
Setelah berpisah dari Putra Mahkota, Anastasya kembali melanjutkan perjalanannya ke rumah bibinya. Anastasya pergi ke ibukota bersama ibu asuhnya yang bernama Amy.
Amy sangat menyayangi Anastasya dan selalu membantu Anastasya. Amy tidak pernah mencegah Anastasya jika melakukan kesalahan justru Amy akan senang hati membantu dan memberikan ide untuk melancarkan rencananya.
Setelah menempuh waktu setengah hari, Anastasya akhirnya sampai di rumah bibinya. Paman dan Bibi Anastasya adalah seorang Count dan Countess Roxable. Mereka memiliki seorang putra dan seorang putri. Keluarga Count Roxable adalah bawahan dari Keluarga Duke Watson.
Anastasya berfikir bahwa bibi dan keluarganya adalah orang yang baik tapi ternyata sikap keluarga bibi Anastasya tidak lah baik. Mereka meremehkan Anastasya karna dia berasal dari wilayah terpencil.
Anastasya tidur di kamar kecil di sudut rumah keluarga bibinya sedangkan Amy tidur bersama pelayan lain di sana.
Anastasya yang merasa dirinya tidaklah pantas mendapatkan perlakuan buruk itu pun marah dan membanting vas bunga yang ada di sekitarnya. Lalu suara bantingan itu terdengar oleh paman dan kedua anaknya.
Count Roxable yang mendengar ada suara vas bunga yang pecah menjadi marah. Countess Roxable yang melihat suaminya marah langsung mencoba menenangkannya. Namun Putri Count Roxable melihat ada orang asing bersikap kurang sopan menjadi tidak terima.
"Hei kau. Apa maksudmu memecahkan vas bunga di rumahku?" tanya Putri Roxable marah.
"Aku tidak sengaja dan itu tersenggol." ucap Anastasya tidak peduli.
"Apa kau buta? Jika kau buta sebaiknya tidak usah datang kerumahku." ucap Putri Roxable.
"Hei, apa maksudmu menghinaku seperti itu?" tanya Anastasya marah.
"Tentu saja aku bertanya, benalu yang baru datang ini apa sudah buta sehingga tidak bisa melihat ada vas bunga di dekatnya." ucap Putri Roxable menghina.
"Kau berani menghinaku!" ucap Anastasya maran sambil mengancungkan jari telunjuknya.
Countess Roxable yang melihat pertengkaran antara anak dan keponakannya mencoba menengahi dan membawa Anastasya kembali ke kamarnya.
"Bibi mau membawaku kemana?" tanya Anastasya kesal.
"Sebaiknya kau segera kembali ke kamarmu. Bibi tidak ingin melihat adanya keributan disini. Lagipula kau baru sampai dan sepertinya kau harus istirahat." ucap Countess Roxable membujuk.
"Jika kau tidak mau. Kau boleh pergi dari rumah ini sekarang!" teriak Count Roxable.
"Dasar wanita tak tau diri, sudah menumpang hidup, tidur, makan dan minum gratis dan sekarang bertingkah seperti wanita bangsawan kelas atas. Hei, ingat posisimu! Kau hanyalah gadis miskin dari wilayan terpencil. Meskipun kau memiliki gelar bangsawan tapi jik tak memiliki harta apapun kau itu sama saja dengan rakyat jelata." hina Putri Roxable.
Countess Roxable tidak menghentikan putrinya karna Countess Roxable juga berfikir bahwa Anastasya terlalu sombong dan akuh jadi harus diberi pelajaran.
Anastasya yang tidak terima pun mengatakan bahwa dirinya ini meskipun dia adalah bangsawan kecil dari wilayan terpencil tapi dia adalah wanita milik Putra Mahkota.
Count Roxable beserta putra dan putrinya hanya tertawa mendengar pernyataan Anastasya dan mereka tak ada yang percaya dan bahkan menuduh Anastasya terlalu bermimpi untuk menjadi wanita milik Putra Mahkota. Bahkan Countess Roxable yang merupakan bibi Anastasya pun tidak percaya.
"Hei, jangan kebanyakan bermimpi. Jangan bermimpi menjadi wanita Putra Mahkota. Kau itu baru datang ke ibukota lalu bagaimana bisa bertemu dengan Putra Mahkota dan langsung menjadi wanitanya." ucap Putra Tertua Roxable.
"Benar sekali kak. Sepertiny wanita ini belum bangun dari tidurnya kak." ucap Putri Roxable.
Anastasya sangat marah mendengar perkataan Putra dan Putri Count Roxable. Namun, Amy menasehati Anastasya agar tidak meladeni mereka dan saat ini wajar saja mereka tidak percaya jadi sebaiknya mereka mengalah terlebih dahulu.
Countess Roxable pun mencoba menghentikan pembicaraan itu karna jika di biarkan semua akan jadi panjang.
"Hentikan! kalian berdua kembali lah, selesaikan pekerjaan kalian dan kau anastasya kembali ke kamarmu! Jika kalian berdua tidak mau pergi, ibu akan menghukum kalian dan kau anastasya, jija tak mau kembali kekamarmu maka pergilah dari rumahku. Masalah orangtuamu, aku sendiri yang akan mengirimkan surat!" perintah Countess Roxable yang telah marah.
Putra dan Putri Roxable menurut lalu mereka pergi dan tidak berbicara apapun lagi. Count Roxable kembali ke aktivitasnya lagi. Sedangkan Anastasya, mencoba bertahan sesuai perkataan Amy dan kembali ke kamarnya.
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Terima kasih.. 🥰😍❤😘