Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
166


Setelah pamit pada Simma, Audrey pun mengikuti langkah Sonya dan Albert untuk keluar dari ruang rawat Kelly.


Dan, disinilah mereka ... saat ini mereka berada di restoran yang berada di depan rumah sakit. Albert sengaja memesan Restoran yang private agar lebih leluasa mengobrol dengan Audrey.


Sonya duduk di sebelah kiri dan Albert duduk di sisi sebelah kanan, mereka sengaja menempatkan Audrey duduk di tengah-tengah.


Audrey menunuduk, ia meremas kedua tangannya, jujur saja ia gugup, ia hanya kalangan biasa bahkan sangat biasa. Lalu, sekarang, ia malah terlibat dengan keluarga Smit salah satu keluarga paling kaya di Rusia.


"Terimakasih, telah menjaga cucu kami dengan baik," ucap Sonya memecah keheningan setelah lama saling terdiam.


Mendengar ucapan Sonya, Audrey mengangkat kepalanya, mendongak ke arah Sonya.


"Maafkan Kami yang membuatmu berjuang seorang diri membesarkan cucu kami," Kali ini, Albert yang berbicara. "Kami juga meminta maaf atas ucapan Zidan yang menyakiti hatimu ... Bisakah ..."


" Saya sudah memaafkan Zidan. Ya, Kelly memang putri Zidan. Kami terlibat hubungan yang tak seharusnya ada sedari awal. Tapi saya tak pernah menyesali adanya Kelly. Saya takan melarang siapa pun bertemu Kelly, termasuk ayahnya. Tapi jika Kelly menolak untuk bertemu, saya tak bisa melakukan apa-apa," ucap Audrey yang memotong ucapan Albert, karena ia takut, Albert mengatakan akan mengambil Kelly darinya. Setelah mengatakan itu, Audrey pun bangkit dari duduknya.


"Saya rasa sudah tak ada lagi yang perlu di bicarakan, kalau begitu saya permisi!" ucap Audrey, Audrey menunduk hormat pada Alberth dan Sonya. Lalu berbalik dan memilih pergi.


Saat ia akan melangkah, langkahnya terhenti saat melihat Zidan tengah berdiri di depannya. Rupanya diam-diam, Sonya mengirimi Zidan pesan agar Zidan segera datang ke restoran. Beruntung, Zidan sudah bangun dari tidurnya hingga ia bisa membaca pesan Sonya, dan menyusul agar bisa bertemu Audrey.


Mata Zidan berkaca-kaca saat memadang Audrey, Ia ingin sekali mendengar dari mulut Audrey bahwa Kelly adalah putrinya, dan kali ini, ia mendengar langsung hingga membuat Zidan ingin menangis.


Audrey tertegun saat melihat Zidan yang berwajah pucat, Namun tak lama, ia tersadar. Dan kembali menatap Zidan dengan tatapan datar.


"Audrey!" lirih Zidan dengan bibir bergetar, membuat Audrey menghela napas berat. Sonya dan Albert sedang melihat mereka, hingga Audrey tak mungkin berdebat dengan Zidan.


"Jika kau ingin temui Kelly, temuilah! aku takan melarangmu. Tapi jika Kelly tak ingin bertemu denganmu. Aku tak bisa membantumu," jawab Audrey dengan dingin. Setelah mengatakan itu, Audrey pun melanjutkan langkahnya, ia melewati tubuh Zidan begitu saja.


•••


"Mereka bicara apa Audrey?" tanya Simma saat Audrey masuk kedalam ruangan rawat Kelly, sedangkan Audrey hanya tersenyum.


"Mereka hanya ingin bertemu Kelly," jawab Audrey berbohong. Simma adalah orang yang mudah panik, jadi Audrey tak memerlihatkan ketakutannya pada Simma.


"Sejak kapan Kelly tertidur?" tanya Audrey.


"Saat kau keluar bersama orang tua Zidan," jawab Simma.


•••


3 hari kemudian.


Setelah bertemu Audrey di restoran dan mendengar Audrey mengijinkannya bertemu Kelly, Zidan tak membuang waktu lagi, keesokan harinya, Zidan dengan semangat datang ke rumah sakit untuk bertemu putrinya. Namun, ia harus gigit jari kala Kelly tak mau bertemu dengannya. Kelly bahkan menyelimuti sekujur tubuhnya karena tak ingin melihat Zidan. Dan kemarin, Kelly sudah diijinkan pulang karena kondisinya sudah stabil.


waktu menunjukan pukul 9 pagi, Audrey yang baru selesai dengan acara mandinya langsung mendudukan dirinya di sofa dan menyalakan televisi.


Mata Audrey terbelalak saat melihat berita tentang kasus penganiyayan yang di lakukan oleh seorang lelaki pada model bernama Mariane dan lelaki itu menjabat posisi sebagai wakil Ceo di perusahaan Smith company.


Audrey menutup mulut saat tayangan televisi menampilkan rekaman saat seorang lelaki tengah menganiyaya model tersebut. Walaupun wajahnya di blur. Tapi, Audrey bisa tau lelaki itu adalah Zidan. Dan ternyata, Ane melaporkan penganiyayaan yang Zidan lakukan di rumah sakit pada polisi, Dan Anne membocorkan rekaman cctv saat kejadian pada para wartawan.


Satu jam setelah berita itu di keluarkan, semua orang di Rusia mengutuk perbuatan Zidan, saham dari Smith Company pun menurun drastis membuat Zayn dan Albert kalang kabut menangani perusahaan.


Audrey mematikan televisi dengan tangan gemetar. Ia tak menyangka bahwa Zidan sanggup melakukan hal tersebut. Cukup lama Audrey terdiam hingga suara ponsel menyadarkan lamunannya.


"Josh!" lirih Audrey saat melihat Id si pemanggil. Audrey pun mengangkatnya.


Setelah mendengar ucapan Josh lewat telpon, Audrey menurunkan ponsel dari telinganya dengan lesu. Josh mengabarkan bahwa polisi sedang mencari Zidan, karena saat polisi datang ke mansion Zidan sudah tak ada, dan Josh bertanya pada Audrey apakah Zidan datang menghampirinya.


Seketika Audrey di hinggapi kepanikan dan rasa cemas, bagaimana jika Zidan nekat melakukan hal bodoh.


Tanpa pikir panjang, Audrey mengikat rambutnya Ia menyambar kunci mobil berniat mencari Zidan. Saat ia sudah membuka pintu, bersiap untuk keluar langkahnya terhenti saat melihat Zidan sedang berdiri di depan pintu.


"Zi-Zidan!" lirih Audrey terbata. Matanya berkaca-kaca saat melihat Zidan. Audrey bisa melihat wajah Zidan begitu tirus, tubuh Zidan begitu kurus bahkan sekitar mata Zidan menghitam karena Zidan jarang tertidur malam.


Zidan tersenyum, ia ingin memeluk Audrey, dan bertemu Kelly. Tapi, ia tak ingin membuat Audrey atau Kelly semakin murka padanya, hingga ia mengurungkan niatnya.


"Maaf aku lancang datang kemari," ucap Zidan memandang Audrey dengan tatapan sendu. "Aku akan menyerahkan diriku pada polisi, tapi sebelum aku masuk kedalam penjara, aku ingin menyerahkan ini padamu?" Zidan menarik tangan Audrey lalu menyerahkan sebuah kartu atm pada Audrey.


"Aku tak tau kapan aku keluar dari penjara, jadi kumohon jangan menolak. Setidaknya aku bisa tenang saat berada di sel," tiba-tiba Zidan mengalihkan tatapannya ke arah lain, karena bulir bening sudah mengucur dari kedua matanya.


Ia tak menyangka bahwa ia akan berurusan dengan hukum hingga ia tak bisa lagi melihat Audrey dan putrinya serta tak bisa lagi berjuang untuk mendapat maaf dari Audrey dan juga Kelly. Dan saat tau polisi akan datang, Zidan dengan segera keluar dari mansion untuk menemui Audrey, setidaknya ia bisa tenang jika sudah memberikan atmnya pada Audrey dan berharap bisa bertemu Kelly.


"Aku sudah merubah pinnya menjadi ulangtahun mu. Kalau begitu aku pergi, tolong katakan pada Kelly bahwa aku sangat menyayanginya!" Ia pun berlalu meninggalkan Audrey.


Setelah Zidan pergi dari hadapannya, Audrey melihat atm di tangannya, ia sungguh tak rela Zidan pergi. Dan di titik ini, Audrey berhasil mengalahkan egonya dan keras kepala. Ia ingin memberi kesempatan kedua bagi Zidan.


Saat melihat Zidan berjalan semakin jauh, tanpa pikir panjang, Audrey pun berlari untuk mengejar Zidan dan setelah mendekat, Audrey langsung memeluk Zidan dari belakang.


"Aku memaafkanmu," ucap Audrey sambil terisak.


Seketika ....


Mariane, kau berurusan dengan orang yang salah ~Audrey.


Ini udah panjang banget epribadihhh ,🤣🤣


Hate komen blok 😎