Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
Tertegun


Gabriel turun dari mobil dengan emosi, saat masuk kedalam Villa. Ia langsung melonggarkan dasinya, kemudian membuka jasnya dan membantingnya ke lantai.


Ia marah dan emosi karena Amelia berhasil menemukan perusahaan yang mati-matian ia sembunyikan. Rasa marah Gabriel semakin bertambah, ketika melihat Amelia yang berani.


Padahal dulu Amelia sangat patuh kepadanya.


Gabriel merasa harga dirinya tercoreng, keetika Amelia berhasil 1 langkah di depannya. Tapi walau begitu, Tentu saja Gabriel tidak semudah itu untuk tertangkap.


Ia mempunyai 1001 Cara untuk bebas dari jerat hukum termasuk saat tadi saat pengacaranya datang, ia langsung bebas karena pengacaranya berhasil membantah bukti yang Amelia sodorkan dan akhirnya ia lolos.


Tapi tetap saja, walau begitu ia tidak bisa leha-leha, karena bisa saja Amelia menyelidiki lebih dalam. Buktinya, Amelia bisa menemukan perusahaan yang selama ini Gabriel sembunyikan.


Gabriel mendudukkan diri di sofa, kemudian mencoba mengatur nafasnya. “Ambilkan aku wine!” teriak Gabriel. Seketika para pelayan langsung bergerak.


lalu tak lama salah satu pelayanan membawa nampan berisi Wine lalu memberikannya pada Gabriel. Dan Gabriel langsung menenggaknya hingga tandas, kemudian melempar Gelas itu ke depan hingga Gelas itu pecah.


“ Amelia kau tidak akan pernah bisa mengusikku!” geram Gabriel.


•••


Amelia mendudukkan diri di kursi kerjanya, Ia baru saja menerima amukan dari Nick, karena ia dianggap terlalu gegabah.


Amelia mengacak rambut kasar. “Kenapa kau bisa sebodoh ini Amelia!” rutuknya pada diri sendiri. Ia terlalu bernafsu untuk menangkap Gabriel. Hingga ia tak memperhitungkan kemungkinan yang terjadi.


Padahal, Ia tahu, bahwa Gabriel adalah lelaki yang cerdas tak mungkin Gabriel bisa tertangkap semudah itu. Tiba-tiba Amelia menegakkan tubuhnya, kemudian membuka laci, lalu melihat benda di laci itu.


“Gabriel kau tidak akan pernah lolos dariku. Cepat atau lambat aku akan menangkapmu!" ucap Amelia dengan suara pelan, tekadnya semakin bulat. Ia akan bekerja keras untuk menangkap Gabriel dan memasukkan Gabriel kedalam penjara.


Waktu menunjukkan pukul 10 malam, Amelia bangkit dari duduknya kemudian ia keluar dari ruangannya dan berniat pulang ke rumahnya. Hari ini, ia tidak mengambil Lembur. hingga Ia memutuskan untuk pulang. Rasanya, ia ingin berendam air panas di bathube dan merilekskan tubuhnya.


Jalanan Rusia cukup padat, membuat Amelia terus menghela nafas, ia benar-benar ingin sampai di rumah secepatnya. Tak lama, Amelia terpikirkan untuk mengambil jalan pintas.agar cepat sampai ke rumah walaupun jalan pintas.


Ia mengambil pistol dan borgol dari dashboard, kemudian turun dari mobil lalu menghampiri salah satu mobil yang mencurigakan.


Namun mobil itu langsung melaju ketika Amelia datang. Seketika Amelia langsung berlari ke arah mobilnya, lalu masuk dan menjalankannya, karena ia yakin, ada yang tak beres dengan mobil itu.


ia langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh dan saat bisa menyusul mobil itu, Amelia langsung membanting stir ke kiri, dan angsung Menghadang mobil itu hingga mobil itu terhenti.


Secepat kilat, Amelia turun dan berlari ke arah mobil, lalu menyodorkan senjata pada pengemudi mobil tersebut.


“Turunkan jendela, atau aku tembak!” ucap Amelia. Tak lama, jendela terbuka , Amelia langsung melihat ke arah belakang di mana ada gadis terikat.


“Buka pintunya dan kau turun!” ucap Amelia lelaki itu terlihat gemetar. Tapi mau tak mau ia turun. Setelah lelaki itu turun, Amelia langsung memborgol tangan lelaki itu dan masuk ke dalam mobil lalu membuka ikatan wanita itu.


“Kau tidak apa-apa?" tanya Amelia.


“Di-dia seorang psikopat dan dia menjadikan wanita sebagai kelinci percobaannya,” ucap wanita itu dengan gemetar ia langsung mengadu pada Amelia ketika Amelia menyelamatkannya, wanita itu benar-benar terlihat ketakutan.


Darah Amelia mendidih ketika mendengar apa yang dilakukan lelaki itu, Amelia kembali turun dari mobil kemudian mengacungkan pistol ke kaki-kaki tersebut dan melepaskan tembakan pada lelaki itu.


“Dimana kau menyekap korbanmu!” teriak Amelia.


•••


Keesokan harinya.


Gabriel baru saja keluar dari restoran, saat ia akan berjalan menuju mobilnya, langkahnya terhenti ketika melihat sang ibu sedang menuntun tangan seorang anak kecil Hingga ....


Ga mo tau, komen sebanyak banyaknya. ga komen ga flend