetir.
Saat masuk ke dalam mobil, mata Gabriel tak lepas memperhatikan Amelia, dan iu sukses membuat tangan Amelia bergetar. Bahkan tubuhnya sudah mengeluarkan keringat dingin. Karena ia sadar, saat ini Gabriel sedang menatapnya.
“Kuat Amelia, kuat. kau tidak boleh kalah lagi darinya!” Setelah menguatkan dirinya, Amelia menyalakan mobilnya kemudian menjalankannya.
Saat Gabriel sudah diarahkan ke ruang Introgasi, Amelia kembali ke ruangannya untuk mengambil berkas tentang pertanyaan yang akan diajukan pada Gabriel.
“Aku tidak tahu hari ini ini akan tiba di kehidupanku, hari dimana aku melihatmu lagi. Bukan sebagai Gabriel yang aku takuti, melainkan Gabriel yang harus aku lawan. Aku tak menyangka kita akan bertemu dengan kondisi seperti ini, di mana aku menjadi polisi dan kau sebagai terduga. Entah kau bisa lulus atau tidak dari jeratanku. Tapi aku akan menjebloskannya ke penjara dengan tanganku sendiri, walaupun itu teramat sulit. Aku tak akan menyerah dan selama aku bernafas, Kau adalah target terbesarku!”
Sebelum ia kembali menghampiri Gabriel di ruang introgasi, Amelia mendudukan dirinya di kursi. Jantungnya berdebar tak karuan, lututnya melemas.
Walau bagaimanapun trauma Amelia belum sepenuhnya hilang dan sekarang, ia harus berhadapan dengan lelaki yang telah memberikan banyak luka kepadanya dan memberikan trauma hebat di hidupnya.
Setelah bisa menguasai diri, Amelia akhirnya bangkit dari duduknya, kemudian membawa berkas-berkas lalu berjalan ke untuk menemui Gabriel.
Gabriel menghela nafas Kemudian menghembuskannya beberapa kali, ia masih terdiam di ruang interogasi dengan tangan yang diborgol.
Sedangkan wajahnya tetap dingin, seolah dia tidak memikirkan bahwa dia sedang berada di kantor polisi. Tak ada sedikitpun raut terkejut dari wajahnya, yang ada, ia hanya menganggap ini sebagai kebodohan yang dilakukan oleh Amelia.
Lamunan Gabriel buyar, ketika mendengar suara derap langkah dari luar. Tak lama, pintu terbuka. muncul sosok Amalia masuk kedalam ruangan.
Sejenak, Amelia menghentikan langkahnya. kemudian menatap Gabriel dengan tegas begitupun Gabriel yang menatap Amelia tak kalah tegasnya, kini mereka seperti sepasang musuh bebuyutan.
Scroll gengs aku update 3 bab